2 Musuh China Ini Kekurangan Rudal karena Perang Iran - SindoNews
2 Musuh China Ini Kekurangan Rudal karena Perang Iran
Selasa, 10 Maret 2026 - 12:06 WIB
Taiwan dan Korea Selatan mengalami kekurangan rudal karena perang Iran. Foto/X/@RT_com
TEHERAN - Aliansi Amerika Serikat (AS) di Asia Timur harus gigit jari karena rudal pencegatnya harus dikirim ke Timur Tengah untuk mengatasi serangan balasan Iran . Itu menjadikan pertahanan aliansi AS di Asia pun makin rawan.
2 Musuh China Ini Kekurangan Rudal karena Perang Iran
1. Taiwan
Menteri Pertahanan Taiwan Wellington Koo mengatakan AS belum menghubungi negara kepulauan itu mengenai transfer senjata ke Timur Tengah, setelah Korea Selatan mengatakan sedang dalam pembicaraan dengan pemerintahan Trump untuk melakukan hal tersebut.
Koo, berbicara kepada wartawan pada hari Selasa, mengatakan jika ada senjata buatan AS milik Taiwan yang akan dikerahkan kembali, itu hanya akan terjadi jika pihak AS mengajukan permintaan.
“Tetapi sejauh ini, karena perang AS-Iran, mereka belum menghubungi kami tentang penggunaan peralatan terkait kami,” kata Koo, menurut kantor berita Reuters.
Menteri Luar Negeri Korea Selatan Cho Hyun mengatakan pada hari Jumat bahwa militer AS dan Korea Selatan sedang berdiskusi tentang kemungkinan pengerahan kembali beberapa sistem pertahanan rudal Patriot AS yang berbasis di Korea Selatan untuk digunakan dalam perang melawan Iran.
Laporan media yang mengutip sumber pemerintah Korea Selatan mengatakan sistem Patriot sedang disiapkan untuk dikerahkan kembali di Timur Tengah, dengan pesawat angkut militer AS yang besar tiba di negara itu untuk memulai pengangkutan udara.
2. Korea Selatan
Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung mengatakan dia tidak dapat menghentikan AS untuk mengerahkan kembali beberapa senjata yang berbasis di negaranya untuk perang AS melawan Iran, seiring munculnya laporan tentang sistem rudal Patriot AS yang dikirim ke Timur Tengah.
“Tampaknya ada kontroversi baru-baru ini mengenai pasukan AS di Korea yang mengirimkan beberapa senjata, seperti baterai artileri dan senjata pertahanan udara, keluar dari negara itu,” kata Lee dalam rapat kabinet pada hari Selasa.
Dia mengatakan pemerintahnya telah menyatakan penentangan terhadap langkah AS tersebut, tetapi tidak dalam posisi untuk mengajukan tuntutan kepada Washington, menurut Kantor Berita Yonhap negara itu.
Presiden menambahkan bahwa penarikan beberapa senjata AS “tidak menghambat strategi pencegahan terhadap Korea Utara” – salah satu alasan utama kehadiran besar AS di Semenanjung Korea.
Media lokal di Korea Selatan melaporkan bahwa baterai pertahanan rudal Patriot AS telah dikirim keluar dari pangkalan udara Osan dan kemungkinan akan dipindahkan ke pangkalan militer AS di Arab Saudi dan UEA, meskipun otoritas Korea Selatan belum mengkonfirmasi laporan ini.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Infografis

Perang Pecah, Ini Perbandingan Kekuatan Militer Thailand vs Kamboja