0
News
    Home Berita Featured Karawang Kasus Spesial

    Pemotor di Karawang Tewas Bersimbah Darah, Diduga Terjerat Benang Layangan - Okezone

    3 min read

     

    Pemotor di Karawang Tewas Bersimbah Darah, Diduga Terjerat Benang Layangan

    Pemotor di Karawang Tewas Bersimbah Darah, Diduga Terjerat Benang Layangan (Ilustrasi/Freepik)

    KARAWANG - Seorang pemotor berinisial C (32) ditemukan meninggal dunia di wilayah Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Jasad buruh harian lepas itu ditemukan dalam kondisi di atas motor dan luka di leher.

    Kasi Humas Polresta Karawang, Ipda Cep Wildan menyampaikan, peristiwa tersebut pertama kali diketahui di Jalan Dusun Kedung Waringin, Desa Kutapohaci, pada Kamis (30/4/2026) sekitar pukul 15.30 WIB. Berdasarkan laporan yang diterima kepolisian, korban ditemukan dengan kondisi mengeluarkan banyak darah.

    “Korban kemudian sempat dilarikan ke RSUD Karawang petugas dari Polsek Ciampel dan warga, namun setibanya di rumah sakit dinyatakan telah meninggal dunia,” kata dia dalam keterangannya, Sabtu (2/5/2026).

    Wildan menjelaskan, berdasarkan keterangan para saksi di lokasi, korban sempat berteriak meminta pertolongan sebelum ditemukan tidak sadarkan diri. Dalam kondisi panik, korban diduga menyampaikan bahwa dirinya terkena benang sebelum akhirnya tak sadarkan diri.

    “Keterangan tersebut diperoleh dari saksi B (54) dan R (49) yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian dan sempat mendengar teriakan korban,” ujarnya.

    Wildan menambahkan, salah seorang saksi, yang pertama kali melihat korban mengungkapkan, saat didekati, darah sudah mengalir dari bagian leher korban hingga membasahi pakaian. Saksi kemudian meminta bantuan warga sekitar untuk segera mengevakuasi korban ke fasilitas kesehatan terdekat.

    Petugas dari Polsek Ciampel bersama Pamapta Polres Karawang dan Tim Inafis Polres Karawang langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Pemeriksaan sejumlah saksi juga telah dilakukan penyelidik.

    “Kami masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti dari peristiwa ini,” ungkapnya.

    Wildan menambahkan, hingga saat ini dugaan sementara mengarah pada korban terjerat benang. Namun, penyidik tetap membuka kemungkinan lain sambil menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut.

    Lebih jauh, pihak keluarga korban menolak autopsi dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah.

    “Kami menghormati keputusan keluarga korban yang menolak autopsi. Namun demikian, kami tetap mengumpulkan informasi dan keterangan yang ada guna memastikan tidak adanya unsur lain dalam kejadian ini,” tuturnya.
     

    (Erha Aprili Ramadhoni)

    Lihat juga: Heboh! Ferry Irawan Belum Tunjuk Kuasa Hukum

    News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

    Komentar
    Additional JS