0
News
    Home Amerika Serikat Berita Dunia Internasional Featured Konflik Timur Tengah Kurdi Kurdi Iran Kurdi Suriah Spesial

    Kurdi Suriah Peringatkan Kurdi Iran untuk Tak Percaya AS: Pengkhianat - Tribunnews

    9 min read

     

    Kurdi Suriah Peringatkan Kurdi Iran untuk Tak Percaya AS: Pengkhianat

    Kelompok Kurdi Suriah memberikan peringatan kepada Kurdi Iran untuk tak pecaya dengan Amerika Serikat agar tak dikhianati.

    Ringkasan Berita:
    • Kelompok Kurdi di Suriah memberikan peringatan keras kepada kelompok Kurdi di Iran untuk tidak termakan janji manis dari AS.
    • Peringatan dari Kurdi Suriah ini muncul setelah santer terdenar kabar bahwa kelompok di Iran tengah menjalin kesepakatan dengan AS.
    • Berdasarkan pengalaman pahit di medan tempur Suriah, mereka menilai bahwa keberpihakan pada Washington adalah "pedang bermata dua".

    TRIBUNNEWS.COM - Kelompok Kurdi Suriah memberikan peringatan keras kepada saudara etnis mereka di Iran untuk tidak terjebak dalam janji-janji manis Amerika Serikat (AS).

    Peringatan ini muncul menyusul santernya kabar kelompok oposisi Kurdi Iran tengah menjalin kesepakatan dengan pemerintahan Donald Trump untuk menggoyang stabilitas Teheran.

    Pasukan Demokratik Suriah (SDF), yang selama bertahun-tahun menjadi mitra utama AS dalam memerangi ISIS, kini justru menyuarakan skeptisisme.

    Berdasarkan pengalaman pahit di medan tempur Suriah, mereka menilai keberpihakan pada Washington adalah "pedang bermata dua".

    "Kami mengingatkan rekan-rekan di Iran bahwa dukungan militer asing sering kali datang dengan harga yang sangat mahal," ujar salah satu sumber dari kepemimpinan Kurdi Suriah, mengutip Reuters.

    Ketakutan SDF bukan tanpa alasan. Dalam beberapa tahun terakhir, kelompok Kurdi Suriah merasa berulang kali dikhianati oleh kebijakan luar negeri AS yang berubah-ubah.

    Saat kepentingan Washington bergeser, mereka merasa dibiarkan sendirian menghadapi gempuran militer Turki dan tekanan dari rezim Bashar al-Assad.

    SDF menekankan menjadikan diri sebagai instrumen dalam konflik antara AS dan Iran hanya akan memperburuk situasi bagi rakyat Kurdi di wilayah tersebut.

    Mereka menyarankan agar kelompok Kurdi Iran lebih mengutamakan jalur dialog regional daripada menjadi "pion" dalam permainan catur politik Gedung Putih.

    Peringatan ini menjadi relevan seiring laporan intelijen yang menyebutkan adanya rencana operasi darat oleh faksi-faksi Kurdi di Iran barat laut dengan bantuan CIA.

    Namun, hingga saat ini, Pemerintah Regional Kurdistan (KRG) di Irak telah membantah keterlibatan mereka dalam memfasilitasi persenjataan untuk menyerang Iran, demi menjaga stabilitas kawasan yang sudah rapuh.

    Baca juga: Garda Revolusi Iran Nyatakan Kesetiaan kepada Mojtaba Khamenei, Siap Menjalankan Perintah

    Rencana CIA dan Mossad

    AS melalu CIA dan Israel melalui Mossad tengah memperkuat dukungan bagi kelompok milisi Kurdi untuk memimpin fase serangan berikutnya di dalam wilayah Iran.

    Strategi ini disebut-sebut sebagai upaya Washington dan Tel Aviv untuk mengubah peta peperangan dari sekadar serangan udara menjadi infiltrasi darat yang memanfaatkan gejolak internal Iran.

    Kelompok Kurdi, yang selama puluhan tahun berada di garis depan perlawanan terhadap pemerintah Teheran, kini mendapatkan sokongan persenjataan berat dan pelatihan intelijen tingkat tinggi.

    Menurut laporan Axios, seorang pejabat senior intelijen menyatakan penggunaan kekuatan lokal dianggap lebih efektif untuk melumpuhkan instalasi strategis Iran dibandingkan serangan jarak jauh.

    "Fokusnya adalah menciptakan tekanan dari dalam."

    "Milisi Kurdi memiliki pengetahuan medan dan jaringan yang tidak dimiliki pasukan asing," lapor media tersebut.

    Namun, strategi ini bak pedang bermata dua.

    Pengamat internasional menilai keterlibatan aktif Kurdi dapat memicu kemarahan Turki, sekutu NATO yang sejak lama memerangi separatisme Kurdi.

    Ankara dikhawatirkan akan melakukan intervensi jika mereka merasa stabilitas perbatasan mereka terancam oleh penguatan milisi tersebut.

    Menanggapi laporan tersebut, pemerintah Iran melalui kementerian luar negerinya mengecam keras campur tangan asing.

    Baca juga: Trump Sesumbar, Pemimpin Baru Iran Tak Akan Bertahan Lama Tanpa Persetujuan AS

    Teheran menuduh AS dan Israel menggunakan "tentara bayaran" untuk menghancurkan kedaulatan negara.

    "Ini adalah upaya putus asa dari musuh-musuh Iran."

    "Kami tidak akan tinggal diam terhadap setiap proksi yang mencoba menginjakkan kaki di tanah kami," tegas Kementerian Luar Negeri Iran.

    (Tribunnews.com/Whiesa)


    Komentar
    Additional JS