Tips Buat Pencinta Kopi, Ini Cara Cegah Putus Kafein Saat Ramadhan | Republika Online
Tips Buat Pencinta Kopi, Ini Cara Cegah Putus Kafein Saat Ramadhan | Republika Online
Dok. www.freepik.com Kopi kekinian (ilustrasi). Menjelang bulan suci Ramadhan, masyarakat yang terbiasa mengonsumsi kopi, teh, atau minuman berenergi diimbau mulai mengurangi asupan kafein secara bertahap.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menjelang bulan suci Ramadhan, masyarakat yang terbiasa mengonsumsi kopi, teh, atau minuman berenergi diimbau mulai mengurangi asupan kafein secara bertahap. Langkah ini dinilai penting untuk mencegah gejala putus kafein seperti sakit kepala, kelelahan, hingga mudah marah, saat menjalani puasa.
Dokter keluarga di Lifecare Hospital dr Faisal Arshad mengatakan menghentikan asupan kafein secara mendadak karena puasa dapat memicu kondisi yang disebut putus kafein. Ini terjadi ketika tubuh yang terbiasa mengonsumsi kafein, harus beradaptasi dengan puasa.
Sponsored
"Ketika seseorang tidak minum kopi atau teh berkafein secara tiba-tiba karena puasa, itu bisa memicu gejala putus kafein yang membuat Anda merasa sakit kepala, kelelahan, mudah marah, dan sulit konsentrasi," kata dia seperti dilansir laman Gulf News, Senin (16/2/2026).
Dokter spesialis penyakit dalam dr Javeed Ashfaque, menjelaskan gejala putus kafein biasanya muncul 12 hingga 24 jam setelah konsumsi terakhir. Gejala tersebut umumnya mencapai puncak dalam 20 hingga 51 jam dan dapat berlangsung selama dua hingga 9 hari.
Untuk mengurangi risiko tersebut, ia merekomendasikan untuk mulai mengurangi asupan kafein secara bertahap sebelum Ramadhan. Pertama, kurangi 25-50 persen asupan kopi atau teh harian. Misalnya, dari tiga cangkir kopi menjadi dua cangkir per hari.
Lalu dokter menyarankan untuk mencampur kopi biasa dengan kopi tanpa kafein (decaf) dalam perbandingan 50:50 agar rasa tetap terjaga namun kadar kafein berkurang. "Bisa juga mulai beralih ke minuman dengan kadar kafein lebih rendah, seperti mengganti kopi pekat dengan teh, atau memilih teh hijau dan teh putih yang lebih ringan," kata dr Javeed.
Selain itu, perubahan gaya hidup juga dinilai membantu proses adaptasi tubuh. Dokter menyarankan para pencinta kopi untuk menjaga hidrasi dengan cukup minum air putih, memprioritaskan waktu tidur guna mengimbangi energi yang menurun, serta melakukan olahraga ringan seperti berjalan kaki untuk meningkatkan kewaspadaan secara alami.
"Bagi yang tetap ingin mengonsumsi sedikit kafein saat sahur, disarankan mulai membiasakan diri mengonsumsinya pada waktu yang sama sebelum Ramadan agar tubuh beradaptasi dengan pola tersebut," kata dia.
Dokter menambahkan bahwa rasa lelah ringan dan penurunan konsentrasi pada hari-hari awal puasa merupakan hal yang normal. Namun, dengan persiapan yang tepat dan mengurangi kafein secara bertahap, tubuh dapat beradaptasi dan ibadah puasa dapat dijalani dengan lebih lancar.
Berita Terkait
1.800 Siswa di Aceh Barat Gelar Pawai Obor Sambut Ramadhan
Khazanah Indonesia - 11 jam yang lalu
Pasaman Barat Tetapkan Libur Awal Ramadhan 18-21 Februari 2026
Pendidikan - 11 jam yang lalu
Jamaah Bersiap Jalani Umrah Saat Ramadhan
Ihram - 14 jam yang lalu
Jelang Ramadhan, IHW Ajak Terus Boikot Produk Terafiliasi Israel
Khazanah Indonesia - 15 jam yang lalu
Jurus Jitu Atasi Sembelit Selama Ramadhan
Health - 16 jam yang lalu