0
News
    Home Tidak Ada Kategori

    Soal Parkir Liar dan PKL di Tanah Abang, Rano Karno: Tertibkan Boleh, tapi Kasih Ruang lah - Kompas

    5 min read

     

    Soal Parkir Liar dan PKL di Tanah Abang, Rano Karno: Tertibkan Boleh, tapi Kasih Ruanglah



    JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno merespons keberadaan pedagang kaki lima dan parkir liar di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat.

    Ia menegaskan penertiban tetap dilakukan, tetapi pemerintah juga memberi ruang bagi warga yang mencari nafkah.

    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

    “Saya juga udah bilang sama Satpol PP, kita tertibkan boleh. Tapi kasih ruanglah,” ucap Rano saat ditemui di wilayah Jakarta Barat, Rabu (18/2/2026).

    Baca juga: Terimpit Pencemaran dan Cuaca Buruk, Nelayan di Marunda Bertahan dengan Cara Tradisional

    Menurut Rano, aktivitas perdagangan di Pasar Tanah Abang sempat lesu dalam beberapa waktu terakhir.

    Israel Beri Hamas Waktu 60 Hari untuk Lucuti Senjata atau IDF Kembali Berperang

    Namun, menjelang Ramadhan 2026, kawasan tersebut kembali ramai oleh warga yang berbelanja kebutuhan puasa dan pakaian Lebaran.

    Kondisi ini membuat pedagang menggunakan mobil atau gerobak hingga parkir sembarangan, sehingga jalan menjadi kurang nyaman dilalui.

    Menurut Rano, pemerintah akan lebih dulu memberi imbauan dan mengatur bersama para pedagang.

    “Pasar Tanah Abang sekian tahun sepi, kosong, pedagang mengeluh. Nih sekarang lagi momen-momen. Nah memang begitu, yang namanya jualan pakai mobil, pakai gerobak. Akhirnya jalan enggak enak. Ya kita kita himbau aja, ‘Yuk kita atur yuk gimana caranya?’” kata Rano.

    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

    Namun, jika dalam satu hingga dua minggu tidak ada perubahan, penindakan akan dilakukan.

    “Kalau seminggu dua minggu enggak bisa, terpaksa harus kita tindak kan. Jadi ya itulah konsekuensi dari pemerintah,” kata Rano.

    Baca juga: Penumpang Transjakarta Boleh Buka Puasa di Bus, Durasi Cuma 10 Menit

    Selain itu, Rano juga mengingatkan agar organisasi kemasyarakatan tidak melakukan sweeping ke tempat selama Ramadan.

    Ia menyebut larangan tersebut merupakan arahan rutin pemerintah setiap tahun.

    Menurut dia, pelaku usaha kuliner umumnya sudah memahami aturan, seperti menutup tempat makan dengan tirai saat beroperasi di siang hari selama bulan puasa.

    Pemerintah daerah, lanjutnya, akan terus mengingatkan agar ketentuan itu dipatuhi tanpa perlu tindakan penertiban.

    Rano menegaskan pemerintah hanya berperan mengingatkan dan menjaga ketertiban umum, sementara pelaksanaan ibadah puasa merupakan urusan pribadi setiap warga.

    “Artinya puasa ini unik. Puasa apa, ibadah kita langsung pada Allah. Nah kita pemerintah mengingatkan,” kata dia.

    Baca juga: BNN: Vape Bukan Solusi Berhenti Rokok, Justru Jadi Media Baru Narkoba

    Ia berharap masyarakat dapat saling menghormati dan menjaga suasana kondusif selama Ramadan di DKI Jakarta.

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Komentar
    Additional JS