0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Badan Gizi Nasional Berita Featured Jember SPPG Kasus Keracunan Kesehatan Spesial

    Diduga Abaikan Edaran BGN dan Buat 25 Anak di Jember Keracunan, SPPG Kaliwates 3 Terancam Ditutup - Kompas

    6 min read

     

    Diduga Abaikan Edaran BGN dan Buat 25 Anak di Jember Keracunan, SPPG Kaliwates 3 Terancam Ditutup

    JEMBER, KOMPAS.com - Dugaan keracunan massal program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Jember, Jawa Timur pada Rabu, 20 Mei 2026, membuka fakta baru.

    Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kaliwates 3 ternyata masih menyajikan menu ayam suwir kepada siswa, meski Badan Gizi Nasional (BGN) sebelumnya telah mengeluarkan edaran agar menu tersebut dihindari karena berpotensi memicu keracunan pangan.

    Dalam surat edaran BGN pada Januari 2026, seluruh SPPG diminta menghindari menu berisiko seperti soto, ayam suwir, ikan tongkol, capcai, dan menu sejenis lainnya untuk mencegah kejadian keracunan makanan.

    Namun, dapur SPPG Al-Mubarrok 88 Kaliwates 3 justru mendistribusikan menu ayam suwir bumbu kuning kemangi kepada 15 lembaga pendidikan penerima manfaat pada Rabu lalu.

    Kapan Waktu Terbaik Minum Obat Kolesterol Setelah Makan Daging Kurban?

    Akibatnya, sedikitnya 25 anak dari lima lembaga Pendidikan dilaporkan mengalami gejala keracunan usai menyantap MBG tersebut, yaitu TK Al-Hidayah 01, RA Hidayatul Mubtadiin, PAUD Qur’an Raudlatul Tulab, PAUD Aster 29, dan TK Kuncup Bunga Jember Kecamatan Kaliwates.

    Baca juga: SPPG Sumbersari 2 Jember Terbakar, Distribusi MBG Dihentikan Sementara

    Pada hari itu, menu yang dibagikan dalam ompreng porsi kecil adalah nasi putih, ayam suwir bumbu kuning, tahu crispy, dan potongan timun segar.

    Ketua Satgas MBG Pemkab Jember, Ahmad Imam Fauzi, mengatakan bahwa Bupati Jember Muhammad Fawait telah mengirim surat rekomendasi kepada Kepala BGN untuk menutup permanen operasional SPPG Kaliwates 3.

    “Per tanggal 22 Mei 2026, Bupati Jember mengeluarkan surat rekomendasi kepada Kepala BGN untuk melakukan penutupan operasional dua SPPG,” kata Fauzi, Minggu (24/5/2026).

    Dua SPPG yang direkomendasikan ditutup permanen yakni SPPG Kaliwates 3 yang diduga menyebabkan keracunan siswa dan SPPG Sumbersari 2 yang mengalami kebakaran.

    “Itu di hulunya ada masalah. Tapi sifatnya rekomendasi, BGN yang memutuskan,” ujar Fauzi.

    Baca juga: 22 Anak TK di Jember Diduga Keracunan MBG, SPPG Kaliwates 3 Minta Maaf

    Pria yang juga menjabat Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Jember itu menjelaskan bahwa penindakan tegas diperlukan agar persoalan serupa tidak kembali terjadi dalam pelaksanaan program MBG.

    “Biar tertib itu harus ada satu dua yang dipotong, didisiplinkan,” tegasnya.

    Ayam Diduga Berasal dari Sisa Olahan Sebelumnya

    Hasil evaluasi Satgas MBG dan Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Jember menemukan indikasi awal dugaan keracunan berkaitan dengan penggunaan daging ayam yang merupakan pencampuran dari sisa bahan olahan menu sebelumnya.

    Baca juga: Proyek Lapangan Padel di Jatibening Bekasi Dihentikan Sementara usai Diprotes Sekolah

    Kondisi itu dinilai berpotensi menyebabkan penurunan mutu dan keamanan pangan apabila proses penyimpanan serta pengolahannya tidak sesuai standar.

    Selain itu, pihaknya juga menemukan dugaan faktor risiko lain dari penggunaan bumbu pada menu ayam suwir bumbu kuning kemangi dan ayam bumbu merah kemangi.

    Menu ayam suwir bumbu merah diberikan SPPG Kaliwates 3 pada porsi besar sementara bumbu kuning pada porsi kecil.

    Sampel makanan telah dikirim ke laboratorium untuk pemeriksaan lebih lanjut.

    Baca juga: Dapur MBG di Jember Terbakar, Satgas Sebut SOP Tak Jalan

    SOP hingga Kebersihan Dapur Jadi Sorotan

    Dalam evaluasi lapangan, Satgas MBG menemukan sejumlah persoalan mendasar pada operasional dapur SPPG Kaliwates 3.

    Beberapa di antaranya yakni belum tersedianya SOP lengkap terkait penerimaan bahan baku, penyimpanan FIFO/FEFO, pengolahan makanan, distribusi, hingga penanganan kejadian luar biasa (KLB).

    Selain itu, ditemukan checklist monitoring pengolahan makanan maupun uji organoleptik sebelum distribusi.

    Sejumlah persoalan sanitasi dan bangunan juga ditemukan, mulai dari ventilasi yang kurang optimal, plafon terbuka di area pengolahan, epoxy lantai yang terkelupas, hingga dinding dapur yang masih terdapat sisa kotoran pemasakan.

    “Belum tersedia SOP lengkap terkait penerimaan bahan, penyimpanan FIFO/FEFO, proses pengolahan, higiene sanitasi, distribusi, penanganan keluhan, hingga SOP KLB,” ungkap Fauzi menjelaskan hasil evaluasi Satgas MBG.

    Baca juga: Paradoks Jember: Termiskin di Jatim, tapi Penyumbang Haji Terbanyak

    Korban Bertambah Jadi 25 Anak

    Data terbaru Satgas MBG Pemkab Jember mencatat jumlah korban dugaan keracunan bertambah menjadi 25 anak.

    Mereka berasal dari TK Al-Hidayah 01, RA Hidayatul Mubtadiin, PAUD Qur’an Raudlatul Tulab, PAUD Aster 29, dan TK Kuncup Bunga di Kecamatan Kaliwates.

    Sebelumnya, dilaporkan terdapat 22 korban diduga keracunan MBG.

    Sebagian korban sempat menjalani perawatan di RS Kaliwates, Puskesmas Kaliwates, dan Puskesmas Jember Kidul, sementara lainnya menjalani rawat jalan.

    Pemkab Jember memastikan seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis dan kondisi mereka dilaporkan membaik.

    Baca juga: SPPG Sumbersari 2 Jember Terbakar, Distribusi MBG Dihentikan Sementara

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Komentar
    Additional JS