0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Israel PBB Spesial UNIFIL

    Provokasi Israel Kian Biadab: Konvoi PBB Dicegat, Personel UNIFIL Sempat Ditahan - Inilah

    4 min read

     

    Provokasi Israel Kian Biadab: Konvoi PBB Dicegat, Personel UNIFIL Sempat Ditahan


    Pasukan penjaga perdamaian dari Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) menaiki kendaraan lapis baja selama patroli di sepanjang perbatasan dengan Israel di dekat Desa Kfar Kila di Lebanon selatan pada 4 Juni 2025. (Foto: AFP)

    KecilBesar

    Aksi sewenang-wenang tentara Israel (IDF) di wilayah Lebanon selatan kembali memicu kecaman dunia. Kali ini, militer Zionis tersebut nekat mencegat konvoi logistik Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) dan sempat menahan salah satu personel penjaga perdamaian pada Selasa malam (7/4/2026).

    Insiden ini menambah panjang daftar pelecehan Israel terhadap mandat internasional di tengah eskalasi konflik yang terus membara di perbatasan utara.

    Dalam pernyataan resminya, komando UNIFIL mengonfirmasi bahwa unit militer Israel memblokade jalur yang tengah dilalui konvoi logistik rutin mereka. Tanpa alasan yang jelas, tentara IDF kemudian menahan seorang personel penjaga perdamaian yang berada di dalam iring-iringan tersebut.

    "Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menahan seorang penjaga perdamaian UNIFIL setelah memblokir konvoi logistik kami," bunyi pernyataan tertulis misi PBB tersebut.

    Diplomasi Kilat di Garis Depan

    Ketegangan sempat memuncak di lokasi kejadian sebelum akhirnya komunikasi tingkat tinggi dilakukan. Kepala Misi sekaligus Komandan Pasukan UNIFIL bersama Cabang Penghubung segera melakukan kontak langsung dengan pihak militer Israel untuk menuntut pembebasan personel mereka.

    Langkah diplomatik darurat tersebut membuahkan hasil. Penjaga perdamaian yang ditahan akhirnya dibebaskan dalam waktu kurang dari satu jam. Meski berakhir tanpa kontak senjata, UNIFIL menegaskan bahwa tindakan Israel ini merupakan bentuk intimidasi yang tidak dapat ditoleransi.

    Pelanggaran Berat Resolusi Dewan Keamanan PBB

    UNIFIL secara tegas menyatakan bahwa penahanan terhadap personel penjaga perdamaian merupakan pelanggaran berat terhadap hukum internasional. Lebih dari itu, aksi pencegatan ini dianggap sebagai pembangkangan nyata terhadap Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 1701.

    Resolusi tersebut merupakan landasan hukum internasional yang mengatur gencatan senjata dan mandat keamanan di wilayah Lebanon Selatan. Setiap upaya campur tangan, penghalangan, apalagi penahanan terhadap kegiatan pasukan penjaga perdamaian, adalah pelanggaran hukum yang mencederai kedaulatan mandat PBB.

    "Setiap campur tangan terhadap kegiatan pasukan penjaga perdamaian merupakan pelanggaran terhadap Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701," tegas UNIFIL.

    Jejak Berdarah di Lebanon Selatan

    Insiden pencegatan ini bukanlah peristiwa isolasi. Sejak pecahnya eskalasi besar antara militer Israel dan kelompok Hizbullah pada 2 Maret lalu, posisi penjaga perdamaian PBB di Lebanon kian terhimpit.

    Data resmi komando UNIFIL mencatat setidaknya tiga orang penjaga perdamaian telah gugur di Lebanon selatan akibat serangan langsung militer Israel dalam kurun waktu sebulan terakhir. Selain korban jiwa, sejumlah personel lainnya dilaporkan mengalami luka-luka akibat hantaman proyektil dan serangan udara yang menyasar sekitar pos-pos PBB.

    Dunia kini menanti ketegasan Dewan Keamanan PBB untuk menyikapi aksi IDF yang kian terang-terangan menargetkan simbol-simbol perdamaian internasional. Jika tindakan biadab ini terus dibiarkan tanpa sanksi, mandat perdamaian di Lebanon terancam runtuh total di tangan arogansi militer Israel.


    Komentar
    Additional JS