0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Kasus Spesial Wedding Organizer

    Akal Bulus Pemilik Wedding Organizer Tipu Calon Pengantin di Jatim - inews

    4 min read

     

    Akal Bulus Pemilik Wedding Organizer Tipu Calon Pengantin di Jaktim

    pengantin asal bekasi ditipu Wedding Organizer yang berkantor di Jakarta Timur. (Antara)

    Polisi memburu pemilik wedding organizer di Jaktim yang diduga menipu calon pengantin. Hasil pemeriksaan, kantor tersebut sudah tutup dan pelaku hilang.

    Jadi Intinya

    1. Polisi memburu pemilik WO penipu pasangan pengantin di Jakarta Timur.
    2. Pelaku menipu dengan promosi katering di medsos, lalu menghilang setelah terima uang.
    3. Enam saksi diperiksa, polisi juga akan panggil penyedia gedung untuk penyelidikan.

    Liputan6.com, Jakarta - Polisi memburu pemilik wedding organizer (WO) yang diduga menipu sejumlah pasangan pengantin di Jakarta Timur.

    Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, kantor WO tersebut kini sudah tutup. Sementara itu, keberadaan RM (34) selaku pemilik usaha hingga kini belum diketahui.

    Kasubdit Penmas Bidhumas Polda Metro Jaya, Kompol Tiksnarto Andaru Rahutomo mengatakan, kasus ini bermula dari laporan calon pasangan pengantin yang viral di media sosial. Korban melapor ke Polres Metro Jakarta Timur setelah merasa ditipu karena layanan pernikahan yang dijanjikan WO tak kunjung terlaksana.

    “Pasangan ini merasa ditipu karena yang dijanjikan oleh WO tidak terlaksana. Yang bersangkutan mengalami kerugian Rp 83 juta,” kata Andaru kepada wartawan, Selasa (26/5/2026).

    Tak hanya satu pasangan. Dia mengungkap ada korban lain yang mulai berdatangan melapor karena menemukan kantor WO telah tutup.

    “Ada dua pasangan lagi yang akan datang,” kata Andaru.

    Hasil pemeriksaan sementara, korban tertarik memakai jasa WO setelah melihat promosi di media sosial. Menurut Andaru, modus pelaku mengiklankan jasanya melalui akun media sosial berkedok usaha katering.

    “Pelaku memposting kegiatannya, mengiklankan di sebuah akun media sosial dengan nama catering,” katanya.

    6 Saksi Diperiksa

    Korban yang tengah mencari jasa pernikahan kemudian tertarik menggunakan layanan WO tersebut setelah melihat promosi di media sosial. Setelah terjadi kesepakatan, korban disebut menyetorkan uang hingga puluhan juta rupiah dengan nilai paket yang beragam.

    “Berkisar antara Rp 70-80 juta. Ada satu korban sekitar Rp 50 juta,” ujar Andaru.

    Dalam proses penyelidikan, polisi sejauh ini telah memeriksa enam orang saksi. Penyidik juga berencana memanggil pihak penyedia gedung untuk mendalami komunikasi antara WO dengan pengelola venue.

    “Penyidik juga akan melakukan pemeriksaan terhadap penyedia gedung,” katanya.

    Terkait dugaan WO tersebut pernah terseret kasus serupa pada 2021, Andaru mengatakan pihaknya masih mendalami informasi tersebut.

    “Masih kami dalami informasinya,” ujarnya.

    Andaru menegaskan, pihak yang saat ini diburu polisi adalah pemilik WO tersebut. “Ya tentunya pemilik dari tempat bekerja itu tadi,” pungkas Andaru.

    Komentar
    Additional JS