0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Featured Kesehatan Spesial Tips & Tricks

    Bolehkah Anak Makan Otak dan Sum-Sum? Ini Penjelasan Dokter soal Porsi dan Frekuensi nya - Tribunnews

    5 min read

     

    Bolehkah Anak Makan Otak dan Sum-Sum? Ini Penjelasan Dokter soal Porsi dan Frekuensinya

    Sajian Sedap A-A+ ILUSTRASI OLAHAN DAGING - Gulai otak, sate usus, hingga sum-sum tulang menjadi menu favorit saat Idul Adha. Dokter spesialis anak dr. Prajnya Paramitha Narendraswari, Sp.A mengingatkan bahwa beberapa bagian jeroan mengandung kolesterol dan purin tinggi. 
    Ringkasan Berita:
    • Dokter mengingatkan jeroan mengandung kolesterol dan purin tinggi berbahaya bagi kesehatan anak.
    • Otak dan sumsum tulang disebut bagian dengan kandungan kolesterol paling tinggi.
    • Cara memasak daging kurban memengaruhi kadar lemak dan risiko kesehatan pada anak.

    Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gulai otak, sate usus, hingga sum-sum tulang menjadi menu favorit saat Idul Adha

    Banyak anak juga menyukai makanan tersebut karena rasanya gurih dan lezat.

    Namun di balik rasanya, ada risiko kesehatan yang tidak boleh dianggap sepele jika dikonsumsi terlalu sering.

    Dokter spesialis anak dr. Prajnya Paramitha Narendraswari, Sp.A mengingatkan bahwa beberapa bagian jeroan mengandung kolesterol dan purin tinggi.

    Jeroan Tidak Bisa Dikonsumsi Setiap Hari

    Menurutnya, masyarakat sering hanya fokus pada kolesterol, padahal jeroan juga bisa meningkatkan kadar asam urat dan membebani ginjal.

    “Jeroan itu juga dia mengandung purin yang tinggi sehingga bisa purin itu nanti kan diolahnya dia akan dibuangnya melalui ginjal,” katanya dalam talkshow kesehatan virtual yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan, Kamis (27/5/2026). 

    Karena itu konsumsi jeroan perlu dibatasi, terutama pada anak yang usianya lebih besar.

    Baca juga: Dokter Ungkap Kolesterol Tinggi pada Anak Bisa Diam-Diam Menyerang, Ini Tanda Awalnya

    Bagian yang Paling Tinggi Kolesterol

    Dr. Prajnya menyebut otak dan sum-sum tulang termasuk bagian dengan kadar kolesterol sangat tinggi.

    Menu seperti bone marrow yang sedang tren juga tidak boleh dikonsumsi terlalu sering.

    “Kalau misalnya untuk bone marrow juga sama, mirip-mirip dengan si otak tadi,” ujarnya.

    Ia menyarankan makanan tersebut hanya dikonsumsi sesekali.

    Anak di Bawah 2 Tahun Boleh Konsumsi Lemak?

    Menariknya, Dr. Prajnya menjelaskan bahwa anak usia di bawah 2 tahun sebenarnya belum perlu pembatasan lemak ketat.

    Sebab pada usia tersebut otak anak masih berkembang pesat dan membutuhkan lemak sebagai nutrisi penting.

    “Karena sampai usia 2 tahun itu sebetulnya otak anak itu masih sangat berkembang,” jelasnya.

    Namun setelah usia tersebut, konsumsi lemak perlu mulai dikontrol.

    Bagian Daging yang Sebaiknya Dibatasi

    Selain otak dan sum-sum, bagian dengan lemak tebal juga sebaiknya tidak terlalu sering diberikan pada anak usia sekolah dan remaja.

    Beberapa di antaranya:

    • Gajih atau lemak tebal
    • Brisket berlemak
    • Otak
    • Sum-sum

    Sementara hati, paru, dan usus masih boleh dikonsumsi lebih sering, tetapi tetap dibatasi sekitar 1–2 kali per bulan.

    Cara Mengolah Juga Sangat Berpengaruh

    Menurut Dr. Prajnya, metode memasak dapat memengaruhi kadar lemak dalam makanan.

    Makanan yang digoreng memiliki kandungan lemak lebih tinggi dibanding direbus atau dikukus.

    Selain itu, makanan dibakar terlalu sering juga memiliki risiko lain.

    “Makanan-makanan yang dibakar dia akan meningkatkan resiko untuk menjadi karsinogenik,” katanya.

    Karena itu, orangtua disarankan lebih bijak memilih cara mengolah daging kurban untuk anak. (*)

    Komentar
    Additional JS