0
News
    Home BBM Berita Featured Prabowo Subianto Spesial

    Prabowo Minta Pembangunan Penyimpanan Baru, Tingkatkan Cadangan BBM Nasional - Merdeka

    6 min read

     

    Prabowo Minta Pembangunan Penyimpanan Baru, Tingkatkan Cadangan BBM Nasional

    Presiden Prabowo menginstruksikan para menterinya untuk membangun fasilitas penyimpanan baru guna meningkatkan cadangan BBM di tingkat nasional.



    Presiden Prabowo Subianto mengundang para Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia terdahulu di Istana Jakarta, pada Selasa, 3 Maret 2026. (Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr).
    Presiden Prabowo Subianto mengundang para Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia terdahulu di Istana Jakarta, pada Selasa, 3 Maret 2026. (Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr). (© 2026 Liputan6.com)

    Presiden Prabowo Subianto meminta kepada para menterinya untuk segera membangun fasilitas penyimpanan baru guna meningkatkan cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional. Hal ini disebabkan oleh kapasitas daya tampung cadangan BBM di Indonesia yang hanya mampu bertahan selama 25 hari.

    "Saya sampaikan bahwa kemampuan daya tampung BBM kita sudah sejak lama hanya maksimal di 25 hari, maksimal. Sehingga cadangan nasional kita itu minimal 20 sampai 23 hari. Sekarang BBM kita itu sudah 23 hari. Jadi sudah di atas standar minimal cadangan nasional yang sebagaimana lazimnya," kata Menteri ESDM Bahlil Lahadalia setelah rapat dengan Prabowo di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (4/3).

    Menurut Bahlil, keterbatasan kapasitas penyimpanan menjadi salah satu tantangan yang perlu segera diatasi. Prabowo menekankan pentingnya penambahan fasilitas penyimpanan agar cadangan BBM nasional dapat meningkat hingga 3 bulan atau 90 hari.

    "Jadi kita tidak bisa katakan lah, teman-teman menganggap harus Pak kita stok 60 hari. Mau isi taruh di mana? Kita tidak punya storage. Makanya sekarang arahan Bapak Presiden segera kita membangun storage. Jadi bukan kita tidak punya cadangan untuk mengisi minyak. Tapi sekarang mau taruh di mana?" tuturnya.

    Bahlil juga mengungkapkan bahwa pemerintah sedang menyiapkan beberapa alternatif lokasi untuk pembangunan storage cadangan BBM nasional, salah satunya di Pulau Sumatra. "Kita rencana salah satu alternatif terbaiknya ada di wilayah Sumatra," ungkapnya.

    Pastikan Keamanan Stok Energi Nasional

    Presiden Prabowo Subianto mengundang para Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia terdahulu di Istana Jakarta, pada Selasa, 3 Maret 2026. (Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr).
    Presiden Prabowo Subianto mengundang para Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia terdahulu di Istana Jakarta, pada Selasa, 3 Maret 2026. (Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr). © 2026 Liputan6.com

    Di sisi lain, Bahlil memastikan bahwa hingga saat ini, pasokan energi nasional tetap dalam keadaan aman. Namun, dia tidak dapat menutup kemungkinan bahwa pasokan energi nasional bisa terganggu jika eskalasi konflik di Timur Tengah semakin meningkat dan berlangsung dalam waktu yang lama.

    "Kalau sampai dengan sekarang belum terganggu. Tapi ke depan kan pasti kalau perangnya lama pasti akan berdampak. Itu sudah pasti. Sampai dengan 1-2 bulan ke depan insyaallah kita masih clear. Insyaallah tidak ada masalah," jelas Bahlil.

    Pemerintah juga telah menyiapkan beberapa langkah mitigasi untuk mengantisipasi potensi gangguan pada jalur pasokan energi global. Salah satu langkah tersebut adalah dengan melakukan diversifikasi sumber impor minyak mentah.

    "Jadi kalau menyangkut LPG nggak ada masalah. Jadi relatif clear lah. Kalau menyangkut BBM yang kita impor kan tinggal bensin. Dan itu kita belinya di Asia Tenggara, tidak ada di Middle East. Jadi relatif insya Allah clear," pungkas Bahlil.


    Komentar
    Additional JS