Konflik Timur Tengah Memanas, 300 Kapal Tanker Terjebak di Selat Hormuz - Merdeka
Konflik Timur Tengah Memanas, 300 Kapal Tanker Terjebak di Selat Hormuz
Sekitar 300 kapal tanker dilaporkan terjebak di sekitar Selat Hormuz akibat meningkatnya konflik Timur Tengah yang menghambat jalur pengiriman minyak dunia.

Sekitar 200 kapal tanker dilaporkan tertahan di pintu masuk Selat Hormuz yang berada di wilayah Teluk Oman pada Selasa (3/3/2026).
Dengan tambahan tersebut, jumlah total kapal tanker yang tidak dapat melintas di kawasan itu mencapai sekitar 300 unit.
Data tersebut berdasarkan pemantauan MarineTraffic yang dianalisis oleh kantor berita RIA Novosti.
Dikutip Antara, Rabu (4/3/2026), saat ini tidak ada kapal tanker yang diketahui melintasi Selat Hormuz. Jalur laut tersebut merupakan penghubung utama antara Teluk Persia, Teluk Oman, dan Laut Arab.
Secara geografis, wilayah pantai utara Selat Hormuz berada di bawah kendali Iran. Sementara pantai selatan kawasan itu terbagi antara Uni Emirat Arab dan Oman.
Konflik Timur Tengah Ganggu Jalur Energi
Ketegangan di kawasan Timur Tengah menjadi salah satu faktor yang memicu terhentinya aktivitas pelayaran di jalur strategis tersebut. Selat Hormuz selama ini dikenal sebagai rute penting untuk distribusi minyak dan gas alam cair (LNG) dari negara-negara Teluk ke berbagai wilayah dunia.
Situasi di kawasan memanas setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran pada 28 Februari. Serangan itu dilaporkan terjadi di beberapa lokasi, termasuk di ibu kota Teheran, dan menyebabkan kerusakan serta korban sipil.
Iran kemudian merespons serangan tersebut dengan meluncurkan sejumlah serangan balasan yang menargetkan wilayah Israel serta pangkalan militer Amerika Serikat di berbagai negara Timur Tengah.
Serangan terhadap Iran terjadi di tengah pembicaraan terkait program nuklir Iran antara Washington dan Teheran di Jenewa, Swiss. Dialog tersebut sebelumnya dimediasi oleh Oman.