23 Pasien yang Tertular Hantavirus di RI Keluhkan Gejala Ini - detik
23 Pasien yang Tertular Hantavirus di RI Keluhkan Gejala Ini
Dalam tiga tahun terakhir, Indonesia sudah mencatat 23 pasien Hantavirus jenis Seoul Virus. Seluruh pasien terkena gejala Haemorrhagic Fever With Renal Syndrome (HFRS).
Rata-rata gejala baru muncul pasca satu hingga dua minggu terpapar. Gejalanya relatif lebih ringan dibandingkan jenis Hantavirus lain, seperti yang mewabah di kapal pesiar MV Hondius yakni Andes Virus.
"Mereka gejalanya demam, sakit kepala, nyeri badan, malaise atau lemas, dan jaundice yakni tubuh menguning," demikian konfirmasi Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Aji Muhawarman kepada detikcom Jumat (8/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai catatan, Andes Virus bisa memicu gejala sesak napas dengan masa inkubasi lebih panjang sampai 17 hari, dengan angka kematian lebih tinggi.
Meski begitu, Aji memastikan 20 pasien saat ini sudah sembuh dan beraktivitas seperti biasa. Sementara tiga orang lainnya dinyatakan meninggal dunia dengan riwayat koinfeksi penyakit lain termasuk kanker hati dan kegagalan multiorgan.
Aji mengimbau masyarakat untuk mewaspadai tempat berisiko tinggi penularan Hantavirus seperti berikut:
- Gedung lama
- Area terbengkalai
- Ruang bawah tanah
- Wilayah dengan populasi tinggi tikus
Ia menyebut penularan bisa terjadi melalui reservoir, dalam hal ini tikus dan celurut yang terinfeksi. Bahkan, bisa terjadi saat tidak sengaja menghirup debu yang terkontaminasi virus, atau kontak dengan urine, saliva, feses, hingga gigitan hewan tersebut.
Penularan antarmanusia juga bisa terjadi, tapi terbatas pada Hantavirus tipe Hanta Pulmonary Syndrome (HPS) yang memicu gejala sesak napas dengan angka kematian bisa mencapai 60 persen.
Aji menekankan penularan tipe ini mewabah terbatas di wilayah tertentu, misalnya Amerika Selatan.
Saksikan Live DetikSore:
(naf/naf)
STATIC BANNER
300x250