KEK Keuangan Bali Bisa Jadi Pusat Inovasi Produk Keuangan - Liputan6
KEK Keuangan Bali Bisa Jadi Pusat Inovasi Produk Keuangan
Ketua OJK Friderica Widyasari Dewi menyatakan, KEK keuangan tidak hanya memperdalam pasar keuangan tetapi juga membuka ruang pengembangan produk.
Advertisement
Liputan6.com, Jakarta - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi menyebut, pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sektor keuangan atau financial center di Bali berpotensi menjadi pusat inovasi produk dan layanan keuangan baru di Indonesia.
Menurut Friderica, financial center tersebut nantinya tidak hanya ditujukan untuk memperdalam pasar keuangan, tetapi juga membuka ruang pengembangan produk keuangan yang lebih luas dan terintegrasi.
Advertisement
"Financial center ini juga bisa menjadi pusat inovasi layanan keuangan yang terintegrasi dengan produk dan kegiatan yang lebih luas sehingga bisa memberikan ruang untuk piloting serta implementasi produk dan layanan baru di keuangan,” ujarnya dalam Konferensi Pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan, Kamis (7/5/2026).
Advertisement
Ia mengatakan, OJK saat ini juga telah mulai memperluas layanan dan instrumen keuangan baru, salah satunya melalui pengembangan bullion dan ETF emas. "Kami saat ini juga sebetulnya sudah memperluas layanan dan produk keuangan seperti bullion,” kata Friderica.
Selain , OJK juga telah menerbitkan ETF emas sebagai instrumen reksadana berbasis emas yang diperdagangkan di bursa. Menurut dia, produk tersebut telah berkembang lebih dahulu di sejumlah negara dan memiliki minat tinggi di masyarakat.
"ETF emas ini kalau di beberapa negara sudah lebih awal dan ini juga sangat terbukti merupakan satu instrumen yang sangat diminati oleh masyarakat,” ujarnya.
Friderica menambahkan, OJK juga memiliki rencana memperluas struktur produk keuangan yang selama ini masih terbatas pada suku bunga dan nilai tukar. Selain itu, OJK akan mendorong perluasan kegiatan usaha lembaga jasa keuangan guna mendukung pengembangan pasar keuangan nasional.
Ia mengatakan, pembentukan financial center di Bali juga tengah dibahas bersama sejumlah kementerian dan lembaga, termasuk Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, dan BPI Danantara.
Advertisement
OJK Dukung Kawasan Ekonomi Khusus Sektor Keuangan
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5528024/original/078351100_1773224753-1000258125.jpg)
Sebelumnya, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Friderica Widyasari Dewi menyatakan OJK mendukung pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sektor keuangan atau financial center di Bali sebagai bagian dari upaya memperdalam pasar keuangan nasional dan meningkatkan aliran investasi global ke Indonesia.
Friderica mengatakan, pembentukan financial center tersebut telah dibahas dalam koordinasi bersama sejumlah kementerian dan lembaga, termasuk Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Menteri Keuangan, Gubernur Bank Indonesia, hingga Kepala BPI Danantara.
“Kami kemarin pagi-pagi koordinasi dengan Pak Menko Perekonomian, Pak Menteri Keuangan, Pak Gubernur BI dan juga Kepala BPI Danantara Pak Rosan salah satunya yang kita bicarakan adalah bagaimana kita mempersiapkan pembentukan KEK sektor keuangan di Bali,” ujarnya dalam Konferensi Pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Kamis (7/5/2026).
Menurut dia, keberadaan financial center di Bali menjadi salah satu langkah strategis untuk mempercepat pendalaman pasar keuangan atau market deepening di Indonesia yang selama ini masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah dan otoritas sektor keuangan.
“Ini tentu saja untuk sebagai akselerator untuk market deepening,” tutur Friderica.
Ia menilai, pembentukan KEK financial juga dapat meningkatkan daya tarik Indonesia bagi investor internasional, sekaligus membuka ruang lebih luas bagi pengembangan layanan dan produk keuangan.
"Ini merupakan salah satu upaya untuk peningkatan pendalaman keuangan dan tentu saja yang utama adalah bagaimana hal ini menjadi peningkatan daya tarik untuk aliran investasi global masuk ke Indonesia,” ujarnya.
Advertisement
Pusat Inovasi Layanan Keuangan
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1043408/original/005104300_1446622303-20151104-OJK-AY-2.jpg)
Friderica menjelaskan, financial center di Bali nantinya juga diharapkan menjadi pusat inovasi layanan keuangan yang terintegrasi dengan berbagai produk dan kegiatan ekonomi lainnya. Dengan demikian, kawasan tersebut dapat menjadi ruang uji coba atau piloting bagi implementasi produk dan layanan keuangan baru.
OJK, lanjut dia, saat ini juga telah memperluas pengembangan produk keuangan seperti bullion dan ETF emas. Ia mencontohkan ETF emas sebagai instrumen reksa dana berbasis emas yang diperdagangkan di bursa dan dinilai memiliki potensi besar diminati masyarakat.
Selain itu, OJK juga berencana memperluas struktur produk keuangan yang saat ini masih terbatas pada suku bunga dan nilai tukar serta mendorong perluasan kegiatan usaha lembaga jasa keuangan.
Advertisement
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID.
Liputan6.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Rekomendasi
Advertisement