0
News
    Home Ahmad Vahidi Berita Dunia Internasional Featured Garda Revolusi Iran Spesial

    Profil Ahmad Vahidi, Komandan Baru Pasukan Garda Revolusi Iran - Merdeka

    5 min read

     

    Profil Ahmad Vahidi, Komandan Baru Pasukan Garda Revolusi Iran

    Penunjukan Ahmad Vahidi sebagai menteri terjadi beberapa hari setelah serangan terencana yang diklaim dilakukan oleh AS dan Israel terhadap Iran.



    Brigadir Jenderal Ahmad Vahidi dilaporkan ditunjuk sebagai Panglima Tertinggi baru Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), menggantikan Mohammad Pakpour yang tewas dalam serangan gabungan Amerika
    Brigadir Jenderal Ahmad Vahidi dilaporkan ditunjuk sebagai Panglima Tertinggi baru Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), menggantikan Mohammad Pakpour yang tewas dalam serangan gabungan Amerika (© 2026 Liputan6.com)

    Brigadir Jenderal Ahmad Vahidi telah resmi ditunjuk sebagai Panglima Tertinggi baru Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), menggantikan Mohammad Pakpour yang tewas akibat serangan gabungan dari Amerika Serikat dan Israel. Penunjukan ini pertama kali dilaporkan oleh Daily Iran News di saat ketegangan konflik di kawasan semakin meningkat.

    IRGC adalah pasukan elit yang berperan penting dalam mempertahankan keberlangsungan Republik Islam Iran serta memperluas pengaruh Teheran baik di tingkat regional maupun internasional. Penunjukan Vahidi berlangsung hanya beberapa hari setelah serangan terkoordinasi yang dilakukan oleh AS dan Israel, yang mengguncang struktur militer dan politik Iran.

    Serangan tersebut tidak hanya mengakibatkan kematian Pakpour, tetapi juga dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Kematian Khamenei diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump dan kemudian dikonfirmasi oleh media pemerintah Iran. Sebagai respons, pemerintah Teheran mengumumkan masa berkabung nasional selama 40 hari.

    Rekam Jejak Militer dan Politik

    Ahmad Vahidi, yang lahir dengan nama Vahid Shahcheraghi, bukanlah sosok asing dalam struktur pertahanan Iran. Ia dikenal sebagai salah satu pendiri IRGC dan memiliki pengalaman yang panjang di militer, seperti yang dikutip dari laman Daily Iran News pada Senin (2/3/2026). Pada bulan Desember 2025, Vahidi diangkat sebagai wakil panglima tertinggi IRGC. Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai Menteri Pertahanan dan Menteri Dalam Negeri Iran, yang semakin mengukuhkan posisinya sebagai tokoh kunci dalam keamanan nasional.

    Di dalam IRGC, Vahidi pernah memimpin Pasukan Quds, unit yang bertanggung jawab atas operasi militer eksternal Iran serta pengelolaan jaringan aliansi bersenjata di kawasan. Ia dikenal berperan dalam merumuskan strategi perang asimetris Iran dan membangun kemitraan regional yang menjadi dasar proyeksi kekuatan Teheran. Dengan posisi barunya sebagai Panglima Tertinggi IRGC, Vahidi kini memimpin respons militer Iran terhadap serangan terbaru.

    Operasi Terbesar

    Brigadir Jenderal Ahmad Vahidi dilaporkan ditunjuk sebagai Panglima Tertinggi baru Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), menggantikan Mohammad Pakpour yang tewas dalam serangan gabungan Amerika
    Brigadir Jenderal Ahmad Vahidi dilaporkan ditunjuk sebagai Panglima Tertinggi baru Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), menggantikan Mohammad Pakpour yang tewas dalam serangan gabungan Amerika © 2026 Liputan6.com

    Di tengah perubahan kepemimpinan, IRGC mengeluarkan peringatan yang sangat tegas. Dalam pernyataan resmi yang dirilis oleh media pemerintah, Garda Revolusi mengungkapkan bahwa mereka sedang mempersiapkan "operasi ofensif terbesar dan terkuat dalam sejarah Republik Islam", yang ditujukan kepada Israel dan instalasi militer AS di kawasan tersebut. Selain itu, pernyataan tersebut juga mencantumkan penghormatan kepada Khamenei, yang disebut sebagai "cendekiawan saleh, pembawa panji para martir Revolusi Islam, dan wakil sah Imam al-Mahdi."

    IRGC menggambarkan kematian pemimpin mereka sebagai "kemartiran yang membanggakan". Hingga saat ini, pihak berwenang Iran belum memberikan pengumuman resmi mengenai rincian pengangkatan Vahidi.

    Namun, di tengah situasi yang semakin memanas, penunjukan ini dianggap sebagai langkah strategis Teheran untuk memastikan kesinambungan dalam komando militer dan kesiapan untuk menghadapi kemungkinan eskalasi lebih lanjut di Timur Tengah.

    L
    Komentar
    Additional JS