0
News
    Home Berita Featured Makan Bergizi Gratis Prabowo Subianto Spesial

    Prabowo Klaim Banyak Negara Belajar MBG ke Indonesia karena Rutin Beri Makan 60 Juta Orang - Kompas TV

    3 min read

     

    Prabowo Klaim Banyak Negara Belajar MBG ke Indonesia karena Rutin Beri Makan 60 Juta Orang

    Close Ads x

    Kompas.tv - 29 April 2026, 16:09 WIB


    Presiden Prabowo Subianto berdialog dengan para siswa SMAN 1 Cilacap, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2026). (Sumber: BPMI Sekretariat Presiden via ANTARA)

    JAKARTA, KOMPAS.TV - Presiden Prabowo Subianto mengeklaim banyak negara belajar mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke pemerintah Indonesia karena program tersebut secara rutin melayani lebih dari 60 juta penerima manfaat.

    Demikian hal itu disampaikan Kepala Negara dalam sambutannya di acara groundbreaking 13 proyek hilirisasi di Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2026).

    ​"Banyak negara sekarang belajar MBG ke kita, karena di mana ada negara bisa memberi makan lebih 60 juta orang, lima kali seminggu, dari ibu hamil hingga lansia yang tidak berdaya, kita antar makanannya," kata Prabowo dikutip Antara.

    Baca Juga: Prabowo Targetkan Swasembada Energi Tahun 2029: Kita Negara Kaya, Banyak yang Mengincar

    Menurutnya, MBG berfungsi sebagai mesin penggerak ekonomi baru. Pemerintah melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) berperan sebagai pembeli siaga (offtaker) untuk menyerap hasil panen petani dan nelayan.

    Dengan begitu, kata Prabowo, sistem tersebut akan mampu memutus ketergantungan pada tengkulak dan menjaga stabilitas harga saat panen raya.

    Pemerintah menargetkan pembangunan 30.000 dapur MBG yang diperkirakan menyerap 1,5 juta tenaga kerja, serta pengaktifan 81.000 Koperasi Merah Putih yang diproyeksikan mempekerjakan 1,4 juta orang di sektor logistik.

    Baca Juga: Prabowo Luncurkan 13 Proyek Hilirisasi Rp116 T, Fokus pada Energi, Mineral, dan Pertanian

    Prabowo menyampaikan anggaran yang digunakan untuk program-program tersebut merupakan hasil dari efisiensi yang dilakukan pemerintah dalam menekan kebocoran anggaran akibat korupsi.

    ​"Ini adalah uang yang kita hemat dari korupsi. Kita tahan, kita realokasi dan kita gelontorkan ke rakyat. Saya merasa berada di jalan yang benar," tutur Prabowo.

    Sumber : Antara

    Komentar
    Additional JS