0
News
    Home Amerika Serikat Berita Dunia Internasional Featured Iran Konflik Timur Tengah Rusia Spesial

    Rusia Diduga Bantu Iran dengan Informasi untuk Serang Militer AS di Timur Tengah - Kompas TV

    6 min read

     

    Rusia Diduga Bantu Iran dengan Informasi untuk Serang Militer AS di Timur Tengah

    Arsip. Presiden Rusia Vladimir Putin berjabat tangan dengan mendiang Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei di Teheran, 19 Juli 2022. (Sumber: Kantor Pemimpin Tertinggi Iran via AP)

    WASHINGTON, KOMPAS.TV - Rusia diduga membantu Iran dengan memberikan informasi sehingga Teheran bisa menyerang pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di kawasan Timur Tengah.

    Dugaan itu diungkapkan dua pejabat yang mengetahui intelijen AS terkait masalah tersebut.

    Hal itu muncul setelah Iran menyerang sejumlah pangkalan AS di Timur Tengah, setelah serangan AS-Israel ke Iran, Sabtu (28/2/2026).

    Baca Juga: Israel Serang Bunker yang Jadi Pusat Komando Militer Iran | KOMPAS MALAM

    Dikutip dari Associated Press, Sabtu (7/3/2026), Para pejabat tersebut yang berbicara dengan syarat anonim mengatakan, intelijen AS belum menemukan Rusia mengarahkan Iran tentang apa yang harus dilakukan dengan informasi itu.

    Namun, ada indikasi pertama bahwa Moskow telah berupaya terlibat dalam perang yang dilancarkan AS dan Israel terhadap Iran sepekan lalu.

    Rusia termasuk dalam negara-negara yang mempertahankan hubungan persahabatan dengan Iran, yang menghadapi isolasi selama bertahun-tahun karena program nuklirnya dan hubungannya dengan kelompok proksi di Timur Tengah.

    Gedung Putih mengecilkan laporan Rusia berbagai informasi intelijen dengan Iran terkait target AS di kawasan.

    Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt pada Jumat (6/3/2026) mengatakan, hal itu tak akan membuat perbedaan apapun terkait operasi militer di Iran.

    “Karena kami benar-benar menghancurkan mereka,” ucap Leavitt.

    Leavitt juga membantah Trump telah berbicara dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin tentang laporan pertukaran intelijen, atau apakah Rusia harus menghadapi konsekuensi.

    Leavitt menegaskan ia akan membiarkan Trump yang berbicara mengenai hal tersebut.

    Sementara itu, Juru Bicara Kremlin, Dmitry Pesko ditanya terkait apakah Rusia akan melampaui dukungan politik dan menawarkan bantuan militer kepada Iran.

    Baca Juga: Trump Tolak Anak Khamenei Jadi Pemimpin Iran, Merasa Berhak Ikut Memutuskan

    Peskov menegaskan belum ada permintaan seperti itu dari Iran.

    “Kami sedang berdialog dengan pihak Iran, dengan perwakilan dari kepemimpinan Iran, dan tentu akan melanjutkan dialog ini,” ucapnya.

    Ia menolak berkomentar saat ditanya apakah Rusia menyediakan bantuan militer dan intelijen ke Teheran sejak perang Iran dimulai.


    Komentar
    Additional JS