0
News
    Home Berita Featured Inflasi Krisis Global Mendagri Spesial

    Waspada Inflasi-Krisis Global, Mendagri Imbau Kepala Daerah Siap Siaga - IDN Times

    6 min read

     

    Waspada Inflasi-Krisis Global, Mendagri Imbau Kepala Daerah Siap Siaga

    Waspada Inflasi-Krisis Global, Mendagri Imbau Kepala Daerah Siap Siaga
    Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian. (Dok. Kemendagri)

    Jakarta, IDN Times – Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian mengajak seluruh kepala daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi inflasi serta dampak krisis global yang berpotensi memengaruhi kondisi ekonomi masyarakat, khususnya kelompok berpenghasilan rendah. Ia menegaskan, isu biaya hidup saat ini menjadi perhatian utama masyarakat.

    “Lebih dari 60 persen masyarakat kita itu peduli pada biaya hidup, terutama makanan. Ini tidak bisa ditunda,” kata dia saat menjadi keynote speaker dalam Rapat Kerja Komisariat Wilayah (Komwil) I Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) di Kota Banda Aceh, Aceh, Senin (20/4/2026).

    1. Kenaikan harga pangan, energi, dan logistik dapat dengan cepat memicu tekanan sosial

    Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian dalam acara SAT 2026.
    Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian dalam acara SAT 2026. (IDN Times/Herka Yanis)

    Tito menilai inflasi kini bukan lagi sekadar isu makro, melainkan persoalan konkret yang dirasakan langsung oleh masyarakat sehari-hari. Kenaikan harga pangan, energi, dan logistik dapat dengan cepat memicu tekanan sosial. Ia bahkan mengingatkan potensi dampak ekstrem jika inflasi tidak dikendalikan.

    “Kalau sudah meledak, mahal biayanya. Bisa sampai kerusuhan, fasilitas publik rusak. Membangunnya lama, merusaknya sebentar,” ujarnya.

    2. Soroti kenaikan harga minyak bisa picu efek berantai terhadap biaya transportasi, distribusi, dan harga barang

    IMG-20260406-WA0011.jpg
    Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian (dok. Kemendagri)

    Tito juga menyoroti dinamika global yang masih penuh tantangan, mulai dari konflik Rusia–Ukraina hingga ketegangan di Timur Tengah yang melibatkan sejumlah negara besar. Menurutnya, perkembangan tersebut turut memengaruhi harga energi global, yang berdampak pada berbagai sektor.

    Ia menjelaskan, kenaikan harga minyak dapat memicu efek berantai terhadap biaya transportasi, distribusi, dan harga barang. Oleh karena itu, peran aktif pemerintah daerah menjadi kunci dalam menjaga stabilitas harga di daerah.

    “Jangan autopilot. Jangan tunggu sampai masalah meledak,” katanya.

    Tito lantas meminta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus memperkuat kinerja, termasuk melalui koordinasi intensif dengan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk memantau pergerakan harga secara real-time. Ia menekankan bahwa pengendalian inflasi dapat difokuskan pada dua aspek utama, yaitu menjaga kecukupan pasokan dan kelancaran distribusi.

    Sebagai contoh, ia menyinggung lonjakan harga cabai yang sempat terjadi di sejumlah wilayah Aceh. Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya dipengaruhi faktor produksi, tetapi juga distribusi yang belum optimal.


    Komentar
    Additional JS