0
News
    Home Berita Drone Featured Iran Robot Anjing Polri Shahed-136 Spesial Tekno

    Spesifikasi Shahed-136, Drone Murah Iran yang Ramai Dibandingkan dengan Robot Anjing Polri Rp3 Miliar - inews

    8 min read

     

    Spesifikasi Shahed-136, Drone Murah Iran yang Ramai Dibandingkan dengan Robot Anjing Polri Rp3 Miliar

    VIVA – Pemerintah Amerika Serikat mengakui adanya kesalahan taktis dalam menghadapi ancaman drone Shahed milik Iran dalam konflik terbaru di Timur Tengah. 

    Situasi tersebut menjadi sorotan setelah drone Shahed milik Iran mulai digunakan secara intensif dan menimbulkan tantangan baru bagi sistem pertahanan udara AS dan sekutunya di kawasan Timur Tengah.

    GULIR UNTUK LANJUT BACA

    Senjata “kamikaze” yang menjadi ciri khas Iran

    Dikutip dari berbagai sumber,drone Shahed merupakan pesawat nirawak tipe “kamikaze” yang dirancang untuk menghantam target dengan membawa bahan peledak. Salah satu varian yang paling dikenal adalah Shahed 136, yang pertama kali terlihat pada Juli 2021.

    Drone ini dikembangkan oleh Shahed Aviation Industries Research Center di Iran. Bentuknya menyerupai segitiga dengan panjang sekitar 3,5 meter dan bentang sayap sekitar 2,5 meter.

    Shahed-136 memiliki bobot sekitar 200 kilogram dan mampu melaju dengan kecepatan maksimal sekitar 115 mil per jam atau sekitar 185 kilometer per jam. Drone tersebut juga memiliki jarak tempuh hingga 1.550 mil atau sekitar 2.494 kilometer.

    VIVA Militer: Drone bunuh diri HESA Shahed-136 Republik Islam Iran

    Photo :
    • odessa-journal.com

    Pesawat nirawak ini dilengkapi baling-baling pendorong di bagian belakang serta membawa hulu ledak eksplosif sekitar 50 kilogram. Muatan tersebut cukup untuk merusak bangunan besar, meskipun tidak cukup untuk meruntuhkan gedung pencakar langit secara total.

    Salah satu karakteristik utama drone ini adalah kemampuannya terbang rendah untuk menghindari deteksi radar. Sebelum diluncurkan, drone biasanya diprogram mengikuti jalur penerbangan yang kompleks menuju target.

    Digunakan Rusia dalam perang Ukraina

    Drone Shahed-136 telah lebih dahulu digunakan oleh Rusia dalam perang melawan Ukraina sejak musim gugur 2022.

    Pada awalnya, Rusia mengimpor drone tersebut dari Iran. Namun kemudian Iran membagikan desainnya sehingga Rusia dapat memproduksinya sendiri dalam jumlah besar.

    Dalam sejumlah serangan, Rusia diketahui meluncurkan drone tersebut secara berkelompok hingga ratusan unit sekaligus. Serangan biasanya dilakukan bersama drone pengalih perhatian bernama Gerbera serta sejumlah kecil rudal jelajah dan rudal balistik.

    Rudal-rudal tersebut digunakan untuk melemahkan pertahanan udara lawan, sehingga drone Shahed dapat menembus sistem pertahanan dan menyerang target.

    VIVA Militer: Drone tempur HESA Shahed-136 buatan Iran

    Photo :
    • insider.com

    Drone ini paling efektif digunakan terhadap target statis, terutama infrastruktur utilitas seperti pembangkit listrik atau fasilitas energi. Serangan terhadap infrastruktur tersebut pernah memicu krisis listrik dan pemanas di Ukraina selama musim dingin.

    Efektivitas karena murah dan diproduksi massal

    Sejumlah analis menyebut keunggulan utama Shahed bukan terletak pada teknologi canggih, melainkan pada biaya produksi yang relatif murah dan kemampuannya diproduksi secara massal.

    Analis dari Proyek Pertahanan Rudal di Center for Strategic and International Studies di Washington DC, Patrycja Bazylczyk, mengatakan penggunaan drone murah dalam jumlah besar dapat menciptakan tekanan biaya bagi lawan.

    Menurutnya, setiap drone yang ditembak jatuh memaksa pihak yang bertahan menggunakan interceptor yang jauh lebih mahal.

    Harga satu unit drone Shahed diperkirakan berada di kisaran 20.000 hingga 50.000 dolar AS atau sekitar Rp338 juta hingga Rp845 juta. Sebagai perbandingan, satu rudal jelajah atau rudal balistik dapat bernilai jutaan dolar AS.

    Sementara itu, sistem pertahanan udara yang digunakan sejumlah negara di Timur Tengah dan Israel memiliki harga antara 3 juta hingga 12 juta dolar AS per unit.

    Drone Shahed ramai diperbandingkan warganet RI di media sosial

    Robot K9 milik Polri.

    Photo :
    • VIVA.co.id/Foe Peace Simbolon

    Di Indonesia, pembahasan mengenai harga drone Shahed turut memicu perbandingan di media sosial dengan robot anjing polisi atau K-9 milik Polri.

    Robot tersebut diperkenalkan dalam perayaan HUT Bhayangkara ke-79 di Monumen Nasional, Jakarta, pada 1 Juli 2025.

    Robot anjing itu diklaim dapat mendukung berbagai fungsi kepolisian, mulai dari pengawasan lokasi berbahaya, penjinakan bahan peledak, hingga operasi pencarian dan penyelamatan korban bencana.

    Selain itu, robot tersebut juga disebut mampu membantu pengumpulan bukti forensik, patroli berbasis pengenalan wajah, serta deteksi bahan berbahaya seperti narkotika atau bahan kimia.

    Menurut pengembangnya dari PT EZRA Robotics Teknologi, harga satu unit robot anjing tersebut diperkirakan hampir mencapai Rp3 miliar.

    Perbandingan harga tersebut kemudian memicu berbagai komentar warganet di media sosial. Sebagian pengguna internet menyoroti perbedaan harga antara drone Shahed dan robot anjing polisi, meskipun keduanya memiliki fungsi dan tujuan yang berbeda.

    “Drone Iran 300 juta, masuk Indonesia kena cukai 2,680 m, jadi sama aja 3 milyar,” komentar salah seorang warganet di unggahan akun Instagram @voxantaranews.

    “Gimana ya kalau Indonesia perang, hari pertama perang udah bangkrut negara,” kata warganet lain di postingan yang sama.

    “Bayangin kapal US otw nyerang kita & dicegatnya pake robot anjing tersebut,” celetuk warganet.

    GULIR UNTUK LANJUT BACA

    “Kalkulasi satu Robot anjing, dapat drone 10,” sebut warganet.


    Komentar
    Additional JS