0
News
    Home Berita Featured Jagung Spesial

    Mengenal "Kapolsek Jagung" di Semarang, Amankan Wilayah dan Dampingi Petani dalam Keseharian - Kompas

    6 min read

     

    Mengenal "Kapolsek Jagung" di Semarang, Amankan Wilayah dan Dampingi Petani dalam Keseharian



    UNGARAN, KOMPAS.com - Panas menyengat terasa di areal perkebunan Dusun Pluwang Desa Wringinputih Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Senin (6/4/2026).

    Namun hal itu tak menyurutkan semangat petani jagung yang sedang panen.

    Tak hanya petani, di tengah mereka ada seorang polisi berseragam.

    Baca juga: Sudah Jadi Korban Pencurian, Warga Baubau Diduga Diperas Oknum Polisi

    Dialah Kapolsek Bergas Polres Semarang AKP Harjono, yang kini mendapat julukan sebagai Kapolsek Jagung.

    Pegawai Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KA Argo Bromo Tabrak KRL

    Ini karena selain menjalankan tugas kepolisian sehari-hari, Harjono mendapat tugas tambahan melakukan pendampingan para petani jagung di wilayahnya.

    "Ini adalah bagian dari tugas seorang polisi untuk menciptakan ketahanan pangan, sesuai instruksi pimpinan," ujarnya saat ditemui di sela-sela panen Jagung, Senin.

    "Ya memang setelah ada program Presiden Prabowo terkait ketahanan pangan, di wilayah Bergas ini yang terluas di Kabupaten Semarang. Di Wringinputih ini lahan yang ditanami jagung seluas enam hektare," katanya lagi.

    Baca juga: Viral Unggahan Asrama Papua di Yogyakarta Diserang OTK, Ini Penjelasan Polisi

    Program ketahanan pangan

    Kapolsek Bergas Polres Semarang AKP Harjono berbincang dengan petani jagung yang sedang panen

    Lihat Foto

    Menurut Harjono, di wilayah Polsek Bergas panen jagung telah dilaksanakan tiga kali.

    Sementara hasil panen kali ini, adalah jagung yang ditanam pada Desember tahun lalu.

    "Bibit yang ditanam jenis Serasi38, asli Kabupaten Semarang," ungkapnya.

    "Kendala utamanya memang serangan hama tikus. Itu bisa mengurangi produktivitas tanaman jagung yang ditanam," kata dia.

    Baca juga: Soal Anggaran Rumah Jabatan Rp 25 M, Gubernur Kaltim: Sudah Sesuai SOP

    Harjono mengatakan, setelah ada program ketahanan pangan, pengetahuannya tentang tanam menanam semakin bertambah. Ini karena dia sering berinteraksi dengan petani, setidaknya seminggu dua kali, saat berkunjung ke kebun jagung.

    Tak hanya soal menanam, hingga memupuk, termasuk soal harga dan cara distribusi.

    "Karena sering ke kebun jagung, ini malah kulit saya sekarang juga bertambah hitam," ungkapnya sembari tertawa.

    Mengenai julukan Kapolsek Jagung, Harjono mengaku tak mempermasalahkan.

    Malah julukan itu memotivasi dirinya agar hasil panen jagung petani menggembirakan, sehingga bisa mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

    Baca juga: Menunggak Ratusan Juta, Pemasok MBG Geruduk SPPG Protomulyo 1 Kendal

    Harga jagung cenderung stabil

    Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Mahesa Jenar Jatirunggo, Gunanto mengatakan, setelah ada pendampingan dari kepolisian, produktivitas tanaman jagung meningkat.

    Salah satu sebabnya, karena petani semakin mudah mendapatkan pupuk.

    Saat ini harga pupuk kisaran Rp 93.000 per sak seberat 20 kilogram.

    Baca juga: "Dulu Pembeli Ramai Sampai Enggak Bisa Duduk, Sekarang Duduk Terus"

    Menurut Gunanto, harga jagung pun cenderung stabil.

    Untuk jagung kering seharga Rp 5.600 per kilogram dan jagung basah Rp 4.200. Jagung dari kelompok tersebut langsung disetorkan ke Bulog.

    "Lahan seluas kurang lebih satu hektare, bisa menghasilkan jagung kurang lebih lima ton," kata Gunanto.

    "Kami terima kasih dengan adanya pendampingan dalam program ketahanan pangan ini, menanam jagung sekarang terasa lebih mudah. Ada fasilitas dan motivasi dari kepolisian," kata Gunanto.

    Baca juga: Hendak Kabur, Pelaku Pengeroyokan Maut Tuan Rumah Hajatan Purwakarta Ditangkap di Subang

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Peringatan Singapura, Selat Malaka Lebih Bahaya dari Hormuz jika AS-China Perang

    Komentar
    Additional JS