0
News
    Home Berita Bus Restu Featured Lintas Peristiwa Spesial Tol Jombang–Mojokerto

    Diduga Pecah Ban, Bus Restu Mengalami Laka Tunggal di Tol Jombang–Mojokerto, 1 Tewas dan 11 Luka-luka - Pikiran Rakyat

    3 min read

     

    Diduga Pecah Ban, Bus Restu Mengalami Laka Tunggal di Tol Jombang–Mojokerto, 1 Tewas dan 11 Luka-luka

    Kendaraan Bus yang mengalami kecelakaan lalulintas di tol Jombang /PJR Polda Jatim/

    PR JATIM - Kecelakaan bus Restu terjadi di ruas Tol Jombang–Mojokerto KM 689+500 jalur A, tepatnya di Desa Kedunglosari, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang, Kamis (2/4/2026) sekitar pukul 20.00 WIB, kemarin malam.

    Dalam insiden kecelakaan tunggal tersebut, satu penumpang dilaporkan meninggal dunia dan 11 orang lainnya mengalami luka berat.

    Kanit 3 PJR Polda Jatim, AKP Sudirman, menjelaskan bahwa bus Restu bernopol N 7088 UG mengangkut 34 orang termasuk sopir dan kondektur.

    Ia mengaku kendaraan tersebut melaju dari arah Madiun menuju Surabaya saat kejadian.

    “Bus mengangkut 34 orang termasuk sopir dan kondektur, melaju dari arah Madiun ke Surabaya,” ujar Sudirman, Jum'at (3/4/2026).

    Menurutnya, penyebab kecelakaan bus di Tol Jombang–Mojokerto tersebut bukan karena sopir mengantuk, melainkan diduga akibat pecah ban.

    “Diduga kendaraan mengalami pecah ban belakang kanan sehingga kendaraan oleng ke kanan,” jelasnya.

    Akibatnya, sopir kehilangan kendali dan bus terperosok ke parit median tengah hingga akhirnya terguling.

    “Kendaraan terperosok di parit median tengah dan posisi akhir bus terguling menghadap ke barat,” tambahnya.

    Ia menegaskan dari data sementara mencatat satu korban meninggal dunia dan 11 korban luka berat dalam peristiwa kecelakaan tersebut.

    “Untuk korban, satu orang meninggal dunia dan 11 lainnya mengalami luka berat,” tegasnya.

    Sudirman menambahkan, pengemudi bus bernama Nuril selamat dalam kejadian tersebut. Sementara itu, kondektur bernama Syamsudin (49), warga Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri, mengalami luka berat berupa patah tangan kiri.

    “Kondektur mengalami luka berat dan saat ini dalam penanganan di rumah sakit,” katanya.

    Proses evakuasi sempat berlangsung cukup lama lantaran posisi bus berada di parit median tengah jalan tol.

    Petugas gabungan melakukan penanganan mulai dari evakuasi korban hingga pengangkatan badan bus agar tidak mengganggu arus lalu lintas.

    “Kami melakukan evakuasi kendaraan dari median agar tidak mengganggu arus lalu lintas,” pungkasnya.

    Berdasarkan data yang dihimpun tercatat ada 35 penumpang dengan korban luka belasan orang. Namun setelah pendataan ulang, dipastikan jumlah korban sebanyak 1 orang meninggal dunia dan 11 luka berat.***


    Komentar
    Additional JS