KAI Palembang bekali petugas latihan P3K jelang Angkutan Lebaran 2026 - ANTARA News
Palembang (ANTARA) - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional III Palembang membekali para petugas dengan pelatihan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) guna meningkatkan kesiapan pelayanan Angkutan Lebaran 2026/Idul Fitri 1447 Hijriah.
Manajer Humas KAI Divre III Palembang Aida Suryanti di Palembang, Sumatera Selatan, Rabu, mengatakan pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman serta keterampilan dasar petugas dalam menangani kondisi medis darurat di lingkungan stasiun maupun selama perjalanan kereta api.
Petugas yang berada di lini depan pelayanan memiliki peran penting dalam memberikan respons cepat apabila terjadi kondisi darurat terhadap pelanggan.
“Frontliner merupakan garda terdepan perusahaan yang bertanggung jawab menyapa pelanggan, melayani kebutuhan, serta menangani keluhan secara langsung. Oleh karena itu, mereka juga perlu memiliki pemahaman dasar mengenai pertolongan pertama agar dapat bertindak cepat apabila terjadi kondisi darurat terhadap pelanggan,” katanya.
Ia menjelaskan pelatihan tersebut merupakan hasil kolaborasi KAI Divre III Palembang dengan Rumah Sakit Siloam Sriwijaya Palembang dengan menghadirkan pemateri dr. Aswir Vembrinaldi.
Pelatihan itu juga merupakan bagian dari komitmen KAI dalam meningkatkan standar keselamatan dan kenyamanan perjalanan pelanggan, khususnya menjelang periode Angkutan Lebaran yang identik dengan peningkatan mobilitas masyarakat.
Peserta pelatihan berasal dari berbagai unsur petugas operasional dan pelayanan yang sehari-hari berinteraksi langsung dengan pelanggan, antara lain kondektur, masinis, Polsuska, prama dan prami, petugas keamanan, teknisi kereta api, petugas stasiun hingga petugas kebersihan.
Dalam kegiatan itu peserta mendapatkan materi mengenai penanganan kondisi gawat darurat, termasuk teknik dasar pertolongan pertama sebelum bantuan medis profesional tiba.
Sebagai dukungan layanan kesehatan bagi pelanggan, KAI Divre III Palembang juga menyediakan pos kesehatan di sejumlah stasiun yang dilengkapi tenaga medis dan fasilitas dasar untuk memberikan pertolongan pertama kepada penumpang yang membutuhkan.
"Pos kesehatan tersebut tersedia di Stasiun Kertapati, Prabumulih, Muara Enim, Lahat dan Lubuk Linggau guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi pelanggan selama menggunakan layanan kereta api," kata Aida.
Sementara, Pemateri Pelatihan P3K dr. Aswir Vembrinaldi menjelaskan bahwa penanganan awal dalam situasi darurat dimulai dengan penilaian cepat terhadap kondisi korban, mulai dari pengamanan lokasi kejadian hingga pemeriksaan respons korban menggunakan metode AVPU (alert, voice, pain, unresponsive) serta pengecekan jalan napas, pernapasan dan sirkulasi.
Selain itu, peserta juga mendapatkan materi terkait penanganan luka, pendarahan, patah tulang, tersedak hingga teknik evakuasi korban secara aman.
Kegiatan dilanjutkan dengan praktik bantuan hidup dasar (BHD) serta sesi diskusi untuk meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri para petugas dalam menghadapi situasi darurat di lapangan.