0
News
    Home Amran Sulaiman Berita Featured Hilirisasi Mentan Spesial

    Mentan Amran: Hilirisasi Kunci Indonesia jadi Negara Kuat dan Dorong Kemandirian Energi - Liputan6

    12 min read

     

    Mentan Amran: Hilirisasi Kunci Indonesia jadi Negara Kuat dan Dorong Kemandirian Energi

    Mentan Andi Amran Sulaiman menegaskan, hilirisasi kunci Indonesia menjadi negara kuat, memperkuat ekonomi nasional, mendorong kemandirian energi.


    Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat konferensi pers, Jumat (28/11/2025). (Liputan6.com/Ady Anugrahadi)
    Paling sering ditanyakan
    • Mengapa hilirisasi dianggap penting bagi Indonesia?
    • Komoditas apa saja yang memiliki potensi besar untuk hilirisasi di Indonesia?
    • Apa dampak hilirisasi terhadap kesejahteraan petani dan posisi Indonesia di dunia?
     Baca artikel ini 5x lebih cepat

    Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan, hilirisasi kunci Indonesia menjadi negara kuat, memperkuat ekonomi nasional, mendorong kemandirian energi, serta menjaga ketahanan pangan di tengah dinamika global.

    "Hilirisasi sebagai kunci utama untuk memperkuat ekonomi nasional, kemandirian energi, serta ketahanan pangan di tengah dinamika global," ujar Mentan Andi Amran sebagaimana keterangannya di Jakarta, melansir Antara, Sabtu 28 Maret 2026.

    Menurut dia, Indonesia tidak boleh lagi hanya mengekspor bahan mentah, tetapi harus masuk pada tahap hilirisasi agar nilai tambah dinikmati di dalam negeri.

    "Sejumlah komoditas unggulan seperti kelapa, kelapa sawit (CPO), dan gambir memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui hilirisasi," ucap Amran.

    Dia menjelaskan, produk turunan seperti minyak olahan, santan, coconut water, hingga produk turunan industri lainnya dinilai mampu meningkatkan nilai ekonomi secara signifikan dibandingkan produk mentah.

    "Kelapa kita kuasai dunia, nomor satu dunia. Masalahnya adalah kelapa dikirim bulat-bulat. Kalau ini diolah menjadi virgin coconut oil, coconut milk, coconut water, nilainya bisa puluhan sampai ratusan kali lipat. Air kelapa saja sekarang dijual mahal di luar negeri hanya karena packaging, padahal bahan bakunya dari Indonesia," kata Amran.

     

    Indonesia Kuasai Pasar Gambir Dunia

    Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat konferensi pers, di kantor Kementan, Jakarta, Kamis (22/1/2026). (Foto: Liputan6.com/Tira Santia)
    Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat konferensi pers, di kantor Kementan, Jakarta, Kamis (22/1/2026). (Foto: Liputan6.com/Tira Santia)

    Selain kelapa, menurut Mentan Andi Amran, Indonesia juga menguasai sekitar 80 persen pasar gambir dunia, namun masih diekspor dalam bentuk setengah jadi sehingga nilai tambah dinikmati negara lain.

    "Gambir itu 80 persen kita suplai dunia. Tapi yang dikirim setengah jadi. Kalau kita hilirisasi, nilainya ribuan triliun. Nilai tambah tertinggi itu ada di hilir, bukan di hulu," papar dia.

    Amran juga menyinggung potensi besar hilirisasi kelapa sawit (CPO) yang menurutnya dapat mengubah peta ekonomi dunia karena Indonesia menguasai lebih dari 60 persen produksi CPO dunia.

    "Kalau CPO kita olah semua menjadi margarin, kosmetik, dan produk turunan lainnya, dunia akan sangat bergantung pada Indonesia. Kita kuasai lebih dari 60 persen pasar dunia. Artinya Indonesia sangat menentukan," ucap dia.

    Ia menegaskan, hilirisasi tidak hanya akan memperkuat ekonomi nasional, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani, membuka lapangan kerja, serta memperkuat posisi Indonesia di dunia internasional.

     

    Perjuangan Menuju Swasembada dan Hilirisasi Tak Selalu Mudah

    Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman
    Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman memastikan perang Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran tak mengganggu pertanian Indonesia. Termasuk pasokan dari bahan baku pupuk yang dibutuhkan di Tanah Air.

    Meski begitu, Mentan Amran menyampaikan perjuangan menuju swasembada dan hilirisasi tidak selalu mudah karena ada pihak-pihak yang tidak senang ketika Indonesia berhenti impor dan mulai mandiri.

    Namun demikian, ia memastikan pemerintah akan terus melanjutkan program hilirisasi, swasembada pangan, dan kemandirian energi sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

    "Tidak semua orang senang kalau kita swasembada. Tapi kita akan lanjutkan perjuangan ini. Kita akan jadikan Indonesia besar melalui pangan, energi, dan hilirisasi. Di situlah masa depan ekonomi Indonesia," kata Amran.

    Ia menekankan, keberhasilan Indonesia dalam memperkuat sektor pangan bahkan telah memberikan dampak terhadap harga pangan dunia karena Indonesia berhasil mengurangi impor beras secara signifikan.

    "Harga pangan dunia, khususnya beras, sebelumnya mencapai 660 dolar AS per ton dan kini turun menjadi 340 dolar AS per ton. Penurunan tersebut mencerminkan kontribusi Indonesia dalam menekan harga pangan global," terang Amran.

     

    Dampak Signifikan

    Mentan Amran Pastikan Gudang Bulog Penuh di Musim Kemarau
    Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman Inspeksi Mendadak (Sidak) ke gudang beras Bulog Sub Divre Kediri.

    Mentan Amran menjelaskan, langkah Indonesia yang menghentikan impor beras hingga 7 juta ton setara sekitar Rp 100 triliun berdampak signifikan, sehingga turut mendorong penurunan harga beras dunia hingga sekitar 44 persen.

    "Dan itu adalah kerja keras kita semua. Bukan saya, kami adalah bagian kecil dari republik ini," papar dia.

    Keberhasilan Indonesia di sektor pangan tersebut mendapat pengakuan internasional melalui penghargaan ketahanan pangan dunia dari FAO selama dua tahun berturut-turut 2024–2025 atas kontribusi yang sangat memperkuat sistem pangan global.

    Seiring pengakuan tersebut, lanjut Mentan, minat kerja sama pangan meningkat, ditandai kunjungan Jepang, Kanada, Chile, dan Belarus yang datang belajar ke Indonesia karena melihat bukti keberhasilan nyata sektor pangan nasional yang dicapai pemerintah.

    Mentan Amran menegaskan, ketahanan pangan merupakan hal yang sangat strategis karena krisis pangan dapat berdampak pada krisis politik dan sosial.

    "Kalau krisis ekonomi, Indonesia mampu bertahan. Kalau krisis kesehatan, COVID-19, Indonesia mampu bertahan. Tapi begitu krisis pangan akan melompat krisis politik dan konflik sosial bisa terjadi," kata dia.

    "Negara bisa runtuh kalau krisis pangan. Makanya Presiden kita sangat visioner, dari awal sudah bicara swasembada pangan dan swasembada energi," jelas Mentan Amran.

    Infografis Siasat Berbagai Negara di Dunia Berjuang Hadapi Krisis Energi.
    Infografis Siasat Berbagai Negara di Dunia Berjuang Hadapi Krisis Energi. (Liputan6.com/Abdillah)

    Komentar
    Additional JS