0
News
    Home Berita Donald Trump Featured Paus Leo XIV Spesial

    Respons Kritik Donald Trump, Paus Leo: Saya Tidak Takut! - Beritasatu

    3 min read

     

    Respons Kritik Donald Trump, Paus Leo: Saya Tidak Takut!

    Paus Leo XIV tiba di Monumen Martir Maqam Echahid di Aljir, Senin, 13 April 2026, pada hari pertama perjalanan apostolik selama 11 hari ke Afrika. (AP/AP)

    Vatikan, Beritasatu.com –  Paus Leo XIV memberikan respons tegas terhadap serangan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, terkait sikap Vatikan dalam perang AS-Israel di Iran.

    Pemimpin Gereja Katolik sedunia kelahiran AS tersebut menegaskan bahwa seruan Vatikan untuk perdamaian dan rekonsiliasi berakar kuat pada Injil. Ia juga menyatakan tidak takut pada pemerintahan Trump.

    “Menyamakan pesan saya dengan apa yang diupayakan presiden di sini, menurut saya, berarti tidak memahami pesan Injil,” ujar Paus Leo XIV kepada wartawan di atas pesawat kepausan dalam perjalanan menuju Aljazair, Senin (13/4/2026).

    Paus pertama asal AS dalam sejarah ini menekankan, seruannya merupakan misi gereja untuk dunia, bukan serangan langsung kepada Trump atau siapa pun.

    Teguran ini menyusul kritik Trump pada Minggu (12/4/2026) malam, yang menyebut Paus "tidak melakukan pekerjaan dengan baik" dan "sangat liberal". Trump bahkan meminta Paus berhenti melayani kelompok "Kiri Radikal".

    Ketegangan bermula setelah Paus Leo XIV menyarankan adanya "khayalan kemahakuasaan" yang memicu konflik di Iran. Trump membalasnya dengan menyebut Paus "lemah dalam hal kejahatan" dan buruk bagi kebijakan luar negeri AS.

    “Saya tidak menginginkan seorang Paus yang berpikir tidak apa-apa bagi Iran memiliki senjata nuklir,” tulis Trump dalam unggahan media sosial yang panjang.

    Selain kritik verbal, Trump juga mengunggah foto kontroversial yang menyiratkan dirinya memiliki kekuatan spiritual layaknya santo, dengan cahaya memancar dari jari-jarinya.

    Paus Leo XIV sebelumnya menggambarkan retorika perang yang mengancam kehancuran peradaban sebagai hal yang "benar-benar tidak dapat diterima".

    Kritik Trump meluas hingga kebijakan di Venezuela dan mengeklaim Paus terpilih hanya karena dirinya adalah presiden AS. "Jika saya tidak berada di Gedung Putih, Leo tidak akan berada di Vatikan," klaim Trump.

    Merespons kegaduhan ini, Uskup Agung Paul S Coakley, Presiden Konferensi Uskup Katolik AS, mengaku sedih dengan komentar Trump. Ia menegaskan Paus bukanlah saingan politik, melainkan Wakil Kristus.

    Di sisi lain, Trump yang memenangkan 55% suara Katolik pada Pemilu 2024, memiliki hubungan dekat dengan pemimpin Protestan evangelis yang mendukung perang melawan Iran dengan alasan agama.


    Komentar
    Additional JS