0
News
    Home Berita Featured Lebaran Mudik Spesial

    Penyebab Utama Tiket Pesawat Masih Tinggi Saat Mudik 2026 - Beritasatu

    2 min read

     

    Penyebab Utama Tiket Pesawat Masih Tinggi Saat Mudik 2026


    Ilustrasi tiket maskapai penerbangan. (Freepik)

    Jakarta, Beritasatu.com - Harga tiket pesawat masih tinggi menjelang periode mudik Lebaran 2026 menjadi sorotan di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat, meski pemerintah telah mengeluarkan sejumlah kebijakan untuk menekan harga tiket pesawat domestik.

    Kepala Pusat Kebijakan Keselamatan dan Keamanan Transportasi Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Bernadette Endah Sekar Mayashanti mengatakan, pemerintah sebenarnya telah memberikan insentif berupa penghapusan sejumlah komponen pajak dalam tiket pesawat.

    “Sebetulnya sudah ada diskon tiket pesawat dari pemerintah jadi diskon tiket pesawat itu berupa pajak-pajaknya itu tidak dikenakan seperti pajak untuk airport (bandara), kemudian pajak di tiket PPN,” ujar Bernadette Endah Sekar kepada wartawan di kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Kamis (19/3/2026).

    Namun demikian, ia menjelaskan harga tiket pesawat masih berpotensi mengalami kenaikan seiring tingginya permintaan masyarakat menjelang Lebaran.

    “Kalau nanti ada kenaikan harga tiket pesawat, kemungkinan karena demand atau permintaan tinggi, sementara supply terbatas, sehingga harga naik,” jelasnya.

    Selain itu, kenaikan biaya operasional seperti harga avtur juga dapat memengaruhi harga tiket pesawat.

    Di sisi lain, tingginya harga tiket yang dirasakan masyarakat juga bisa dipengaruhi oleh ketersediaan kursi, terutama jika tiket kelas ekonomi telah habis terjual.

    “Bisa jadi tiket ekonomi sudah habis, sehingga yang tersisa tiket kelas bisnis yang memang lebih mahal,” ujarnya.

    Sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan memberikan potongan harga tiket pesawat domestik kelas ekonomi sebesar 17–18 persen selama periode mudik Lebaran 2026.

    Diskon tersebut berlaku untuk jadwal penerbangan 14–29 Maret 2026, dengan pembelian tiket yang telah dimulai sejak 10 Februari 2026. Program ini ditargetkan menjangkau 3,32 juta penumpang.


    Komentar
    Additional JS