0
News
    Home Berita DPR Featured Green SM Spesial

    DPR Minta Pemerintah Evaluasi Green SM: Sudah Beberapa Kali Terhenti di Lintasan Kereta - Liputan6

    31 min read

     

    DPR Minta Pemerintah Evaluasi Green SM: Sudah Beberapa Kali Terhenti di Lintasan Kereta

    Legislator Gerindra Kawendra Lukistian minta langkah tegas diambil.

    Tim News

    Diterbitkan: 

    Taksi Green SM ikut tertabrak KRL di Bekasi Timur (Liputan6.com/Rifqy)
    Paling sering ditanyakan Baca artikel ini 5x lebih cepat

    Liputan6.com, Jakarta - Anggota Komisi VI DPR Kawendra Lukistian meminta kepada pemerintah agar mengambil langkah tegas terhadap perusahaan Green SM, imbas adanya kecelakaan kereta api di Bekasi, Jawa Barat, yang menimbulkan belasan korban jiwa.

    Dia menduga bahwa kendaraan taksi yang terlibat tersebut sebagai pemicu awal rangkaian kecelakaan beruntun. Perjalanan panjang transformasi layanan kereta api, menurut dia, tidak seharusnya tercoreng oleh kelalaian pihak eksternal.

    "Ini bukan sekadar insiden tunggal. Sudah beberapa kali terhenti di perlintasan kereta api dan banyak aduan masyarakat terkait taksi ini,” kata Kawendra di Jakarta, seperti dilansir Antara, Rabu (29/4).

    Sebagai pengguna layanan kereta di Jabodetabek pada era 2006–2010, dia pun mengaku menyaksikan betapa panjang dan sulitnya transformasi yang telah dilakukan oleh PT KAI hingga menjadi seperti sekarang.

    "Rasanya tidak berlebihan bila kita meminta pemerintah untuk mengevaluasi dan mencabut izin operasional perusahaan taksi asal Vietnam tersebut," kata dia.

    Anggota Komisi VI DPR Kawendra Lukistian saat mengecek penumpang kereta api (Istimewa)

    Di sisi lain, dia juga menyampaikan duka mendalam atas insiden tersebut. Tragedi itu, kata dia, benar-benar memilukan hati masyarakat.

    “Insyaallah, para korban khusnul khotimah dan yang terluka diberi kekuatan,” katanya.

     

    Sidak Pool Green SM Bekasi, Kemenhub Kantongi Sejumlah Temuan

    Pool taksi Green SM
    Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdat) Kementerian Perhubungan, Aan Suhanan, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pool taksi Green SM di Bekasi, Jawa Barat pada Selasa (28/4/2026) malam.

    Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdat) Kementerian Perhubungan, Aan Suhanan, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pool taksi Green SM di Bekasi, Jawa Barat pada Selasa (28/4/2026) malam.

    Kegiatan malam ini dilakukan di pool Green SM Bekasi lantaran merupakan lokasi asal operasional kendaraan yang diduga terlibat kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi pada Senin (27/4/2026) malam lalu.

    Aan mengatakan, sidak ini bertujuan untuk memastikan penerapan Sistem Manajeman Keselamatan Perusahaan Angkutan Umum (SMK PAU) berjalan sesuai ketentuan karena berkaitan dengan keselamatan kendaraan.

    "Sidak kami lakukan untuk memastikan seluruh aspek keselamatan tersebut dijalankan, mulai dari pre-trip inspection hingga kompetensi dan kesehatan pengemudi," ujar dia dalam keterangan resmi, Rabu (29/4/2026).

    Adapun inspeksi yang dilaksanakan berfokus pada pemeriksaan kelengkapan administrasi, kelaikan kendaraan, kesiapan operasional armada, serta elemen-elemen keselamatan lainnya.

    "Kami ingin memastikan sistem manajemen keselamatan di perusahaan angkutan umum, termasuk Green SM, telah dilaksanakan sesuai ketentuan. Dari hasil pemeriksaan awal, terdapat beberapa temuan yang akan kami dalami lebih lanjut," ungkapnya.

    Ia mengutarakan, pendalaman lanjutan akan dilakukan di pool pusat Green SM di Kemayoran, Jakarta, pada hari berikutnya untuk memperoleh kesimpulan menyeluruh.

    Selain itu, Ditjen Hubdat pun akan berkoordinasi dengan kepolisian dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) terkait dugaan keterlibatan kendaraan dalam peristiwa kecelakaan KRL Cikarang dengan KA Argo Bromo Anggrek.

    Dalam kesempatan yang sama, Direktur Sarana dan Keselamatan Transportasi Jalan Yusuf Nugroho yang memimpin inspeksi mengatakan, sidak ini merupakan bagian dari pengawasan terhadap pelaksanaan SMK PAU yang diamanatkan dalam Peraturan Menteri Perhubungan PM Nomor 85 Tahun 2018 tentang Sistem Manajemen Keselamatan Perusahaan Angkutan Umum.

    Yusuf menyatakan, hasil dari audit dan inspeksi nantinya akan menjadi dasar pemberian rekomendasi. Itu bisa berupa perbaikan sistem keselamatan, ataupun pemberian sanksi administratif apabila ditemukan pelanggaran berupa surat peringatan, pembekuan izin, sampai dengan pencabutan izin sesuai tingkat pelanggarannya

    "Dalam hal terjadinya insiden, Ditjen Perhubungan Darat dapat melakukan audit dan inspeksi melalui pengamatan dan pemantauan," kata Yusuf.

    "Jadi yang kita lakukan ini sudah sesuai dengan pasal 16 di PM 85 tahun 2018, bahwa dalam kondisi tertentu seperti kecelakaan lalu lintas yang menonjol atau berulang, Ditjen Hubdat dapat melakukan audit dan inspeksi untuk memastikan aspek keselamatan," tuturnya.

     

    Kecelakaan Kereta Bekasi, Green SM Sampaikan Duka dan Komitmen Keselamatan

    Pool taksi Green SM
    Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdat) Kementerian Perhubungan, Aan Suhanan, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pool taksi Green SM di Bekasi, Jawa Barat pada Selasa (28/4/2026) malam.

    Perusahaan taksi listrik, Green SM Indonesia, akhirnya buka suara terkait insiden kecelakaan kereta yang terjadi di Bekasi Timur, Jawa Barat.

    Dalam pernyataan resminya, Green SM Indonesia menyampaikan duka mendalam atas peristiwa tersebut serta belasungkawa kepada keluarga korban.

    “Kami menyampaikan duka mendalam serta belasungkawa kepada keluarga dan orang-orang terdekat dari para korban. Kami menaruh perhatian atas insiden ini dan berharap seluruh pihak yang terlibat segera pulih serta berada dalam kondisi aman,” demikian pernyataan resmi Green SM Indonesia, dikutip Selasa (28/4/2026)

    Perusahaan menegaskan bahwa insiden tersebut saat ini masih dalam proses investigasi dan belum terdapat kesimpulan resmi dari pihak berwenang.

    Green SM juga menyatakan terus berkoordinasi dengan otoritas terkait dengan menyampaikan informasi yang relevan guna mendukung jalannya investigasi.

    “Saat ini, insiden tersebut masih dalam proses investigasi dan belum terdapat kesimpulan resmi dari pihak berwenang. Green SM terus berkoordinasi dengan otoritas terkait dengan menyampaikan informasi yang relevan serta mendukung jalannya investigasi,” tulis perusahaan.

    Lebih lanjut, Green SM menegaskan komitmennya terhadap keselamatan dan transparansi dalam operasional.

    “Keselamatan dan transparansi tetap menjadi prioritas utama kami. Kami berkomitmen untuk menjaga standar operasional yang ketat guna mendukung keselamatan pengemudi, penumpang, dan masyarakat,” demikian pernyataan tersebut.

    Hingga kini, proses investigasi kecelakaan kereta di Bekasi masih berlangsung dan melibatkan berbagai pihak terkait.

     

    Lanjut Baca:KAI Catat Ada 130 Perlintasan Sebidang di Wilayah Daop 1 Jakarta Tanpa Penjagaan

    Rekomendasi

    Berita Terbaru

    Selengkapnya
    Komentar
    Additional JS