Geng Motor Berulah di Bandar Lampung, Pelajar SMP Dibacok - Liputan6
Geng Motor Berulah di Bandar Lampung, Pelajar SMP Dibacok
Aksi penyerangan diduga dilakukan oleh geng motor kembali terjadi di Kota Bandar Lampung.
Liputan6.com, Jakarta - Aksi penyerangan yang diduga dilakukan oleh geng motor kembali terjadi di Kota Bandar Lampung. Seorang pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) berinisial FA (15) menjadi korban pembacokan di Jalan Singa Melintang, kawasan Sepang Jaya, Kecamatan Labuhan Ratu, Jumat, 27 Februari 2026 malam.
Akibat kejadian itu, remaja asal Perumnas Way Kandis tersebut mengalami luka bacok di bagian kepala hingga harus mendapat 10 jahitan. Selain itu, korban juga menderita luka sayatan di punggung dan sejumlah luka di bagian kaki.
Kakak korban, Malik mengatakan, peristiwa bermula saat adiknya bersama seorang temannya berjalan kaki usai melaksanakan salat tarawih di rumah rekannya di wilayah Kota Sepang Jaya.
Menurut dia, berdasarkan keterangan korban dan saksi, mereka sempat berkeliling di sekitar rumah teman sebelum berpapasan dengan sekelompok orang dewasa yang mengendarai sepeda motor dalam jumlah banyak.
Korban dan temannya diduga merasa terancam karena rombongan tersebut mengacungkan senjata tajam. Keduanya pun berusaha melarikan diri untuk menghindari kejaran.
“Adik saya ikut lari, tapi terpeleset dan terjatuh. Saat itulah dia dianiaya dan dibacok,” ujar Malik, Minggu (1/3).
Polisi Kejar Pelaku
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5123063/original/072193700_1738767459-Screenshot_20250205_214348_WhatsApp.jpg)
Usai melakukan penganiayaan, para pelaku disebut sempat bersorak di lokasi kejadian. Warga sekitar yang mendengar keributan kemudian keluar rumah dan memberikan pertolongan kepada korban.
FA selanjutnya dibawa pulang menggunakan sepeda motor sebelum akhirnya dilarikan ke rumah sakit.
Keluarga korban telah membawa FA menjalani perawatan medis sekaligus visum, serta melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. Laporan teregister dengan nomor LP/B/334/II/2026/SPKT/Polresta Bandar Lampung/Polda Lampung.
Pihak keluarga berharap aparat segera menangkap para pelaku dan memprosesnya sesuai hukum yang berlaku.
Sementara itu, Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Gigih Andri Putranto mengonfirmasi telah menerima laporan tersebut.
"Sudah laporan, sedang kami dalami," singkatnya.