0
News
    Home Berita Featured Kasus Spesial Yogyakarta

    Sosok IDS, Pelajar Yogyakarta yang Dikeroyok Brutal Gerombolan Pemuda hingga Luka Parah dan Tewas Pemicu pengeroyokan karena dendam. Dia sempat ditanya soal apakah bergabung dengan geng tertentu. Rumah remaja Bantul IDS korban penganiayaan berujung tewas Rumah remaja Bantul IDS korban penganiayaan berujung tewas (Foto: Kukuh Setyono/Liputan6.com) Malam di Hari Pengeroyokan Sugeng menceritakan bahwa pada Selasa malam anaknya dijemput oleh dua pemuda yang mengendarai sepeda motor sekitar pukul 22.00 WIB. Saat itu, Sugeng mengaku sudah tertidur sehingga tidak mengetahui anaknya keluar rumah. Berdasarkan keterangan salah satu teman korban yang membuntuti, IDS sebelumnya dibawa ke belakang SMAN 1 Bambanglipuro oleh sejumlah kakak kelas dan kelompoknya. Kemudian, IDS dibawa oleh dua orang berbeda ke Lapangan Gadung Mlati. “Menurut rekannya, di sana anak saya sudah ditunggu sekitar 10 orang. Ia hanya sempat ditanya soal ikut geng, kemudian langsung dikeroyok,” ujarnya. Saat ditemukan, tubuh IDS dilaporkan mengalami kekerasan membabi buta menggunakan selang dan pipa paralon. Selain itu, tubuh korban juga disundut api rokok sehingga menyebabkan luka serius. Ketika dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan, korban IDS tidak sadarkan diri dan kondisinya terus memburuk hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Minggu malam. Sugeng juga menceritakan penyiksaan oleh pelaku tidak berhenti di situ. IDS yang sudah tidak berdaya bahkan disebut dilindas sepeda motor berulang kali. Seorang pelaku juga diduga sempat hendak melukai telinga korban sebelum dicegah oleh temannya yang mengikuti dari belakang. “Waktu sudah pingsan, masih mau dipotong telinganya, tetapi temannya berhasil merebut gunting,” ungkap Sugeng. Atas kejadian ini, Sugeng mengatakan pihaknya telah melaporkan peristiwa tersebut ke polisi disertai dengan hasil visum anaknya. Ia berharap pelaku segera ditangkap serta dihukum berat. “Saya minta pelaku dihukum seberat-beratnya. Ini sudah sangat sadis,” tegas Sugeng. - Liputan6

    3 min read

     

    Sosok IDS, Pelajar Yogyakarta yang Dikeroyok Brutal Gerombolan Pemuda hingga Luka Parah dan Tewas

    Pemicu pengeroyokan karena dendam. Dia sempat ditanya soal apakah bergabung dengan geng tertentu.

    Rumah remaja Bantul IDS korban penganiayaan berujung tewas (Foto: Kukuh Setyono/Liputan6.com)

    Malam di Hari Pengeroyokan

    Sugeng menceritakan bahwa pada Selasa malam anaknya dijemput oleh dua pemuda yang mengendarai sepeda motor sekitar pukul 22.00 WIB. Saat itu, Sugeng mengaku sudah tertidur sehingga tidak mengetahui anaknya keluar rumah.

    Berdasarkan keterangan salah satu teman korban yang membuntuti, IDS sebelumnya dibawa ke belakang SMAN 1 Bambanglipuro oleh sejumlah kakak kelas dan kelompoknya. Kemudian, IDS dibawa oleh dua orang berbeda ke Lapangan Gadung Mlati.

    “Menurut rekannya, di sana anak saya sudah ditunggu sekitar 10 orang. Ia hanya sempat ditanya soal ikut geng, kemudian langsung dikeroyok,” ujarnya.

    Saat ditemukan, tubuh IDS dilaporkan mengalami kekerasan membabi buta menggunakan selang dan pipa paralon. Selain itu, tubuh korban juga disundut api rokok sehingga menyebabkan luka serius.

    Ketika dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan, korban IDS tidak sadarkan diri dan kondisinya terus memburuk hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Minggu malam.

    Sugeng juga menceritakan penyiksaan oleh pelaku tidak berhenti di situ. IDS yang sudah tidak berdaya bahkan disebut dilindas sepeda motor berulang kali. Seorang pelaku juga diduga sempat hendak melukai telinga korban sebelum dicegah oleh temannya yang mengikuti dari belakang.

    “Waktu sudah pingsan, masih mau dipotong telinganya, tetapi temannya berhasil merebut gunting,” ungkap Sugeng.

    Atas kejadian ini, Sugeng mengatakan pihaknya telah melaporkan peristiwa tersebut ke polisi disertai dengan hasil visum anaknya. Ia berharap pelaku segera ditangkap serta dihukum berat.

    “Saya minta pelaku dihukum seberat-beratnya. Ini sudah sangat sadis,” tegas Sugeng.

     


    Komentar
    Additional JS