Dari Sembako hingga Air Bersih, Bantuan untuk Aceh Tamiang Terus Disalurkan - Tribunnews
Kepala Satgas PRR Pusat Tito Karnavian, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Sabtu (4/4/2026).
Ringkasan Berita:
- Menteri Dalam Negeri melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh
- Mendagri meninjau titik operasi dan menyerahkan bantuan secara simbolis bagi warga di Desa Lubuk Sidup (185 KK) dan Desa Sekumur (276 KK)
- Mendagri menegaskan bahwa kehadiran pemerintah pusat bertujuan untuk memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi
TRIBUNNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Dalam Negeri yang juga menjabat sebagai Kepala Satgas PRR Pusat Tito Karnavian, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Sabtu (4/4/2026).
Menggunakan helikopter, Mendagri mendarat di Lapangan Bima Patra Paya Bedi tepat pukul 10.40 WIB untuk memimpin langsung percepatan pemulihan pascabencana dengan memimpin apel Praja IPDN Gelombang 3 untuk melaksanakan misi kemanusian sejumlah 768 orang.
Didampingi Kepala Pos Wilayah (Kaposwil) Safrizal ZA, Mendagri lanjut meninjau titik operasi dan menyerahkan bantuan secara simbolis bagi warga di Desa Lubuk Sidup (185 KK) dan Desa Sekumur (276 KK).
Dalam aksi kemanusiaan ini, Satgas PRR menyalurkan bantuan komprehensif berupa 1.000 paket peralatan dapur, 100 unit torent air, 400 paket sembako, serta 200 paket perlengkapan ibadah.
Mendagri menegaskan bahwa kehadiran pemerintah pusat bertujuan untuk memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi sekaligus mempercepat rehabilitasi infrastruktur.
“Kehadiran kami di Aceh Tamiang hari ini untuk memastikan bahwa negara hadir di tengah masyarakat. Sebagai Kepala Satgas PRR Pusat, saya ingin memastikan bantuan darurat dan perlengkapan ibadah tersalurkan, sembari kita membangun infrastruktur jangka panjang seperti sumur bor ini," tutur Mendagri.
Senada dengan hal tersebut, Kaposwil Safrizal ZA merinci bahwa 1.000 paket dapur tersebut merupakan komponen dari Paket Hidup Dasar.
Langkah ini diambil agar warga memiliki kemandirian pangan, sementara pembangunan sumur bor akan menjadi solusi permanen atas krisis air bersih dan sanitasi di wilayah terdampak.
"Kita sudah melihat dan mendengar langsung aspirasi masyarakat. Bapak Menteri juga sudah menyampaikan bahwa kita (pemerintah) akan selalu hadir mengawal percepatan rehab rekon untuk masyarakat, khususnya untuk penyediaan air bersih kita akan langsung bangun sumur bor di lokasi (Lubuk Sidup dan Sekumur)," ungkap Safrizal di sela-sela kunjungan.
Kabupaten Aceh Tamiang saat ini masih menghadapi dampak besar dari bencana hidrometeorologi berupa banjir bandang dan tanah longsor sejak Januari 2026, yang melanda 12 kecamatan dan 209 kampung.
Ribuan warga kehilangan tempat tinggal, dengan kebutuhan hunian sementara (huntara) mencapai lebih dari 8.000 unit, namun baru sekitar 940 unit yang selesai dibangun.
Baca juga: Kasatgas PRR Tito Karnavian Ajak Praja IPDN Kerja Keras Bersihkan Aceh Tamiang
Kondisi Bencana di Aceh Tamiang
- Jenis bencana: Hidrometeorologi (banjir bandang, tanah longsor).
- Pemicu: Badai tropis dan curah hujan ekstrem.
- Wilayah terdampak: 12 kecamatan, 209 kampung.
- Korban: Ratusan jiwa meninggal di seluruh kawasan Aceh, termasuk Aceh Tamiang; ribuan lainnya kehilangan rumah.
Dampak Sosial & Infrastruktur
- Hunian sementara (huntara):
- Kebutuhan: 8.190 unit.
- Selesai: 940 unit.
- Dalam proses: 3.081 unit.
- Kekurangan: lebih dari 4.000 unit.
- Kerusakan: Infrastruktur permukiman rusak parah, banyak desa terisolasi.
- Luka kemanusiaan: Kehilangan keluarga, trauma psikologis, dan keterbatasan akses layanan dasar.