BI Ingatkan Masyarakat Terapkan “5 Jangan” Saat Menggunakan Uang Rupiah -
BI Ingatkan Masyarakat Terapkan “5 Jangan” Saat Menggunakan Uang Rupiah
Bank Indonesia mengimbau masyarakat menjaga uang rupiah melalui prinsip “5 Jangan”. Penukaran uang Lebaran tercatat mencapai 91% dari target Rp185,6 triliun.

Bank Indonesia (BI) mengajak masyarakat menjaga kondisi uang rupiah agar tetap layak edar melalui kampanye sederhana bertajuk “5 Jangan”.
Imbauan ini disampaikan menjelang periode pembagian Tunjangan Hari Raya (THR), ketika peredaran uang tunai di masyarakat biasanya meningkat.
Deputi Gubernur BI, Ricky P. Gozali menegaskan pentingnya menjaga kondisi fisik uang agar tidak cepat rusak saat digunakan dalam aktivitas sehari-hari.
“Buat masyarakat yang dapat THR dan sudah tukarkan uang, kami imbau ingat 5 jangan, jangan dilipat, jangan dicoret, jangan distaples, jangan diremas, dan jangan dibasahi,” kata Ricky dalam Konferensi Pers RDG BI Maret, dikutip Rabu (18/3/2026).
Kampanye “5 Jangan” untuk Menjaga Uang Rupiah
Ricky menjelaskan, kebiasaan merawat uang kertas sangat penting untuk menjaga kualitas uang yang beredar di masyarakat.
Lima larangan tersebut meliputi tidak melipat, tidak mencoret, tidak menstaples, tidak meremas, serta tidak membasahi uang rupiah.
Menurutnya, langkah sederhana tersebut dapat membantu menjaga kondisi uang agar tetap layak digunakan dalam transaksi.
Selain itu, menjaga uang rupiah juga dinilai sebagai bentuk penghormatan terhadap mata uang nasional yang menjadi simbol kedaulatan negara.
Penukaran Uang Lebaran Capai 91 Persen
Dalam kesempatan yang sama, Bank Indonesia juga mencatat peningkatan realisasi penukaran uang tunai menjelang Hari Raya Idulfitri tahun ini.
Ricky menyampaikan bahwa hingga saat ini realisasi penukaran uang telah mencapai 91 persen dari total target yang disiapkan.
"Hingga saat ini realisasinya sudah melebihi tahun lalu. Tahun lalu sebesar 89% dari rencana kita, tahun ini hingga hari ini sudah 91% realisasinya," kata Ricky dalam Konferensi Pers Pengumuman Hasil RDG Maret 2026, Selasa (17/3/2026).
Bank Indonesia tahun ini menyediakan Rp185,6 triliun untuk kebutuhan penukaran uang kartal masyarakat. Jumlah tersebut meningkat sekitar 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya.