0
News
    Home Berita Featured Gunung Rinjani Spesial

    Pendaki Buang Sampah di Area Susah Dijangkau, Petugas Sampai Turun Tebing di Rinjani - detik

    2 min read

     

    Pendaki Buang Sampah di Area Susah Dijangkau, Petugas Sampai Turun Tebing di Rinjani



    Mataram -

    Petugas Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Nusa Tenggara Barat (NTB) melaksanakan kegiatan bersih-bersih sampah di wilayah wisata cam area Pelawangan Sembalun atau kaki kawasan Gunung Rinjani Lombok, untuk menjaga ekosistem kawasan.

    "Aktivitas pendakian tidak hanya meninggalkan jejak cerita, tetapi juga potensi menimbulkan sampah di area yang sulit dijangkau, termasuk di tebing-tebing curam di kawasan wisata alam Gunung Rinjani," kata Kepala Balai TNGR NTB Budhy Kurniawan di Mataram seperti dilansir dari Antara, Selasa (28/4/2026).

    Ia mengatakan sebagai bentuk tanggung jawab pengelolaan kawasan, tim melaksanakan kegiatan pembersihan sampah pada area tebing. Dengan menggunakan teknik tali dan standar keselamatan, petugas menuruni lereng untuk menjangkau sampah yang tersangkut di celah bebatuan.

    "Kegiatan ini membutuhkan ketelitian, keterampilan, serta komitmen tinggi terhadap keselamatan kerja," katanya.

    Ia mengatakan upaya ini merupakan bagian dari pengelolaan berkelanjutan di Gunung Rinjani, guna menjaga kebersihan dan kelestarian ekosistem pegunungan.

    Selain itu, kegiatan ini juga menjadi pengingat bagi seluruh pendaki untuk lebih bertanggung jawab terhadap barang bawaan, khususnya sampah.

    "Karena menjaga kelestarian Rinjani adalah tanggung jawab kita bersama. Mari terapkan prinsip bawa turun kembali apa yang dibawa naik," katanya.

    Ia mengimbau kepada masyarakat atau pengunjung untuk tetap menjaga kawasan untuk kepentingan bersama dan keberlanjutan ekosistem kawasan.

    "Mari wujudkan kawasan yang aman dan bersih, supaya wisatawan merasa nyaman," katanya.

    Sebelumnya, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani telah membuka aktivitas pendakian di kawasan Gunung Rinjani Lombok sejak 1 April, setelah sebelumnya ditutup sementara pada awal 2026 untuk meningkatkan ekosistem kawasan.

    Oleh karena itu, pihaknya mengimbau kepada para pengunjung atau pendaki untuk sama-sama menjaga kebersihan kawasan dengan tidak membuang sampahnya sembarangan.

    (ddn/ddn)

    Komentar
    Additional JS