0
News
    Home Berita Dunia Internasional Featured KBRI Konflik Timur Tengah Spesial UEA

    41 WNI Tertahan di UEA, KBRI Siapkan Opsi Repatriasi - Beritasatu

    3 min read

     

    41 WNI Tertahan di UEA, KBRI Siapkan Opsi Repatriasi


    Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri Judha Nugraha. (Beritasatu.com/Achmad Ali)

    Abu Dhabi, Beritasatu.com – Kedutaan Besar Republik Indonesia di Abu Dhabi (KBRI Abu Dhabi) bersama Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Dubai (KJRI Dubai) terus mengupayakan fasilitasi penerbangan repatriasi bagi warga negara Indonesia (WNI) yang masih tertahan sejak penutupan ruang udara Uni Emirat Arab (UEA) pada 28 Februari 2026.

    Duta Besar RI untuk UEA Judha Nugraha menyampaikan hingga kini terdapat 41 WNI yang masih berada di Abu Dhabi dan Dubai akibat pembatalan penerbangan karena situasi keamanan di Timur Tengah.

    “Mayoritas merupakan penumpang transit yang akan kembali ke Tanah Air atau melanjutkan perjalanan ke negara lain,” ujar Judha, Rabu (4/3/2026) dikutip dari Antara.

    Perwakilan RI tengah berkoordinasi dengan sejumlah maskapai, termasuk Etihad Airways dan Emirates, guna memfasilitasi kepulangan WNI. Skema yang dijajaki adalah penerbangan menuju bandara internasional terdekat dari Jakarta, seperti Singapura dan Bangkok, baik dari Bandara Internasional Zayed Abu Dhabi maupun Bandara Internasional Dubai.

    Dari kota-kota tersebut, para WNI diharapkan dapat melanjutkan perjalanan ke Indonesia melalui penerbangan lanjutan.

    Namun, operasional penerbangan di UEA saat ini masih terbatas. Maskapai memprioritaskan rute dengan jumlah penumpang besar untuk mengakomodasi sekitar 20.000 pengunjung yang turut terdampak penutupan ruang udara.

    “Jumlah penumpang menuju Jakarta relatif sedikit sehingga membutuhkan pengaturan khusus,” jelas Judha.

    Opsi Jalur Darat dan Umrah

    Selain penerbangan langsung, KBRI juga mengkaji opsi repatriasi mandiri melalui perjalanan darat menuju Oman. Skema ini memungkinkan WNI menuju Muscat dan melanjutkan penerbangan dari Bandara Internasional Muscat yang telah beroperasi normal.

    Opsi lain yang dijajaki adalah pemulangan melalui jalur penerbangan umrah dengan memanfaatkan bandara di Jeddah dan Madinah yang masih melayani rute internasional.

    Judha menegaskan pemerintah akan terus mengupayakan berbagai alternatif agar para WNI dapat segera kembali ke Indonesia dengan aman. KBRI Abu Dhabi dan KJRI Dubai juga melakukan komunikasi intensif dengan para WNI terdampak untuk memastikan kebutuhan mereka terpenuhi selama menunggu kepulangan.


    Komentar
    Additional JS