0
News
    Home Berita Dewan Perdamaian Featured Seskab Teddy Spesial

    Seskab Teddy: Iuran USD 1 Miliar Board of Peace Tidak Wajib, Indonesia Belum Bayar - Viva

    4 min read

     

    Seskab Teddy: Iuran USD 1 Miliar Board of Peace Tidak Wajib, Indonesia Belum Bayar

    Jakarta, VIVA – Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya buka suara soal keanggotaan Indonesia di dalam Board of Peace atau Dewan Perdamaian. 

    Dasco soal Usulan Duet Prabowo-Zulhas di Pilpres 2029: Anggap Saja Hiburan Rakyat

    Board of Peace ini menjadi salah satu isu yang dibicarakan Presiden RI Prabowo Subianto saat menggelar pertemuan dengan mantan Menlu dan Wamenlu di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu, 4 Februari 2026.

    GULIR UNTUK LANJUT BACA

    Seskab Teddy menjelaskan, keanggotaan Indonesia dalam Board of Peace bersifat tidak tetap dan Indonesia memiliki kewenangan penuh untuk menarik diri sewaktu-waktu. 

    Prabowo Sebut Potensi Dana Umat Capai Rp500 Triliun Kalau Dikelola dengan Baik

    “Saat ini Indonesia resmi bergabung bersama 7 negara besar dengan mayoritas penduduk beragama Islam lainnya, yakni Arab Saudi, Turki, Mesir, Yordania, Qatar, UAE, dan Pakistan,” kata Seskab Teddy dalam keterangannya, dikutip Kamis, 5 Februari 2026.

    Dia lantas memberi klarifikasi terkait isu dana USD 1 miliar yang dibayarkan terkait keanggotaan Board of Peace.

    Keberadaan RI dalam Board of Peace Dinilai Diplomasi Cerdas Presiden Prabowo

    Seskab Teddy menyebut dana tersebut merupakan dana rekonstruksi Gaza dan sifatnya tidak wajib. Indonesia sampai saat ini belum membayar iuran tersebut.

    “Para negara anggota boleh membayar atau tidak. Jika membayar maka akan menjadi anggota tetap. Namun bila tidak membayar, maka keanggotaan akan berlangsung selama 3 tahun. Saat ini, Indonesia belum membayar,” ungkap dia. 

    GULIR UNTUK LANJUT BACA

    Lebih lanjut, Seskab Teddy menyampaikan bahwa keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace merupakan langkah konkret untuk terlibat langsung dalam upaya mengurangi peperangan di Palestina

    “Bukan hanya sebatas ikut konferensi, rapat, diskusi, atau pertemuan resmi,” pungkas Seskab Teddy.


    Komentar
    Additional JS