Relawan Salurkan Bantuan Seragam Banjir Aceh Timur untuk Siswa Terdampak - NU Online
Relawan Salurkan Bantuan Seragam Banjir Aceh Timur untuk Sis Terdampak
Atjeh Connection Foundation menyalurkan bantuan seragam banjir Aceh Timur kepada puluhan siswa SDN Ranto Panyang Rubek yang terdampak banjir bandang, menembus akses jalan terisolir demi pendidikan.

Relawan Atjeh Connection Foundation menunjukkan kepeduliannya dengan menyalurkan bantuan vital berupa seragam sekolah kepada siswa-siswi SDN Ranto Panyang Rubek, Kabupaten Aceh Timur, Aceh. Penyaluran ini dilakukan pada Sabtu, 21 Februari 2026, sebagai respons terhadap dampak parah banjir bandang yang melanda wilayah tersebut pada akhir November 2025. Aksi kemanusiaan ini menjadi angin segar bagi para pelajar di daerah terisolir yang berjuang untuk tetap bersekolah di tengah keterbatasan.
Sebanyak 34 set seragam sekolah dibagikan, sesuai dengan jumlah total siswa yang menempuh pendidikan di SDN Ranto Panyang Rubek. Guru Rahmat Syah, yang ditemui di Sekolah Darurat SDN Ranto Panyang Rubek di Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur, mengungkapkan rasa syukurnya atas donasi tersebut. Kegiatan ini tidak hanya memberikan pakaian layak, tetapi juga membangkitkan semangat belajar anak-anak yang kehilangan banyak akibat bencana.
Perjalanan menuju lokasi penyaluran tidaklah mudah, menyoroti tantangan aksesibilitas di daerah tersebut. Para relawan harus menempuh medan ekstrem, melewati perkebunan sawit dan jalan berlumpur terjal selama kurang lebih dua jam. Kondisi ini seringkali membuat wilayah tersebut terisolasi dari bantuan, sehingga kehadiran relawan menjadi sangat berarti bagi masyarakat dan khususnya dunia pendidikan di sana.
Perjuangan Menembus Isolasi Demi Pendidikan
Akses menuju SDN Ranto Panyang Rubek dari jalan utama merupakan sebuah tantangan tersendiri yang membutuhkan kendaraan dengan spesifikasi khusus. Jalan yang berselimut lumpur, dipenuhi tanjakan terjal, dan turunan berkelok, sangat rawan membuat kendaraan tergelincir, terutama setelah diguyur hujan. Kondisi geografis yang ekstrem ini menjadi penghalang utama bagi penyaluran bantuan pasca-bencana.
Oleh karena itu, upaya relawan Atjeh Connection Foundation untuk menyalurkan bantuan seragam banjir Aceh Timur patut diapresiasi tinggi. Mereka berhasil menembus daerah terisolir ini, membawa harapan dan dukungan bagi siswa-siswi yang sangat membutuhkan. Keberadaan relawan menjadi jembatan penting untuk memastikan bantuan sampai ke tangan mereka yang paling terdampak.
Rahmat Syah, salah satu tenaga pengajar di sekolah darurat tersebut, menjelaskan bahwa sebagian besar bantuan yang kini dinikmati Dusun Ranto Panyang Rubek berasal dari inisiatif para relawan. Ini menunjukkan peran krusial organisasi non-pemerintah dalam mendukung pemulihan pasca-bencana di wilayah-wilayah sulit dijangkau.
Dampak Banjir dan Kondisi Belajar yang Memprihatinkan
Banjir bandang pada akhir November 2025 telah meluluhlantakkan SDN Ranto Panyang Rubek, meninggalkan puing-puing bangunan yang kini menyatu dengan sungai. Kehilangan fasilitas sekolah ini memaksa kegiatan belajar mengajar harus dilaksanakan di sekolah darurat dengan fasilitas yang sangat terbatas. Kondisi ini tentu menjadi hambatan besar bagi proses pendidikan yang berkualitas.
Rahmat Syah juga mengungkapkan kesulitan lain yang dihadapi, seperti keterbatasan buku paket yang menyulitkan dewan guru dalam memberikan pelajaran. Para siswa yang terdampak bencana kini tinggal di gubuk-gubuk hunian sementara di kebun masing-masing, atau bahkan di tenda-tenda BNPB. Situasi ini mencerminkan betapa mendesaknya kebutuhan akan dukungan dan fasilitas yang memadai.
Meskipun dihadapkan pada kondisi yang serba terbatas, semangat anak-anak untuk belajar tetap tinggi. “Alhamdulillah anak-anak tetap semangat. Walaupun istilahnya tenda darurat, tetapi karena banyak donasi, yang memberikan bantuan, semangat anak semakin lama semakin tinggi,” ujar Rahmat. Semangat ini menjadi motivasi bagi berbagai pihak untuk terus memberikan uluran tangan.
Semangat Siswa di Tengah Keterbatasan Fasilitas
Meskipun harus belajar di tenda darurat dan menghadapi keterbatasan fasilitas, siswa-siswi SDN Ranto Panyang Rubek menunjukkan semangat belajar yang luar biasa. Bantuan seragam banjir Aceh Timur yang disalurkan oleh Atjeh Connection Foundation turut berkontribusi dalam memupuk semangat tersebut. Seragam baru memberikan rasa kebanggaan dan normalitas di tengah situasi yang tidak normal.
Kondisi ini juga menyoroti pentingnya perhatian berkelanjutan terhadap daerah-daerah terpencil pasca-bencana. Pemulihan tidak hanya sebatas infrastruktur fisik, tetapi juga memastikan keberlangsungan pendidikan dan kesejahteraan mental anak-anak. Kolaborasi antara pemerintah, organisasi relawan, dan masyarakat menjadi kunci dalam upaya pemulihan ini.
Kisah SDN Ranto Panyang Rubek adalah cerminan dari banyak sekolah di daerah terpencil yang membutuhkan dukungan. Dengan adanya bantuan dan kepedulian dari berbagai pihak, diharapkan anak-anak di Aceh Timur dapat terus meraih pendidikan yang layak, terlepas dari tantangan yang mereka hadapi.
Sumber: AntaraNews