0
News
    Home Andrie Yunus Berita Featured Kasus Spesial

    Kasus Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus Berpotensi Memicu Rasa Saling Curiga - Tribunnews

    8 min read

     

    Kasus Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus Berpotensi Memicu Rasa Saling Curiga

    Pelaku penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus harus diusut tuntas karena akan menimbulkan rasa saling curiga di tengah masyarakat.

    Ringkasan Berita:
    • Staf Khusus Wakil Presiden, Suwardi mengutuk keras penyerangan berupa penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus.
    • Ia menilai kasus kekerasan ini merupakan tindakan pengecut yang tidak dapat dibenarkan dalam negara hukum dan demokrasi.
    • Peristiwa ini akan menimbulkan rasa saling curiga di tengah masyarakat.
     


    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Staf Khusus Wakil Presiden, Suwardi mengutuk keras penyerangan berupa penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus.

    Ia menilai penyiraman cairan kimia berbahaya terhadap Andrie Yunus, merupakan tindakan pengecut yang tidak dapat dibenarkan dalam negara hukum dan demokrasi.

    Baca juga: Sahroni Desak Kepolisian Segera Ungkap Pelaku Penyiraman Air Keras terhadap Andrie Yunus

    "Peristiwa ini bukan hanya merupakan bentuk kekerasan semata, namun juga menjadi ancaman serius terhadap rasa aman warga serta kepercayaan publik," kata Suwardi dikutip dari Sekretariat Wakil Presiden, Minggu (15/3/2026).

    Menurut Suwardi, pelaku penyiraman air keras tersebut harus diusut tuntas. Peristiwa ini kata dia akan menimbulkan rasa saling curiga di tengah masyarakat.

    "Saya mengutuk keras peristiwa tersebut karena kekerasan semacam ini berpotensi menimbulkan kekhawatiran serta memicu rasa saling curiga di tengah masyarakat," katanya.

    TEROR AIR KERAS - Video rekaman CCTV penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus diputar dalam jumpa pers di di Gedung Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Jakarta Pusat, Jumat (13/3/2026).
    TEROR AIR KERAS - Video rekaman CCTV penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus diputar dalam jumpa pers di di Gedung Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Jakarta Pusat, Jumat (13/3/2026). (Tribunnews.com/Mario Christian Sumampow)

     

    Menurutnya dalang dari penyiraman air keras tersebut harus dibongkar karena kecurigaan masyarakat saat ini sangat mudah diarahkan kepada pemerintah sebagai penyelenggara negara. 

    Ia meminta aparat kepolisian untuk bertindak cepat mengusut kasus tersebut.

    "Karena itu, pengusutan cepat, menyeluruh, dan transparan menjadi sangat penting," katanya.

    Ia mengatakan Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan aparat penegak hukum untuk melakukan pengusutan tuntas peristiwa penyiraman air keras tersebut  secara transparan. 

    Perintah tersebut harus ditindaklanjuti dengan proses penyelidikan dan penyidikan yang profesional, akuntabel, serta terbuka kepada publik.

    "Agar kepercayaan masyarakat dapat terjaga," katanya.

    Selain itu Suwardi juga mendorong agar rasa saling curiga antara masyarakat sipil dan pemerintah harus dihilangkan. 

    Selama ini  masyarakat sipil menjalankan fungsi kritik sebagai bagian dari kehidupan demokrasi di Indonesia.

    "Hubungan antara negara dan masyarakat sipil harus dibangun di atas prinsip saling menghormati, keterbukaan, dan komitmen bersama terhadap supremasi hukum," pungkasnya.

    Kronologi Penyerangan

    Penyiraman air keras terhadap Andrie terjadi pada Kamis (13/3/2026) menjelang tengah malam di kawasan Salemba Jakarta Pusat. 

    Berdasarkan hasil pemeriksaan, Andrie mengalami luka bakar hingga 24 persen. 

    Kepolisian juga telah menyatakan akan mengusut kasus tersebut.

    Berdasarkan kronologi yang dihimpun KontraS, beberapa hari sebelum kejadian Andrie Yunus menerima sejumlah panggilan dari nomor tidak dikenal pada 9 hingga 12 Maret 2026.

    Sebagian nomor tersebut diduga berkaitan dengan spam penipuan, pinjaman online, hingga modus m-banking.

    Pada hari kejadian, Andrie beraktivitas seperti biasa dan berangkat dari kantor KontraS menuju kantor Center of Economic and Law Studies (CELIOS) di kawasan Menteng sekitar pukul 15.30 WIB untuk menghadiri pertemuan.

    Setelah agenda itu, sekitar pukul 19.45 WIB, ia menuju kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) di Jalan Diponegoro, Menteng, untuk melakukan perekaman podcast bersama staf YLBHI, Zainal Arifin. 

    Diskusi tersebut mengangkat tema “Remiliterisasi dan Judicial Review UU TNI”.

    Perekaman siniar selesai sekitar pukul 20.00 WIB. Namun Andrie masih berada di kantor YLBHI hingga sekitar pukul 23.00 WIB sebelum akhirnya pulang menggunakan sepeda motor setelah sempat mengisi bahan bakar di SPBU Cikini.

    Sekitar pukul 23.37 WIB, saat melintas di Jalan Salemba I dengan sepeda motor Yamaha Aerox berwarna kuning, Andrie melihat sebuah sepeda motor yang dikendarai dua orang melawan arah di kawasan Talang.

    Motor tersebut diduga jenis Honda Beat atau Honda Vario model lama berwarna hitam dengan panel putih di bagian belakang.

    Ketika kedua kendaraan berpapasan, salah satu pelaku langsung menyiramkan cairan yang diduga air keras ke arah korban.

    Cairan tersebut mengenai bagian kanan tubuh Andrie, terutama mata, wajah, dada, dan tangan. Korban langsung berteriak kesakitan hingga menghentikan motornya dan terjatuh.

    Menurut keterangan KontraS, Andrie sempat berteriak meminta tolong sambil berteriak, “AAAH, AAHH, AAHH, PANAS… PANAS!” lalu berteriak “AIR KERAS, AIR KERAS,” hingga warga sekitar berdatangan.

    Akibat cairan tersebut, pakaian yang dikenakan korban bahkan disebut meleleh. 

    Dalam kondisi kesakitan, Andrie sempat berusaha mengambil motor dan tasnya sebelum meninggalkan baju yang rusak di lokasi. 

    Sementara para pelaku langsung melarikan diri menuju Jalan Salemba Raya.

    Saat kabur, pelaku diduga menjatuhkan sebuah gelas berbahan stainless steel yang digunakan untuk membawa cairan tersebut.

    Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya mengatakan Andrie mengalami luka serius di sekujur tubuh terutama pada area tangan kanan dan kiri, muka, dada, serta bagian mata.

    Dimas mengatakan usai insiden itu, Andrie Yunus pun langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

    "Dari hasil pemeriksaan, Andrie mengalami luka bakar sebanyak 24 persen," " kata Dimas dalam keterangannya, Jumat (13/3/2026).

    "Pelaku merupakan 2 orang laki-laki yang melakukan operasinya dengan menggunakan satu motor, masing-masing berperan menjadi pengemudi dan penumpang," ucapnya.


    Komentar
    Additional JS