0
News
    Home Amerika Serikat Berita Dunia Internasional Featured Iran Konflik Timur Tengah Spesial

    AS Namai Serangan ke Iran Operasi 'Epic Fury' - detik

    5 min read

      

    AS Namai Serangan ke Iran Operasi 'Epic Fury'

    Kerusakan di Teheran, Iran, akibat serangan AS-Israel (Foto: via REUTERS/Amir Kholousi/ISNA/WANA)
    Washington DC -

    Amerika Serikat (AS) meluncurkan serangan ke Iran dan menyebabkan pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei tewas. Serangan tersebut dinamai operasi 'Epic Fury'.

    Dilansir NBC News, Minggu (1/3/2026), Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth memuji serangan militer AS terhadap Iran dan menyebut Operasi 'Epic Fury' sebagai operasi udara paling mematikan, paling kompleks, dan paling presisi dalam sejarah.

    "Rezim Iran memiliki kesempatan, namun menolak untuk membuat kesepakatan - dan sekarang mereka menanggung konsekuensinya. Selama hampir lima puluh tahun, Iran telah menargetkan dan membunuh warga Amerika, selalu mencari senjata paling ampuh di dunia untuk memajukan tujuan radikal mereka. Tadi malam, tidak seperti presiden sebelumnya, Presiden Trump mulai menangani kanker ini," kata Hegseth dalam sebuah unggahan di X.

    Dia mengatakan AS 'tidak akan mentolerir rudal-rudal ampuh yang menargetkan rakyat Amerika'. Dia menyebut operasi tersebut ditujukan untuk menghancurkan rudal-rudal Iran, produksi rudal, dan angkatan lautnya.

    "Seperti yang selalu dikatakan Presiden Trump sepanjang hidupnya, Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir," kata Hegseth.

    Dia mengklaim AS tidak memulai konflik. Dia mengklaim Iran telah mengancam warga AS.

    "Amerika Serikat tidak memulai konflik ini, tetapi kami akan mengakhirinya. Jika Anda membunuh atau mengancam warga Amerika di mana pun di dunia - seperti yang dilakukan Iran - maka kami akan memburu Anda, dan kami akan membunuh Anda," ujarnya.

    Sementara itu, Komando Pusat AS (CENTCOM) menyebut operasi 'Epic Fury' dimulai pada 28 Februari atas arahan Donald Trump. Pasukan AS dan sekutu AS mulai menyerang target pada pukul 01.15 waktu AS untuk melumpuhkan aparat keamanan rezim Iran.

    AS mengklaim serangan dilakukan dengan memprioritaskan lokasi yang menimbulkan ancaman langsung. Target termasuk fasilitas komando dan kendali Korps Garda Revolusi Islam, kemampuan pertahanan udara Iran, lokasi peluncuran rudal dan drone, serta lapangan terbang militer.

    "Presiden memerintahkan tindakan berani, dan prajurit, pelaut, penerbang, marinir, penjaga, dan penjaga pantai kita yang gagah berani menjawab panggilan tersebut," kata komandan CENTCOM, Laksamana Brad Cooper.

    Setelah gelombang awal serangan AS dan sekutu, pasukan CENTCOM mempertahankan diri dari ratusan serangan rudal dan drone Iran. Tidak ada laporan korban jiwa atau cedera terkait pertempuran di pihak AS. Dia juga mengklaim kerusakan pada instalasi AS minimal dan tidak berdampak pada operasi.

    Jam-jam pertama operasi tersebut mencakup peluncuran amunisi presisi dari udara, darat, dan laut. Selain itu, Satuan Tugas Scorpion Strike CENTCOM menggunakan drone serang satu arah berbiaya rendah untuk pertama kalinya dalam pertempuran. Operasi Epic Fury melibatkan konsentrasi kekuatan militer AS terbesar di kawasan Arab dalam satu generasi.

    (haf/imk)

    Komentar
    Additional JS