0
News
    Home Berita Featured KA Argo Bromo Anggrek Kecelakaan Kereta KRL Lintas Peristiwa Spesial

    Korban Kecelakaan KRL Bekasi Terlempar dan Nyangkut di Rak Bagasi Saat Tabrakan

    5 min read

      

    Korban Kecelakaan KRL Bekasi Terlempar dan Nyangkut di Rak Bagasi Saat Tabrakan


    BEKASI, KOMPAS.com - Dahsyatnya tabrakan antara KRL Commuter Line dan kereta api jarak jauh (KAJJ) Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur menyisakan cerita mengerikan bagi para penumpang yang selamat.

    Salah satunya dialami oleh Sausan (30), penumpang KRL yang hendak pulang dari Kuningan ke Tambun.

    Tubuhnya terlempar hingga tersangkut di rak bagasi atas akibat tabrakan.

    Yuli, keluarga korban, menceritakan bahwa saat kecelakaan nahas tersebut terjadi, keponakannya sedang duduk dan sama sekali tidak mengingat momen tabrakan tersebut akibat syok.

    Respons Sultan HB X soal Kekerasan di Daycare Little Aresha

    Baca juga: Daftar 10 Korban Tewas Kecelakaan KRL Bekasi yang Teridentifikasi di RS Polri

    "Posisi duduk di sebelah kiri ya. Dia juga enggak tahu, lagi main HP, jadi langsung bunyi 'brak' gitu. Dia kayak enggak sadar, ingat-ingat posisi udah ada di atas (rak bagasi) yang biasa kita naruh-naruh barang. Nah, dia udah di situ," ujar Yuli saat ditemui di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi, Selasa (28/4/2026).

    Di atas rak besi tersebut, Sausan tidak sendirian. Tubuhnya terhimpit di antara tumpukan penumpang lain yang juga terpental akibat kerasnya benturan.

    "Di bawah dia ada, di atas dia juga ada. Jadi udah ketumpuk-tumpuk. Dia hanya ingat tangannya satu berasa, tapi yang satu udah enggak karena di sini patah. Terus di sini (paha kiri) sobek, celananya juga udah robek," jelas Yuli.

    Baca juga: Rumah-rumah di Kemayoran Porak-poranda...

    Sempat dikira penipuan

    Kabar duka mengenai kecelakaan yang menimpa Sausan awalnya justru ditanggapi dengan keraguan oleh keluarga.

    Ibunda korban yang berulang kali dihubungi oleh nomor tidak dikenal pada malam itu, sempat mengira pesan tersebut adalah modus kejahatan penipuan.

    "Tahunya pas kejadian itu diteleponin terus karena ibunya merasa nomor asing enggak kenal, dia jadi 'ah nggak ah takut'. Terus ada WA tulisannya, 'Ibu anaknya kecelakaan'. Biasa kan suka ada WA-WA yang gitu ya, hoaks gitu yang minta uang," tutur Yuli.

    Pihak keluarga baru menyadari kebenaran informasi tersebut setelah kakak laki-laki korban mengambil alih komunikasi dan menerima kiriman foto Sausan yang tergeletak lemas di peron stasiun.

    Baca juga: Korban Tewas Kecelakaan KRL di Bekasi Sempat Dilarang Pergi, tapi Tetap Ingin Jenguk Anak

    Pemandangan itu pun sempat membuat sang ibu syok berat.

    "Dikirimin fotonya terus, 'Ya Allah', dikiranya udah meninggal gitu. Karena posisi udah tiduran, udah digeletak di peron di bawah ya. Jadi udah ketolong duluan dia," kata dia.

    Saat pertama kali dihampiri oleh sang kakak di lokasi kejadian, Sausan yang masih dalam kondisi syok berat mengaku kaget bahwa dirinya bisa selamat dari tragedi tersebut.

    Baca juga: Penyiraman Air Keras di Cengkareng Jakbar Diduga Dipicu Tuduhan Curang Saat Main Bola

    "Kakaknya kan yang ke sana duluan ya, kaget. Dia (Sausan) langsung bilang, 'Lemas Kak. Aku masih hidup Kak? Tas aku Kak, handphone aku Kak?'," ucapnya menirukan.

    Operasi pasang pen

    Akibat insiden tersebut, Sausan mengalami patah tulang di lengan bagian kiri dan luka robek di bagian paha kiri.

    Ia pun menjalani operasi pemasangan pen dan jahit paha yang berlangsung selama empat jam sejak pukul 14.00 hingga 18.00 WIB.

    Kini, kondisi Sausan perlahan mulai stabil dan harus menjalani masa observasi di ruang rawat inap.

    Baca juga: Korban Selamat Ceritakan Detik-detik Tabrakan KA Argo Bromo dan KRL di Bekasi

    Sebelumnya diberitakan, tabrakan terjadi antara KRL jurusan Cikarang nomor PLB 5568A dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi sekitar pukul 20.52 WIB pada Senin malam. Titik kejadian berada di emplasemen Stasiun Bekasi Timur KM 28+920.

    Akibat insiden tersebut, 15 penumpang KRL meninggal dunia.

    Para korban telah dievakuasi ke sejumlah fasilitas kesehatan, antara lain RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.

    Sementara itu, sebanyak 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek dilaporkan selamat.

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Komentar
    Additional JS