0
News
    Home Berita Featured Kasus Kriminal Pemanisme Spesial

    Belahan Bambu Jadi Senjata Maut Preman Habisi Pemilik Hajatan - detik

    5 min read

     

    Belahan Bambu Jadi Senjata Maut Preman Habisi Pemilik Hajatan

    Momen saat warga mengevakuasi korban yang tak sadarkan diri usai dikeroyok preman kampung di Purwakarta (Foto: Istimewa)
    Purwakarta -

    Belahan bambu yang diduga digunakan sebagai senjata ditemukan polisi di lokasi pengeroyokan maut dalam sebuah pesta pernikahan di Desa Kertamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta. Benda sederhana itu diduga menjadi alat yang digunakan sekelompok preman untuk menghabisi nyawa pemilik hajatan, Dadang.

    Pesta pernikahan yang seharusnya menjadi momen bahagia itu pun berubah menjadi tragedi berdarah. Dadang, yang tengah menggelar resepsi pernikahan anaknya, tewas setelah diduga dikeroyok sekelompok pemuda yang dikenal sebagai preman kampung.

    Peristiwa ini dipicu permintaan uang dari kelompok tersebut kepada pihak keluarga. Berdasarkan keterangan keluarga, pelaku sempat meminta uang dalam dua tahap dengan nominal berbeda.

    Adik korban, Wahyudin, mengungkapkan bahwa kelompok tersebut pertama kali datang ke acara resepsi dan meminta uang sebesar Rp100 ribu, yang kemudian diberikan oleh pihak keluarga.

    "Saya itu dimintai uang, istilahnya dipalak. Pertama dikasih Rp100 ribu," ujar Wahyudin saat ditemui di Mapolres Purwakarta, Sabtu (4/4/2026) malam.

    Namun, sekitar satu jam kemudian, kelompok yang sama kembali datang dan meminta uang dengan nominal lebih besar, yakni Rp500 ribu. Permintaan kedua ini ditolak oleh korban.

    "Yang kedua minta Rp500 ribu, kakak saya menolak," katanya.

    Penolakan tersebut memicu keributan. Korban sempat keluar dari tenda resepsi, dan di luar lokasi acara terjadi aksi pengeroyokan.

    "Setelah tidak dikasih, terjadi keributan. Kakak saya dikeroyok tiga orang, saya juga sempat dikeroyok sekitar delapan orang," ungkap Wahyudin.

    Akibat pengeroyokan tersebut, korban terjatuh dan tidak sadarkan diri. Ia sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong.

    Peristiwa tragis itu juga terekam dalam video amatir yang beredar di media sosial. Dalam rekaman tersebut, korban terlihat ambruk, sementara suasana pesta berubah menjadi kepanikan. Istri dan anak korban dilaporkan pingsan di lokasi kejadian.

    Prosesi pemakaman Dadang (58), pemilik hajatan yang meninggal dikeroyok preman di Purwakarta, Minggu (5/4/2026)Prosesi pemakaman Dadang (58), pemilik hajatan yang meninggal dikeroyok preman di Purwakarta, Minggu (5/4/2026) Foto: Dian Firmansyah/detikJabar

    Pantauan di Mapolres Purwakarta, anak korban yang masih mengenakan kebaya resepsi tampak menunggu proses pemeriksaan sambil menahan kesedihan.

    Sementara itu, pihak kepolisian membenarkan adanya peristiwa penganiayaan yang berujung kematian tersebut. Kasi Humas Polres Purwakarta, AKP Enjang Sukandi, mengatakan kejadian bermula dari keributan di lokasi hajatan.

    "Diduga ada sekelompok orang yang membuat keributan di acara hajatan, kemudian berujung pada pemukulan hingga korban tidak sadarkan diri," ujar Enjang.

    Ditemukan Belahan Bambu

    Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan barang bukti berupa belahan bambu yang diduga digunakan untuk menganiaya korban, terutama pada bagian kepala.

    "Korban dipukul menggunakan belahan bambu di bagian kepala hingga tidak sadarkan diri. Untuk penyebab pasti kematian, masih menunggu hasil autopsi," tambahnya.

    Hingga Sabtu malam sekitar pukul 22.30 WIB, jenazah korban masih berada di kamar jenazah RSUD Bayu Asih Purwakarta untuk proses visum dan rencana autopsi.

    Satreskrim Polres Purwakarta terus mendalami kasus ini dengan memeriksa sejumlah saksi dan melakukan penyelidikan lanjutan.

    Kasat Reskrim Polres Purwakarta, AKP Uyun Saeful Uyun, mengatakan pihaknya telah mengidentifikasi terduga pelaku yang melakukan penganiayaan hingga korban meninggal dunia.

    "Sudah teridentifikasi pelaku yang melakukan peristiwa penganiayaan tersebut yang saat ini dalam pengejaran pihak kepolisian," pungkasnya.



    (yum/yum)

    Komentar
    Additional JS