Tak Manusiawi! Video Brutal Pasukan AS dan Zionis Israel Serang 8 Lokasi Pemukiman Iran - Viva
Siap – Kejahatan perang kembali terjadi di Timur Tengah. Rezim Zionis Israel dan Amerika Serikat (AS) melancarkan agresi militer brutal ke wilayah barat Iran, menargetkan daerah pemukiman dan infrastruktur sipil.
Kejahatan rezim Zionis Israel dan Amerika Serikat (AS) dalam menyerang daerah pemukiman Khorramabad.
Lorestan telah menjadi sasaran 66 serangan udara oleh jet tempur Amerika dan Israel dalam lima hari terakhir, dan serangan udara ini terjadi di 8 lokasi berbeda.
Data ini mengungkap skala luar biasa dari agresi militer yang dilancarkan sejak 28 Februari 2026.
Wilayah yang terletak di barat Iran, menjadi salah satu zona yang paling parah dihantam dalam operasi gabungan AS-Israel yang dinamakan "Operation Epic Fury/Roaring Lion".
Khorramabad: Target Serangan Brutal ke Daerah Sipil
Khorramabad, ibu kota Provinsi Lorestan, menjadi saksi keganasan serangan ini.
Kota yang dihuni ratusan ribu warga sipil ini dibombardir berulang kali dalam beberapa gelombang serangan.
Menurut laporan kantor berita resmi Iran, Tasnim, serangan di kota Khorramabad menewaskan lima prajurit angkatan darat.
Mereka adalah anggota Brigade 184 Fathollah dari Divisi Infanteri ke-84 Lorestan.
Kelima prajurit yang gugur itu diidentifikasi sebagai Behzad Dalvand, Javad Khosravi, Abolfazl Habibi, Mehrdad Nazari, dan Hossein Asadipour.
Namun yang lebih memprihatinkan, serangan tidak hanya menyasar instalasi militer.
Rudal dan bom juga dilaporkan menghantam fasilitas sipil.
Media Vietnam Nhan Dan melaporkan bahwa di Provinsi Lorestan, serangan udara menewaskan sebanyak 8 orang, ketika rudal menghantam gedung olahraga Universitas Payame Noor.
Tak hanya itu, pos penyelamatan di jalur antara kota Khorramabad dan Borujerd juga jadi target brutal Zionis Israel dan AS.
28 Wilayah dan Ratusan Target Dihancurkan
Skala serangan AS-Israel ke Iran sangatlah masif.
Sumber pertahanan Zionis menyebut sekitar 200 jet tempur Angkatan Udara mereka melancarkan serangan pertama secara simultan.
Jet-jet itu menghantam sekitar 500 target militer di Teheran.
Target tersebut mencakup arsenal rudal dan sistem pertahanan udara di wilayah barat serta tengah Iran.
Operasi ini menjadi salah satu serangan udara terbesar yang pernah dilakukan Tel Aviv terhadap Teheran.
Secara total, ratusan target di 28 wilayah telah diserang Zionis dan AS.
Di Teheran, target meliputi Kementerian Pertahanan, Kementerian Intelijen, Markas Besar Energi Atom, Kantor Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei, gedung Kehakiman, dan Istana Presiden.
Di wilayah timur, target mencakup Pasukan Dirgantara IRGC di Tabriz, Kermanshah, Jorramabad (penulisan lain untuk Khorramabad), Dezful, dan area lainnya.
Sementara di selatan, fasilitas milik Angkatan Laut dan Dirgantara IRGC menjadi sasaran.
Korban Jiwa Sipil dan Militer
Serangan brutal ini telah menimbulkan korban jiwa yang tidak sedikit.
Badan berita semi-resmi ISNA melaporkan bahwa ribuan anggota IRGC tewas atau terluka dalam serangan terhadap instalasi militer.
Yayasan Martir dan Urusan Veteran Iran menyebutkan bahwa serangan Israel dan AS telah menyebabkan 1.045 orang tewas.
Sementara Bulan Sabit Merah Iran sebelumnya melaporkan sedikitnya 555 orang tewas dan 750 lainnya terluka hingga hari ketiga serangan.
Angka ini menunjukkan betapa dahsyatnya dampak kemanusiaan dari agresi militer yang dilancarkan AS dan Israel.
Klaim AS-Israel dan Respons Teheran
Pemerintah AS dan Israel membenarkan serangan ini sebagai tindakan "pre-emptive strike" untuk menghapus ancaman dari Teheran.
Presiden AS Donald Trump mengatakan Washington telah memulai apa yang disebutnya sebagai "operasi tempur besar-besaran" yang bertujuan melindungi rakyat Amerika dengan menghilangkan ancaman dari rezim Iran.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, bahkan mengancam akan memburu siapa pun pengganti Sayyid Ali Khamenei yang ditunjuk sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang baru.
Sementara itu, Teheran merespons dengan serangan balasan.
IRGC meluncurkan Operasi Janji Sejati 4 yang hingga kini telah mencapai gelombang ke-17.
Dalam gelombang terbaru, Iran meluncurkan 230 drone dan 40 rudal ke target-target AS dan Israel.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian berjanji akan membalas dendam atas kematian Pemimpin Tertinggi Sayyid Ali Khamenei.
"Kejahatan besar ini tidak akan pernah dibiarkan tanpa jawaban dan akan membuka lembaran baru dalam sejarah dunia Islam dan Syiah. Darah murni pemimpin berpangkat tinggi ini (Khamenei) akan mengalir seperti mata air yang deras dan akan memberantas penindasan dan kejahatan Amerika-Zionis," ujarnya.
Dampak Regional dan Global
Konflik ini tidak hanya terbatas di Iran dan Israel.
Negara-negara Teluk yang menjadi basis militer AS ikut terseret.
Kuwait, misalnya, menjadi sasaran karena dituding mendukung serangan udara gabungan AS-Israel ke wilayah Iran.
Gholam-Hossein Mohseni-Ejei, pejabat tinggi Iran, menegaskan: "Mereka yang mengatakan atau melakukan apa pun yang sejalan dengan kehendak Amerika dan rezim zionis (Israel) berada di pihak musuh dan harus ditangani berdasarkan prinsip-prinsip revolusioner Islam dan sesuai dengan masa perang".
Pentagon mengidentifikasi empat dari enam tentara AS tewas dalam perang sejauh ini akibat serangan drone di Kuwait.
Kapal angkatan laut Iran, Iris Dena, juga dilaporkan tenggelam di lepas pantai Sri Lanka.
Kejahatan rezim Zionis Israel dan Amerika Serikat (AS) dalam menyerang daerah pemukiman Khorramabad adalah fakta yang tak terbantahkan.
Enam puluh enam serangan udara dalam lima hari di Provinsi Lorestan, menghantam 8 lokasi berbeda, menewaskan puluhan prajurit dan warga sipil, serta menghancurkan fasilitas publik seperti gedung universitas.
Agresi ini merupakan eskalasi berbahaya yang tidak hanya mengancam stabilitas kawasan Timur Tengah, tetapi juga perdamaian dunia.
Masyarakat internasional harus mendesak diakhirinya kekerasan dan meminta pertanggungjawaban para pelaku kejahatan perang ini.