0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Polda Jabar Spesial SPPG

    Kasus Penjualan Titik SPPG Bodong, Polda Jabar Tangkap Otak Pelaku - Kompas

    5 min read

     

    Kasus Penjualan Titik SPPG Bodong, Polda Jabar Tangkap Otak Pelaku



    BANDUNG, KOMPAS.com - Unit I Subdit I Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Barat menangkap OSP, kasus kasus dugaan penipuan terkait penjualan titik SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) yang menyebabkan kerugian korban hingga miliaran rupiah.

    OSP ditangkap pada Kamis (21/5/2026) dini hari di sebuah apartemen.

    Kasus tersebut merupakan tindak lanjut dari Laporan Polisi Nomor LP/B/5/I/2026/SPKT/POLDA JAWA BARAT tanggal 6 Januari 2026 dan LP Nomor 92 tertanggal 20 Januari 2026.

    Baca juga: Kasus Penjualan Titik SPPG Bodong, Polda Jabar Tangkap Otak Pelaku

    Polisi menduga bahwa OSP merupakan aktor utama sekaligus otak di balik rangkaian aksi penipuan tersebut.

    Akui Stres, Purbaya Sebut "Nggak" Masuk Akal Rupiah Anjlok Rp 17.800 Per Dollar AS

    Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jabar, Kombes Hendra Rochmawan mengatakan, ada dua laporan polisi yang berbeda.

    Laporan pertama melaporkan OSP. Kedua, melaporkan OSP, YRV, AY, dan AN.

    Baca juga: PDI-P Bakal Advokasi Kasus Gamma, Korban Penembakan Polisi di Semarang

    Dari hasil penyelidikan, OSP diduga berperan sebagai pihak yang menjanjikan pengurusan titik SPPG sekaligus memberikan identitas atau ID card palsu kepada korban.

    Adapun AN disebut berperan sebagai penerima sekaligus penyalur dana, sedangkan YRV dan AY aktif menawarkan program tersebut kepada para korban.

    "Modus yang digunakan para tersangka yakni dengan meyakinkan korban bahwa mereka memiliki akses dan hubungan dengan pihak di Badan Gizi Nasional (BGN). Korban diperlihatkan sejumlah komunikasi yang seolah-olah menunjukkan kedekatan dengan pejabat tertentu di lembaga tersebut. Namun setelah dilakukan pendalaman, seluruh klaim tersebut diketahui tidak benar atau hoaks." ujar Hendra dalam keterangannya, Selasa (26/5/2026).

    Baca juga: Puluhan Pengelola SPPG Jabar Datangi BGN, Sudah Keluar Rp 300 Juta-Rp 400 Juta, tapi Status Yayasan Mitra Tak Jelas

    Hendra mengungkap bahwa penyidik menyebut OSP sosok yang mengendalikan rangkaian penipuan itu.

    "Setelah dilakukan pendalaman dan gelar perkara, diketahui bahwa kedua laporan polisi tersebut saling berkaitan. Dari hasil penyidikan sementara, Oki Pradana diduga menjadi otak dari rangkaian penipuan ini dengan modus menjanjikan titik SPPG kepada para korban," ujarnya.

    Para pelaku menawarkan titik SPPG dengan nominal bervariasi antara Rp 50 juta hingga Rp 140 juta untuk setiap titik.

    Baca juga: Polri Bongkar Sindikat Bawang Ilegal asal Malaysia Beromzet Rp 24,9 Miliar

    Dari hasil penyelidikan sementara, jumlah titik yang telah ditawarkan mencapai 21 titik.

    Kasus tersebut diketahui beroperasi di beberapa wilayah, di antaranya Banjar, Tasikmalaya, Ciamis, serta wilayah Dayeuhluhur yang berada di perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah.

    "Total kerugian sementara yang tercatat dari transaksi yang sudah teridentifikasi mencapai kurang lebih Rp1,9 miliar. Namun angka tersebut masih berpotensi bertambah karena proses penyidikan dan pendalaman terhadap korban lain masih terus dilakukan," kata Hendra.

    Baca juga: Berdiri di Atas Selokan, SPPG di Jember Diusulkan Relokasi Pasca Kebakaran

    OSP telah ditahan, sedangkan tiga tersangka lainnya masih dalam pemeriksaan lanjutan.

    Polda Jabar memastikan akan terus menindaklanjuti perkara ini hingga seluruh pihak yang terlibat diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

    "Kami akan terus mengembangkan penyidikan ini. Apabila para tersangka yang telah dipanggil tidak memenuhi panggilan penyidik, maka langkah penegakan hukum lebih lanjut akan dilakukan," tuturnya. 

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Momen Prabowo Salat Idul Adha di Paris, Ditemani Didiet dan Teddy

    Komentar
    Additional JS