0
News
    Home Berita Dunia Internasional Featured Konflik Timur Tengah KSAD Lebanon Spesial UNIFIL

    KSAD Minta Keluarga Tak Khawatir, Prajurit UNIFIL Sudah Terlatih Hadapi Risiko Misi di Lebanon - Tribunnews

    6 min read

     

    KSAD Minta Keluarga Tak Khawatir, Prajurit UNIFIL Sudah Terlatih Hadapi Risiko Misi di Lebanon

    KSAD Maruli Simanjuntak meminta keluarga prajurit TNI di misi UNIFIL tidak risau, karena prajurit sudah terlatih dan memahami situasi tugas.


    Ringkasan Berita:
    • KSAD Maruli Simanjuntak meminta keluarga prajurit TNI di misi UNIFIL tidak risau, karena prajurit sudah terlatih dan memahami situasi tugas.
    • Ia menegaskan setiap misi perdamaian memiliki SOP jelas, namun tetap mengandung risiko, sehingga keluarga diminta terus mendoakan keselamatan prajurit.
    • Tiga prajurit gugur dalam dua insiden ledakan berbeda di Lebanon, sementara korban luka masih dirawat dan kasusnya tengah diselidiki.

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak meminta para keluarga dari prajurit TNI kontingen Garuda UNIFIL yang bertugas dalam misi perdamaian dunia di Lebanon, untuk tidak risau atau khawatir. 

    Ia menyatakan para prajurit terpilih tersebut sudah terlatih dan paham apa yang harus dilakukan dalam menghadapi situasi di tengah konflik. 

    Hal ini disampaikan Maruli usai menjadi Inspektur Upacara penyerahan tiga jenazah TNI kontingen Garuda UNIFIL yang gugur dalam tugas misi perdamaian di Lebanon, di apron Terminal 3 Bandara Soekarno - Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu malam (4/4/2026).

    Mereka adalah Mayor (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar, Serka (Anumerta) Muhammad Nur Ikhwan, dan Kopda (Anumerta) Farizal Rhomadhon.

    "Nggak usah risau. Sebetulnya mereka juga sebetulnya tahu apa yang harus dilakukan," kata Maruli.

    Ia menjelaskan bahwa setiap penugasan negara, apalagi dalam misi perdamaian dunia di bawah naungan PBB, ada prosedur operasional standar (SOP) mengenai apa yang harus dilakukan di tengah kondisi ketidakpastian.

    Namun Maruli tak memungkiri bahwa pasukan TNI yang terpilih bergabung dalam misi menjaga perdamaian dunia tidak lepas dari risiko.

    Kendati begitu ia meminta keluarga dari anggota prajurit terpilih tersebut untuk mendoakan segala sesuatunya berjalan dengan baik. 

    "Tapi apapun juga semua pasti ada risikonya di tengah-tengah kejadian tersebut. Yang penting doakan saja, mudah-mudahan semua berjalan dengan baik," katanya.

    Sebagai informasi Kopda (Anm.) Praka Farizal Romadhon, Mayor Inf (Anm.) Zulmi Aditya Iskandar, dan Serka (Anm.) Muhammad Nur Ichwan sebelumnya gugur dalam insiden yang terjadi di dua lokasi dan dua waktu berbeda saat menjalankan misi pemeliharaan perdamaian di bawah mandat PBB atau UNIFIL di Lebanon.

    Kopda (Anm.) Farizal gugur akibat ledakan proyektil artileri di posisi UNIFIL dekat Adchit Al Qusayr pada Minggu (29/3/2026).

    Seorang prajurit TNI penjaga perdamaian juga terluka parah dalam insiden tersebut.

    Mayor Inf (Anm.) Zulmi Aditya Iskandar dan Serka (Anm.) Muhammad Nur Ichwan gugur saat sebuah ledakan di pinggir jalan menghancurkan kendaraan mereka di dekat Bani Hayyan pada Senin (30/3/2026).

    Dalam insiden itu, seorang prajurit TNI terluka parah dan seorang lainnya terluka.

    Para prajurit TNI yang terluka tengah mendapakan perawatan medis di rumah sakit di Beirut, Lebanon.

    Baca juga: KSAD Pimpin Penyerahan Tiga Jenazah Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

    Saat ini, UNIFIL juga tengah menyelidiki kedua kejadian yang terjadi di tengah eskalasi konflik antara militer Israel dan Pasukan Hizbullah tersebut.


    Komentar
    Additional JS