0
News
    Home Berita Bisnis Featured Lebaran Spesial

    Belanja Masyarakat Mulai Menguat Jelang Lebaran, Penjualan Ritel Diprediksi Tumbuh 6,9 Persen - Viva

    3 min read

     

    Belanja Masyarakat Mulai Menguat Jelang Lebaran, Penjualan Ritel Diprediksi Tumbuh 6,9 Persen

    Jakarta, VIVA – Aktivitas konsumsi masyarakat biasanya meningkat selama Ramadhan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri. Peningkatan tersebut kerap tercermin dalam kinerja sektor ritel, yang menjadi salah satu indikator penting dalam melihat dinamika belanja rumah tangga di dalam negeri.

    Indikasi penguatan konsumsi itu juga terlihat dari hasil survei penjualan eceran terbaru yang menunjukkan adanya peningkatan penjualan pada awal 2026, terutama menjelang periode Ramadan dan persiapan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri.

    GULIR UNTUK LANJUT BACA

    Kinerja penjualan eceran pada Februari 2026 diprakirakan meningkat secara tahunan dan bulanan. Hal ini tecermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) Februari 2026 yang secara tahunan diprakirakan tumbuh sebesar 6,9 persen (yoy). 

    Kinerja penjualan eceran tersebut didorong oleh meningkatnya penjualan mayoritas kelompok, terutama Kelompok Suku Cadang dan Aksesori, Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya, dan Subkelompok Sandang.

    "Secara bulanan, penjualan eceran pada Februari 2026 diprakirakan meningkat sebesar 4,4 persen (mtm)," demikian sebagaimana dikutip dari siaran pers Bank Indonesia (BI), Selasa, 10 Maret 2026. Peningkatan tersebut didorong oleh permintaan masyarakat saat Ramadan dan persiapan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri1447 H.

    Sementara itu, pada Januari 2026, IPR secara tahunan tercatat tumbuh sebesar 5,7 persen (yoy). Pertumbuhan tersebut terutama didukung oleh peningkatan penjualan pada Kelompok Barang Budaya dan Rekreasi, Makanan, Minuman, dan Tembakau, serta Subkelompok Sandang.

    Namun secara bulanan, penjualan eceran pada Januari 2026 mengalami kontraksi sebesar 2,7 persen (mtm). Kondisi ini sejalan dengan normalisasi konsumsi masyarakat setelah periode Hari Besar Keagamaan Nasional Natal dan Tahun Baru yang biasanya mendorong lonjakan belanja pada akhir tahun.

    Selain perkembangan penjualan, survei juga mencatat ekspektasi harga pada beberapa bulan mendatang. Dari sisi harga, tekanan inflasi tiga bulan ke depan diprakirakan menurun.

    Hal ini tecermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) April 2026 sebesar 153,9, lebih rendah dibandingkan dengan IEH pada Maret 2026 sebesar 175,7, seiring normalisasi harga pasca HBKN Idulfitri 1447 H.

    GULIR UNTUK LANJUT BACA

    Sementara itu, untuk enam bulan ke depan tekanan harga diprakirakan meningkat. IEH Juli 2026 diprakirakan sebesar 157,1, lebih tinggi dibandingkan dengan IEH pada Juni 2026 sebesar 156,3, didorong oleh peningkatan harga saat tahun ajaran baru.

    Secara keseluruhan, peningkatan penjualan eceran pada Februari mencerminkan adanya penguatan permintaan masyarakat, terutama di periode Ramadan dan menjelang Idul Fitri yang biasanya mendorong aktivitas konsumsi rumah tangga.


    Komentar
    Additional JS