Viral Emak-emak Beli Range Rover Rp 1,7 M, Katanya Tak Pernah Bayar Pajak Lagi - Viva
Viral Emak-emak Beli Range Rover Rp 1,7 M, Katanya Tak Pernah Bayar Pajak Lagi
Dubai, VIVA - Bicara soal kepemilikan mobil, banyak orang Indonesia langsung teringat satu hal: pajak tahunan. Mau mobil murah atau mahal, tiap tahun tetap harus setor. Namun cerita berbeda datang dari Dubai, Uni Emirat Arab, yang disebut-sebut punya sistem kepemilikan kendaraan jauh lebih ringan bagi pemilik mobil.
Cerita ini mencuat setelah beredar video viral di media sosial seperti dikutip VIVA Otomotif dari @bentalaproject, Selasa 3 Februari 2026. Dalam video tersebut, seorang ibu rumah tangga asal Indonesia yang bekerja sebagai asisten rumah tangga di Dubai memperlihatkan mobil miliknya, Range Rover Evoque Si4, yang disebut bernilai sekitar Rp 1,7 miliar. Ia bercerita bahwa aturan kendaraan di Dubai membuat kepemilikan mobil terasa jauh lebih sederhana dibanding di Indonesia.
Menurut penuturannya, mobil itu dibeli baru di diler dengan harga sekitar 700 ribu dirham. Pertanyaan yang langsung muncul tentu soal pajak kendaraan dan biaya tahunannya. Jawabannya cukup mengejutkan. Ia menyebut tidak ada pajak tahunan yang harus dibayar setelah mobil dibeli.
TKW asal Indonesia beli Range Rover di Dubai
- Tangkapan Layar IG/@bentalaproject
Pemilik kendaraan disebut hanya perlu membeli mobil, mengurus dokumen registrasi setara STNK, lalu bisa langsung membawa pulang kendaraan tersebut tanpa beban pajak rutin setiap tahun. Bahkan, masa berlaku dokumen itu disebut tidak memiliki batas waktu selama kepemilikan tidak berpindah tangan.
Artinya, selama nama pemilik masih sama, tidak ada kewajiban pembayaran pajak seperti yang berlaku di Indonesia. Hal inilah yang membuat banyak warganet terkejut sekaligus membandingkannya dengan sistem di Tanah Air.
Dalam video yang sama, ia juga menyinggung soal pembatasan kepemilikan kendaraan tertentu per orang, terutama untuk mobil-mobil kategori supercar. Meski begitu, ia menekankan bahwa tidak ada kewajiban iuran tahunan untuk kendaraan yang dimiliki.
Cerita lain yang ikut disorot adalah soal banyaknya mobil mewah yang sempat terlihat ditinggalkan di satu area setelah banjir besar melanda Dubai. Ia menyebut mobil-mobil seperti Rolls-Royce, Ferrari, hingga Lamborghini bukan sengaja dibuang, melainkan sudah diganti oleh pihak asuransi atau diler.
Mobil yang rusak akibat banjir disebut diganti unit baru, sementara unit lama dibiarkan. Sistem asuransi dan perlindungan konsumen di sana dinilai membuat pemilik kendaraan tidak terlalu terbebani saat menghadapi kerusakan besar akibat bencana.
Kondisi ini membuat kepemilikan mobil di Dubai terasa jauh lebih ringan secara administratif dan finansial. Tak heran jika video tersebut langsung ramai dibicarakan, terutama oleh warganet Indonesia yang terbiasa dengan kewajiban pajak kendaraan setiap tahun.