0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Jepara Spesial

    Cerita Lansia di Jepara Jalani Hidup di Rumah 3x5 Meter Bersama 8 Anak - Liputan6

    4 min read

     

    Cerita Lansia di Jepara Jalani Hidup di Rumah 3x5 Meter Bersama 8 Anak

    Sumberikah bersama anak anaknya menyambut kedatangan polisi. (Liputan6.com/Arief pramono)

    Rumah berdinding bata tanpa diplester semen. Rumah sederhana tanpa sekat itu menjadi saksi kerasnya perjuangan hidup yang dijalani keluarga Sumberikah setiap hari.

    Liputan6.com, Jakarta - Kehidupan seorang lansia bernama Sumberikah menggambarkan potret nyata kemiskinan di Desa Robayan, Kecamatan Kalinyamatan Jepara, Jawa Tengah. Perempuan berusia 70 tahun ini tinggal bersama delapan anaknya di sebuah rumah berukuran 3x5 meter.

    Rumah berdinding bata tanpa diplester semen. Rumah sederhana tanpa sekat itu, menjadi saksi kerasnya perjuangan hidup yang dijalani keluarga Sumberikah setiap harinya.

    Di tengah beban hidup yang berat, perempuan renta ini tetap berjuang menjadi tulang punggung keluarga. Untuk bertahan hidup, Sumberikah bekerja sebagai buruh makloon anyaman parsel milik tetangganya.

    Dari pekerjaan yang telah ditekuni cukup lama ini, dia hanya dibayar Rp 30.000 per hari. Upah yang jauh dari kata cukup. Apalagi untuk memenuhi kebutuhan hidup delapan anggota keluarganya.

    Di tengah kesulitan hidup yang menghimpitnya, Sumberikah berjuang membesarkan anak anaknya. Kondisinya semakin mengiris hati, sebab dia juga harus mengurus anak bungsunya yang menyandang disabilitas.

    Kehidupan yang dialami Sumberikah ini mengetuk hati Kapolsek Kalinyamatan, Iptu Hery Sutanto. Kapolsek menyambangi rumah Sumberikah pada Jumat (22/5/2026).

    “Kami hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, namun juga ingin memastikan warga yang membutuhkan uluran tangan tetap mendapat perhatian,” ujar Iptu Hery Sutanto.

    Aksi sosial ini merupakan bagian kepedulian Polri terhadap warga yang menghadapi kesulitan hidup. Apalagi dalam situasi yang penuh tekanan seperti yang dialami keluarga Sumberikah.

    "Kami berharap bantuan ini bisa sedikit meringankan kebutuhan dan menjadi penyemangat ibu Sumberikah agar tetap kuat menjalani kehidupan,” terang Hery.

    Tim Polsek Kalinyamatan datang membawa bantuan sembako kepada Sumberikah

    Tim Polsek Kalinyamatan datang membawa bantuan sembako kepada Sumberikah. (Liputan6.com/Arief Pramono)

    Dengan tangan yang gemetar sambil menerima bantuan yang diterima, air mata Sumberikah jatuh. Sumberikah mengaku tak bisa membalas apa apa. Dengan nada lirih, dia hanya bisa mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan.

    “Terima kasih kepada bapak kapolsek dan semuanya. Kami sangat terbantu, semoga selalu diberi kesehatan,” ucap Sumberikah.

    Kehadiran polisi di tengah kondisi seperti ini pun mendapat apresiasi warga sekitar. Tidak hanya hadir dalam penegakkan hukum, tetapi juga membawa empati dan kepedulian nyata bagi masyarakat kecil.

    Di balik sempitnya ruang dan beratnya beban hidup, kisah Sumberikah menjadi pengingat. Bahwa kemanusiaan dan kepedulian masih ada dan mampu menjadi secercah harapan di tengah keterbatasan

    Komentar
    Additional JS