0
News
    Home Berita Featured MinyaKita Spesial

    MinyaKita Langka di Jakarta, Pemprov Fokuskan Distribusi ke Pasar Tradisional - Republika

    10 min read

     

    MinyaKita Langka di Jakarta, Pemprov Fokuskan Distribusi ke Pasar Tradisional

    Harga naik dan stok menipis, Pemprov Jakarta memastikan pasokan MinyaKita diperkuat.

    Rep: Bayu Adji Prihammanda,Frederikus Dominggus Bata,Bayu Adji Prihammanda,Frederikus Dominggus Bata

    Republika/Prayogi Pedagang menunjukan Minyakita di sebuah warung klontong di Jakarta. Harga MinyaKita mengalami kenaikan di sejumlah wilayah. (ilustrasi)

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Minyak bersubsidi MinyaKita dilaporkan mengalami kelangkaan di pasaran, termasuk di wilayah Jakarta. Bukan hanya konsumen, sejumlah pedagang juga mengeluhkan ketiadaan MinyaKita di pasaran sejak Ramadhan 1447 H.

    Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (PPKUKM) Provinsi Jakarta Elisabeth Ratu Rante Allo mengatakan, berdasarkan hasil rapat koordinasi terbatas (rakortas), telah disepakati bahwa MinyaKita tidak digunakan dalam konteks bantuan pangan. Menurut dia, distribusi MinyaKita akan difokuskan secara menyeluruh ke pasar rakyat sehingga memperkuat pasokan di pasar tradisional.

    “Dengan kebijakan tersebut, pasokan MinyaKita akan lebih diarahkan ke pasar rakyat sehingga akses masyarakat terhadap minyak goreng rakyat semakin baik,” kata dia melalui keterangannya, Rabu (22/4/2026) lalu.

    Menurut Ratu, peningkatan distribusi ke pasar rakyat akan memberi dampak positif bagi konsumen rumah tangga dan pelaku usaha kecil yang sangat bergantung pada minyak goreng sebagai kebutuhan harian. Pemprov Jakarta juga akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat, distributor, BUMN pangan, pengelola pasar, dan pelaku usaha untuk memastikan rantai pasok berjalan lancar.

    Ia menambahkan, pihaknya juga akan terus memantau perkembangan harga minyak goreng di pasar tradisional maupun ritel modern. Pemantauan juga dilakukan untuk memastikan ketersediaan pasokan tetap aman guna memenuhi kebutuhan masyarakat.

    Menurut dia, minyak goreng merupakan komoditas strategis yang sangat dibutuhkan rumah tangga maupun pelaku usaha mikro kecil. Karena itu, pergerakan harga dan distribusinya akan menjadi perhatian pemerintah.

    “Kami mengimbau masyarakat tidak perlu khawatir karena ketersediaan MinyaKita dalam kondisi sangat cukup,” kata Ratu.

    Ia menambahkan, pihaknya juga akan memperkuat pengawasan di lapangan untuk mencegah praktik penimbunan, distribusi yang tidak merata, maupun spekulasi harga yang merugikan masyarakat. Perkembangan harga komoditas strategis pun terus dipantau melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

    “Kami berharap masyarakat berbelanja sesuai kebutuhan dan tetap tenang. Pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan terus bekerja menjaga stabilitas harga serta memastikan pasokan minyak goreng tersedia di pasar,” ujar Ratu.

    Sebelumnya diberitakan, kelangkaan minyak goreng bersubsidi MinyaKita dikeluhkan masyarakat. Baik pembeli maupun pedagang mengaku kesulitan mendapatkan stok di pasaran, bahkan sejak sebelum bulan Ramadhan.

    Tak hanya langka, harga MinyaKita juga mengalami kenaikan di pasaran. Pedagang menyebutkan, harga kemasan 1 liter kini mencapai Rp 24 ribu, sementara ukuran 800 ml dijual sekitar Rp 19 ribu.

    arrow_forward_ios

    Baca selengkapnya

    00:00

    00:02

    01:23

    Berita Terkait

    Harga MinyaKita Melonjak, Zulhas Beberkan Penyebabnya

    Bisnis - 57 menit yang lalu

    Iran Sita Dua Kapal di Selat Hormuz, Ketegangan di Teluk Memanas

    Internasional - 12 jam yang lalu

    Kasus Minyakita Ilegal Terbongkar, Minyak Curah Dikemas Ulang

    Inpicture - 22 April 2026, 07:00

    Kementan: Santri dan Pesantren Berkontribusi Terhadap Ketahanan Pangan

    News Rejabar - 20 April 2026, 15:21

    Pengamat Sebut Kenaikan BBM Nonsubsidi Tepat dan Minim Pengaruh ke Inflasi

    Bisnis - 19 April 2026, 11:37

    Komentar
    Additional JS