Tradisi Pasar Bandeng di Gresik, Bandeng Juara Seberat 19 Kg Laku Dilelang Rp 50 Juta - Kompas
GRESIK, KOMPAS.com - Salah satu tradisi jelang Hari Raya Idul Fitri yang biasa digelar di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, adalah pasar bandeng.
Dalam lelang yang dilakukan pada saat pembukaan acara pasar bandeng di Kawasan Bandar Grisse, Gresik, Senin (16/3/2026) malam, dimenangi ikan bandeng seberat 19 kilogram milik Syaifullah Mahdi, petambak asal Desa Pangkahwetan, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik.
Bandeng dengan berat 19 kilogram dan panjang mencapai 114 sentimeter milik Syaifullah tersebut berhasil menyisihkan kontestan lain sehingga berhak memenangi hadiah uang tunai sebesar Rp 30 juta.
Syafullah berhasil mengungguli Askin yang juga petambak asal Desa Pangkahwetan, dengan berat bandeng mencapai 14 kilogram dan panjang 100 sentimeter. Lalu, bandeng milik Zainul Abidin dari Desa Watuagung, Kecamatan Bungah, dengan berat 8 kilogram dan panjang 90 sentimeter.
"Tahun lalu bandeng yang juara seberat 14 kilogram, sementara tahun ini 19 kilogram, dengan umur 18 tahun," ujar Wakil Bupati (Wabup) Gresik, Asluchul Alif, saat memimpin acara lelang, Senin malam.
Baca juga: Sajikan Kelapa Utuh untuk MBG, 9 SPPG di Gresik Kena Suspend
Setelah melalui proses tawar-menawar dalam acara lelang, ikan bandeng milik Syaifullah Mahdi yang telah ditetapkan sebagai juara akhirnya laku terjual Rp 50 juta. Dengan penawar tertinggi, berasal dari perwakilan PT Petrokimia Gresik.
"Alhamdulillah, terjual Rp 50 juta kepada perwakilan dari Petrokimia Gresik. Nanti, uangnya (hasil lelang ikan bandeng) masuk PAD Kabupaten Gresik," kata dokter Alif, sapaan akrab Wabup Gresik.
Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan bahwa pasar bandeng yang sudah ada sejak era Sunan Giri.
Selain itu, pasar bandeng telah lama menjadi tradisi yang terus dijaga oleh masyarakat Gresik secara turun temurun. Bahkan, telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia oleh Kementrian Kebudayaan pada tahun 2025.
"Banyak tradisi budaya yang terus kita jaga dan lestarikan. Mulai dari Rebo Wekasan, Malam Selawe (malam ke-25 Bulan Ramadan) hingga pasar bandeng yang kita laksanakan hari ini," katanya.
Baca juga: Rental iPhone di Gresik Diminati Jelang Lebaran, Sempat Sepi pada Awal Ramadhan
Selain diwarnai acara lelang bandeng dengan ukuran jumbo, dalam acara pembukaan pasar bandeng kali ini juga dimeriahkan oleh penampilan musik gambus, serta menghadirkan chef Rudy Choirudin, yang unjuk kebolehan memasak olahan ikan bandeng.
Pasar bandeng rutin dilaksanakan setiap malam ke-27 di Bulan Ramadhan, dan biasa berlangsung selama tiga hari.
Selain ikan bandeng yang menjadi komoditas utama untuk di pasarkan, juga terdapat banyak lapak dan stan dadakan dari para UMKM yang menjual berbagai macam produk. Termasuk, mainan untuk anak-anak.
Sebelum acara pembukaan kegiatan pasar bandeng kali ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik terlebih dahulu menggelar kirab pada sore hari.
Kirab tersebut digelar dalam rangka memperingati pasar bandeng dan beberapa tradisi lain dari Kabupaten Gresik, yang ditetapkan sebagai WBTb Indonesia.
Baca juga: Revitalisasi 51 Sekolah di Lamongan dan Gresik, Pemprov Jatim Kucurkan Rp 69,7 Miliar
Kirab dimulai dari Gedung Nasional Indonesia (GNI) di Jalan Pahlawan, dan berakhir di Alun Alun Gresik. Dengan diikuti oleh jajaran Forkopimda, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemkab Gresik, serta perwakilan masyarakat.
Guna menyemarakkan acara, saat kirab dibagikan sebanyak 1.000 ekor ikan bandeng segar yang dilakukan secara udik-udikan, dibagikan kepada warga yang menyaksikan secara gratis.
Sedangkan saat acara pembukaan, juga diberikan 2.000 porsi olahan ikan bandeng kepada para pengunjung di lokasi secara gratis.
"Senang bisa lihat bersama dengan keluarga, karena pasar bandeng selalu kami nantikan setiap Bulan Ramadan tiba, meski tadi sempat diguyur hujan," kata salah seorang pengunjung, Halimah (46).
Baca juga: Pemkab Gresik Gelar Mudik Gratis Dengan 7 Rute di Jawa Timur, Pendaftaran Dibuka
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang