0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Kasus Sleman Spesial

    Misteri Teror Api di Rumah Warga Sleman - Liputan6

    91 min read

     

    Misteri Teror Api di Rumah Warga Sleman

    Sejumlah perabot dan barang-barang di rumah seorang warga di Sleman terbakar dari api yang tiba-tiba muncul secara misterius. Ada apa?

    Tim Regional

    Diterbitkan: 

    Penampakan api yang muncu secara misterius di rumah seorang warga di Sleman. (Liputan6.com/ Purnomo Edi)

    Liputan6.com, Sleman - Rumah di kawasan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, DIY, menjadi korban kebakaran misterius. Sejumlah perabot dan barang-barang di rumah ini terbakar dari api yang tiba-tiba muncul secara misterius.

    Pemilik rumah Mutfiana menceritakan kejadian kebakaran misterius ini pertama kali terjadi pada Sabtu (23/5/2026) lalu. Saat dini hari, tiba-tiba ada kain di dalam kamar yang terbakar. Rentetan teror api pun terus berulang dialami perempuan yang akrab disapa Fia dan keluarganya ini.

    Hingga Kamis (28/5/2026), total ada 39 kali kebakaran terjadi di rumah Fia, di 34 titik berbeda.

    "Pertama kejadiannya Sabtu dini hari. Waktu itu ada kain di rumah yang tiba-tiba terbakar. Padahal waktu itu tidak ada yang mainan korek api ataupun menyalakan kompor. Apinya lumayan besar," tutur Fia.

    Fia menerangkan rumah yang selain dipakai untuk tempat tinggal juga dipakai sebagai tempat usaha pemotongan ayam broiler. Selama lebih kurang 10 tahun tinggal di rumah itu, Fia menyebut baru sekali ini keanehan terjadi.

    Fia menjelaskan pada Sabtu (23/5) kejadian kebakaran terus berulang terjadi hingga 11 kali. Api paling besar terjadi pada Sabtu sore sekitar pukul 14.30 WIB.

    Saat itu, lanjut Fia, tiba-tiba sofa di ruang tamu terbakar dan apinya menjalar hingga ke bagian atas rumah beruntung api berhasil dipadamkan.

    Usai rentetan kebakaran ini, Minggu (24/5/2026), tim dari Gegana Satbrimob Polda DIY melakukan pengecekan ke lokasi. Tim Gegana menduga kejadian kebakaran karena ada kebocoran gas metana yang berasal dari septic tank.

    "Sama tim Gegana disarankan untuk menguras septic tank dan mengganti pipa-pipa. Saat itu langsung kami lakukan. Ada tiga septic tank di rumah kami. Satu untuk rumah depan, satu untuk rumah belakang dan satu lagi untuk limbah pembuangan pemotongan ayam," ungkap Fia.

    Rekomendasi Tim Gegana

    Fia membeberkan usai ada rekomendasi dari tim Gegana, dirinya segera melakukan pengurasan septic tank. Namun usai dikuras, teror api misterius ini masih juga terjadi.

    "Hingga Kamis ini sudah kebakaran sebanyak 39 kali di 34 titik berbeda. Barang yang kebakar macam-macam ada furniture, almari, pakaian, tikar dan barang-barang mudah terbakar lainnya. Anehnya yang terbakar itu bagian atasnya dulu," urai Fia.

    "Kebakarannya ya kadang pagi, siang, sore tapi paling sering malam hari. Itu pas kebakar tidak ada suara ledakan. Tidak ada percikan api, tahu-tahu barang kebakar saja. Makanya kita gantian jaga ini. Biar kalau ada barang yang kebakar bisa langsung kami padamkan apinya," sambung Fia

    Demi menjaga keamanan keluarganya, pasca rangkaian teror kebakaran ini, Fia mengungsikan sementara keluarganya ke ruko yang ada di sebelah rumahnya. Fia juga masih intens berkomunikasi dengan tim Gegana terkait teror api di rumahnya ini.

    "Kalau kata Tim Gegana kebakaran masih terjadi karena menunggu habisnya sisa-sisa gas metana. Itu hilangnya gas metana katanya bisa dalam hitungan minggu bahkan bulan," tutur Fia.

    Usai tersiar kabar rumahnya menjadi korban teror api, Mutfiana mengaku banyak orang yang datang. Bahkan sejumlah orang yang mengaku dirinya dukun atau paranormal pun juga berdatangan.

    "Kalau dukun yang datang banyak. Mereka bilang penyebabnya inilah itulah. Ya saya dengarkan saja. Pas malam kapan itu malah ada rombongan dukun yang datang, malah kayak wisata. Ada juga yang katanya narik pusaka juga," terang Fia.

    Fia berharap teror api yang terjadi di rumahnya ini bisa segera berakhir. "Ya harapan saya dan keluarga, ini bisa segera berakhirlah. Capek kalau begini terus keadaannya," tutup Fia.

     

    Kontributor: Purnomo Edi

    Lanjut Baca:Bingung Bayar Kuliah, Mahasiswa di Kudus Rampok Emas Tetangga

    Rekomendasi

    Berita Terbaru

    Selengkapnya

    Baca juga

    Komentar
    Additional JS