0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Bakteri Berita Featured Ilmu Pengetahuan Jawa Kesehatan Spesial Universitas Indonesia

    Peneliti UI Temukan Bakteri Baru dari Jawa, Bisa Hidup di Suhu 100°C - detik

    4 min read

     

    Peneliti UI Temukan Bakteri Baru dari Jawa, Bisa Hidup di Suhu 100°C


    Jakarta -

    Tim peneliti dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Indonesia (UI) menemukan spesies bakteri baru. Bakteri termofilik ini diberi nama Thermus javaensis sp. nov.

    Tim peneliti dipimpin oleh Guru Besar Ilmu Sistematika dan Prospeksi Mikroorganisme FMIPA UI, Prof Dra Wellyzar Sjamsuridzal, M Sc, Ph D bersama Dr Fitria Ningsih, S Si, M Eng, Dr Mazytha K Rachmania, M Si, dan Dhian Chitra Ayu Fitria Sari, M Si.

    Penelitian juga melibatkan Yasunori Ichihashi, Ph D dan Shuhei Yabe, Ph D dari RIKEN, serta Prof Song-Gun Kim, Ph D dari KRIBB, Korea Selatan, sebagai kolaborator internasional.

    SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

    Bakteri ini menunjukkan spesies pertama dari genus Thermus. Mikroba ini termasuk ke dalam bakteri termofilik yang bisa hidup pada suhu yang mendekati titik didih.

    Adapun penamaan javaensis menunjukkan bahwa penemuan bakteri ini berasal dari Pulau Jawa. Bagaimana karakteristik bakteri ini?

    Mampu Bertahan di Suhu Ekstrem

    Thermus javaensis sp. nov bisa hidup pada suhu yang ekstrem karena peneliti menemukannya di sekitar semburan geiser Cisolok dengan titik didih 100°C. Artinya, bakteri ini mempunyai kemampuan bertahan di suhu ekstrem.

    "Penemuan Thermus javaensis menunjukkan bahwa ekosistem geotermal Indonesia merupakan biodiversity hotspot yang menyimpan keanekaragaman mikroorganisme yang sangat besar dan belum sepenuhnya terungkap secara ilmiah," ujar Wellyzar dalam keterangan resminya, Selasa (19/5/2026).

    Wellyzar menyebut bakteri ini bisa tumbuh pada suhu 45-80°C dengan suhu optimum 60-65°C.

    Berpigmen Kuning-Struktur Unik

    Selain itu, ciri morfologi Thermus javaensis sp. nov ini berpigmen kuning, berbentuk sel batang, dan mempunyai struktur unik bernama rotund bodies. Di mana bentuknya bulat dan jarang ditemukan pada genus Thermus.

    Struktur bakteri ini mengingatkan pada bakteri yang pernah ditemukan yakni bakteri Thermus aquaticus yang menghasilkan enzim Taq polymerase yang kemudian menjadi dasar metode penting dalam diagnosis penyakit.

    Kisah Penemuan Thermus javaensis sp. nov

    Eksplorasi penelitian ini dilakukan di kawasan geiser Cisolok mulai 2012. Kemudian, pengambilan sampel spesies dilakukan mulai 2015.

    Selama bertahun-tahun, para peneliti melakukan tahapan isolasi mikroba, analisis genetik, whole genome sequencing (WGS) hingga karakterisasi biokimia.

    Adapun tantangan dalam meneliti bakteri ini adalah saat harus mempertahankan kultur bakteri termofilik tetap hidup. Pasalnya, mikroba ini membutuhkan suhu yang tinggi.

    Setelah tahapan-tahapan tersebut, tim menemukan bahwa mikroorganisme ini tak hanya varian baru tapi juga spesies baru yang belum pernah dideskripsikan.

    Kini, hasil penelitian sudah dipublikasikan dalam jurnal internasional yakni Journal of Systematic and Evolutionary Microbiology (2026;76:007136).

    Bakteri Bermanfaat untuk Kesehatan-Industri

    Peneliti juga melihat potensi besar dari Thermus javaensis sp. nov untuk dunia industri dan kesehatan. Analisis genom menunjukkan bakteri menghasilkan enzim termostabil yang tahan panas.

    Enzim tersebut bisa digunakan dalam proses industri yang memerlukan suhu tinggi. Selain itu, peneliti menemukan juga adanya metabolit sekunder baru dari kelompok terpen yang bisa dikembangkan menjadi senyawa antibakteri, antijamur, dan antiinflamasi.

    "Temuan ini membuka peluang pengembangan lebih lanjut di bidang bioteknologi, khususnya mikroorganisme termofilik yang berpotensi menghasilkan aplikasi industri bernilai tinggi," kata Wellyzar.

    (cyu/nah)

    Komentar
    Additional JS