0
News
    Home ASDP Berita Featured Lebaran Mudik Spesial

    ASDP Berlakukan Tarif Tunggal dan Diskon hingga 21 Persen Saat Mudik Lebaran 2026 - Info Publik

    3 min read

     

    ASDP Berlakukan Tarif Tunggal dan Diskon hingga 21 Persen Saat Mudik Lebaran 2026


    : PT ASDP Indonesia Ferry menggelar media gathering bersama Forum Wartawan Perhubungan di Jakarta, Kamis (12/3/2026). (Foto: Wandi/InfoPublik)

    Jakarta, InfoPublik – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyiapkan sejumlah kebijakan baru untuk mendukung kelancaran arus mudik Lebaran 2026, termasuk penerapan single tariff serta pemberian stimulus berupa potongan harga tiket penyeberangan.

    Direktur Operasi dan Transformasi Rio Theodore Natalianto Lasse mengatakan kebijakan tersebut bertujuan memberikan layanan yang lebih sederhana, nyaman, dan terjangkau bagi masyarakat. “Melalui kebijakan single tariff ini, pengguna jasa tidak perlu lagi memilih antara tiket reguler atau eksekutif. Harapannya layanan menjadi lebih sederhana dan memudahkan masyarakat,” ujar Rio dalam acara media gathering bersama Forum Wartawan Perhubungan (Forwahub) di Jakarta, Kamis (12/3/2026).

    Selain penyederhanaan tarif, PT ASDP Indonesia Ferry juga memberikan stimulus berupa potongan harga tiket penyeberangan sekitar 21,9 persen dari tarif normal. Program stimulus tarif ini berlaku mulai 12 Maret hingga 21 Maret 2026 pada sejumlah lintasan penyeberangan utama.

    Menurut Rio, kebijakan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat sekaligus mendukung kelancaran arus mudik. “Dengan adanya stimulus tarif ini, rata-rata pengguna jasa bisa mendapatkan manfaat lebih dari 21 persen dari tarif yang berlaku,” jelasnya.

    Rio Theodore Natalianto Lasse menegaskan bahwa dalam operasional angkutan Lebaran, prioritas utama ASDP tetap pada aspek keselamatan.  “Target utama yang harus kita pastikan adalah safety. Keselamatan penumpang tetap menjadi prioritas utama,” katanya.

    Selain itu, perusahaan juga memastikan seluruh penumpang tercatat dalam sistem manifest secara akurat. Hal ini penting untuk mendukung keselamatan serta perlindungan asuransi bagi pengguna jasa.

    ASDP memprediksi puncak arus mudik akan terjadi pada pertengahan hingga akhir Maret. Untuk lintasan utama di Jawa, puncak arus diperkirakan terjadi pada 17–18 Maret. Sementara pada lintasan lain, lonjakan pergerakan diprediksi berlangsung hingga 26 Maret.

    Pada lintasan Pelabuhan Ketapang – Pelabuhan Gilimanuk, ASDP juga melakukan penyesuaian jadwal operasional karena bertepatan dengan perayaan Hari Raya Nyepi.

    Untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan, ASDP juga menyiapkan sistem pengelolaan arus kendaraan berbasis digital melalui Port Operation Control Center (POCC).

    Sistem ini memungkinkan pemantauan pergerakan kendaraan dan kapal secara real-time sehingga antrean di pelabuhan dapat dikelola lebih baik.

    Selain itu, ASDP juga memperkuat kesiapan infrastruktur pelabuhan, armada kapal, serta tenaga layanan baik di kapal maupun di darat.


    Komentar
    Additional JS