0
News
    Home Berita Featured Ilmu Pengetahuan Papua Spesial Sulawesi

    2 Spesies Baru Ngengat Teridentifikasi, Ditemukan di Sulawesi dan Papua - Detik

    6 min read

     

    2 Spesies Baru Ngengat Teridentifikasi, Ditemukan di Sulawesi dan Papua


    2 spesies ngengat endemik Indonesia yang berhasil diidentifikasi peneliti BRIN A) Glyphodella fojaensis dan B-C) Chabulina celebesensis Foto: Dok. BRIN
    Jakarta -

    Detikers, siapa sangka hutan di Papua dan Sulawesi masih menyimpan spesies ngengat yang belum teridentifikasi? Tim peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Hari Sutrisno dan Rosichon Ubaidillah berhasil mengidentifikasi 2 spesies baru ngengat endemik Indonesia yang ditemukan di kedua pulau besar itu.

    Dikutip dari keterangan resmi BRIN, temuan ini merupakan hasil survei lapangan selama 2002-2017 dan kajian koleksi spesimen di Museum Zoologicum Bogoriense, Bogor.

    Salah satu spesies, Glyphodella fojaensis, adalah satu-satunya anggota genus Glyphodella di Indonesia dan hanya ditemukan di Pegunungan Foja, PapuaSedangkan Chabulina celebesensis merupakan spesies endemik Sulawesi, tersebar di Sulawesi Tengah, Tenggara, dan Utara.

    Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal internasional Raffles Bulletin of Zoology edisi Februari 2026, Volume 74, halaman 87-94, dengan judul Description of two new endemic species of the closely related genera, Glyphodella and Chabulina from Indonesia.

    Karakter Morfologi Jadi Kunci Identifikasi

    Menurut Rosichon Ubaidillah, kedua spesies ngengat ini punya karakter morfologi yang khas. Pola sayap dan struktur genitalia menjadi penanda utama dalam identifikasi.

    "Glyphodella fojaensis memiliki bercak kuning bulat di sayap depan dan struktur genitalia jantan berbeda dari kerabatnya. Sementara Chabulina celebesensis dikenali dari pola garis pada sayap dan bentuk genitalia yang unik," ujarnya.

    Perbedaan karakter morfologi ini menjadi dasar penetapan kedua spesies sebagai spesies baru. Temuan ini menunjukkan keunikan evolusi dan adaptasi masing-masing habitat di Papua dan Sulawesi.

    Penelitian dilakukan dengan perangkap cahaya dan pengamatan detail melalui mikroskop, lalu seluruh spesimen disimpan di Museum Zoologicum Bogoriense sebagai koleksi nasional.


    Pentingnya Pelestarian Ekosistem

    Berdasarkan penelitian, Glyphodella fojaensis hidup di hutan tropis primer Pegunungan Foja, Papua. Chabulina celebesensis ditemukan di hutan sekunder tropis Sulawesi. Kedua spesies bersifat nokturnal atau aktif pada malam hari.

    Penemuan ini menambah data keanekaragaman serangga Indonesia, khususnya ngengat dari famili Crambidae. Temuan ini juga memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat keanekaragaman hayati dunia.

    Para peneliti menilai spesies endemik dengan sebaran terbatas sangat rentan terhadap perubahan lingkungan. Ancaman utama seperti deforestasi dan degradasi habitat dapat mengganggu kelangsungan hidup mereka.

    "Oleh karena itu, perlindungan ekosistem hutan di Papua dan Sulawesi penting agar spesies endemik ini terus lestari," jelas Rosichon.

    Tim peneliti BRIN akan terus mengeksplorasi dan mengkaji biodiversitas serangga di berbagai wilayah Indonesia. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pendataan, pelestarian, dan pemanfaatan sumber daya hayati secara berkelanjutan.






    (crt/pal)

    Komentar
    Additional JS