-->
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Bea Cukai Berita Featured Keuangan Prabowo Subianto Purbaya Yudhi Sadewa Spesial

    Purbaya Sebut Bea Cukai Mulai Takut usai Arahan Prabowo Subianto - Merdeka

    37 min read

     

    Purbaya Sebut Bea Cukai Mulai Takut usai Arahan Prabowo Subianto

    Menkeu Purbaya mengamati adanya perbaikan pada pegawai bea cukai, yang terlihat dari kembalinya penerimaan kepabeanan dan cukai ke jalur positif.


    Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta. Purbaya datan ke Istanandengan sejumlah menteri. (Istimewa) (© 2026 Liputan6.com)

    Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto mengenai kinerja positif pegawai Direktorat Jenderal Bea Cukai.

    Ia menilai bahwa performa pegawai Bea Cukai telah menunjukkan perbaikan yang signifikan, terlihat dari penerimaan kepabeanan dan cukai yang mengalami pertumbuhan positif pada April 2026. Hal ini terjadi setelah tiga bulan sebelumnya mengalami kontraksi jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

    Berdasarkan data dari Kementerian Keuangan, realisasi penerimaan bea dan cukai hingga April 2026 mencapai Rp 100,6 triliun, meningkat 0,6% dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama tahun lalu yang hanya sebesar Rp 67,9 triliun. Purbaya menjelaskan bahwa capaian ini menunjukkan perbaikan setelah pada bulan Januari, penerimaan tercatat mengalami kontraksi sebesar 14%, Februari minus 14,7%, dan Maret tertekan 12,6%.

    "Jadi keliatannya orang Bea Cukai sudah mulai serius kerjanya," ungkap Purbaya dalam konferensi pers APBN Kinerja dan Fakta pada Selasa, 19 Mei 2026.

    Dalam kesempatan tersebut, Purbaya juga menyampaikan bahwa saat ia memberikan informasi mengenai perbaikan kinerja pegawai Bea Cukai, Presiden Prabowo merespons dengan tawa. Menurut Purbaya, kepala negara tersebut menilai bahwa pegawai DJBC kini lebih berhati-hati dan menghindari tindakan penyimpangan.

    "Kata Presiden, begitu saya katakan Pak sudah membaik, Presiden ketawa, mereka sudah mulai pada takut ya, iya kayaknya pak," ucap Purbaya.

    Selain dari sisi penerimaan, Purbaya menambahkan bahwa peningkatan kinerja DJBC juga terlihat dari lonjakan penindakan terhadap rokok ilegal dan narkotika. Ia merinci bahwa penindakan rokok ilegal mencapai 684 juta batang, yang melonjak 125,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, jumlah penindakan kasus narkotika tercatat sebanyak 522 kasus, naik 10,8% secara tahunan.

    Kinerja Bea Cukai Sumbawa

    Sebelumnya, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) TMP C Sumbawa mencatat penerimaan negara sebesar Rp 1,44 triliun. Angka ini lebih dari dua kali lipat dari target tahunan yang ditetapkan oleh pemerintah, yaitu setara dengan 228,1%.

    Kepala KPPBC TMP C Sumbawa, Sugeng Hariyanto, menyatakan bahwa kinerja fiskal tersebut berhasil dikumpulkan dalam empat bulan pertama tahun 2026. Nilai ini bahkan telah melampaui total penerimaan yang dicapai sepanjang tahun 2025.

    Sugeng menjelaskan bahwa lonjakan penerimaan tersebut sebagian besar disebabkan oleh ekspor konsentrat mineral yang masih mendapatkan relaksasi izin ekspor hingga April 2026.

    "Kontributor terbesar berasal dari Bea Keluar senilai Rp 1,43 triliun, disusul Bea Masuk sebesar Rp 14,28 miliar dan Cukai Rp 274 juta," ungkap Sugeng dalam keterangan resmi DJP pada Senin (18/5/2026). Menurutnya, tingginya penerimaan ini juga dipengaruhi oleh kenaikan harga komoditas global, terutama konsentrat tembaga yang mengalami peningkatan Harga Patokan Ekspor (HPE) pada awal tahun 2026.

    Meningkatnya kebutuhan dunia akan energi terbarukan dan kendaraan listrik menyebabkan permintaan terhadap tembaga global terus meningkat. Momentum ini dimanfaatkan oleh perusahaan-perusahaan tambang besar di wilayah Sumbawa, termasuk PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT), untuk meningkatkan aktivitas ekspor mereka. Bagi daerah, geliat ekspor tersebut memberikan efek berantai yang signifikan. Aktivitas logistik di pelabuhan meningkat, perputaran usaha jasa penunjang tumbuh, dan sektor perdagangan regional juga ikut terdorong.

    Data Statistik Pertumbuhan Ekonomi NTB

    Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat pertumbuhan ekonomi yang mengesankan sebesar 13,64% pada kuartal I tahun 2026, angka ini merupakan yang tertinggi di kawasan Bali-Nusa Tenggara. Pertumbuhan ini didorong oleh lonjakan ekspor luar negeri yang mencapai 827%. Namun, di balik tingginya pendapatan negara, terdapat dinamika besar yang tengah berlangsung. Saat ini, pemerintah terus berupaya mendorong hilirisasi industri pertambangan melalui pembangunan dan optimalisasi fasilitas smelter.

    "Ketika smelter beroperasi penuh, ekspor konsentrat secara bertahap akan berkurang dan pola penerimaan negara diproyeksikan ikut berubah," ujarnya.

    Kebijakan ini sejalan dengan dikeluarkannya peraturan bea keluar untuk komoditas emas yang resmi diberlakukan pada akhir tahun 2025. Tujuan dari kebijakan ini adalah untuk memastikan bahwa emas nasional tidak hanya berfungsi sebagai komoditas ekspor dengan nilai tambah terbatas, tetapi juga mendorong agar sumber daya emas nasional dapat bergerak lebih jauh ke rantai hilir, sehingga memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar di dalam negeri dan memperkuat basis industri nasional.

    "Artinya, capaian ini merupakan 'windfall' atau keuntungan tak terduga yang menjadi modal penting bagi negara di masa transisi menuju hilirisasi penuh," ujarnya. Dengan demikian, langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal dan meningkatkan daya saing industri nasional di kancah global.

    Prabowo Soal Dolar: Selama Purbaya Bisa Senyum Tak Usah Khawatir

    Sorot
    {{caption}}
    {{caption}}
    {{caption}}
    {{caption}}
    {{caption}}
    {{caption}}
    Topik Terkait
    {{caption}}

    Ancaman Menkeu Purbaya ke Pejabat Bea Cukai Tak Main-Main: Saya Akan Ganti Semuanya

    Menkeu Purbaya memberikan ancaman copot jabatan ke para pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai bila perubahan tak dilakukan. Terutama pada bidang kepabeanan.

    {{caption}}

    Menkeu Purbaya Bakal Obrak-Abrik Ditjen Pajak dan Bea Cukai, Diganti dengan Perusahaan Swiss

    Langkah serius bakal dilakukan pada tahun ini jika kinerja Ditjen Pajak dan Bea Cukai masih belum sesuai harapan.

    {{caption}}

    Menkeu Purbaya ke Pegawai Pajak: Kalau Ada yang Nawar, Bawa Beking Kita Beresin Ramai-Ramai!

    Hal itu upaya tegas Purbaya melawan pengemplang pajak yang kerap membawa bekingan untuk lakukan intervensi pajak.

    {{caption}}

    VIDEO: Menkeu Purbaya Tegas Bea Cukai Makin Beringas, Sekarang Susah Disogok Lagi!

    Purbaya menegaskan bahwa kini Bea Cukai juga lebih gencar melakukan razia. Sehingga memastikan pendapatan negara tidak akan berkurang.

    {{caption}}
    {{caption}}

    Respons Dirjen Dapat Peringatan Menkeu Purbaya Soal Bea Cukai Dibekukan

    Dirjen Bea Cukai menegaskan peringatan Menkeu sebagai koreksi penting.

    {{caption}}

    Bea Cukai Bakal Dibekukan? Menkeu Purbaya Ungkap Nasib Pegawai

    Menteri Keuangan Purbaya menyatakan bahwa dia tidak akan ragu untuk merumahkan semua pegawai bea cukai jika kinerja mereka tidak menunjukkan perbaikan.

    {{caption}}

    Menkeu Ultimatum Bea Cukai: Jika Tak Berbenah, Sistem Kembali ke Era Orde Baru

    Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melayangkan ultimatum Bea Cukai untuk segera berbenah, atau sistem kepabeanan akan dikembalikan ke skema Orde Baru dengan melibatkan SGS. Apa dampaknya?

    {{caption}}

    Ramai Menjadi Sorotan, Begini Peran Bea Cukai Dalam Menambah Penerimaan Negara

    Bea dan Cukai juga mengemban fungsi penting dengan memfasilitasi industri dan perdagangan dalam negeri.

    {{caption}}

    Bea Cukai Sumbawa Kantongi Penerimaan Negara Rp1,44 Triliun

    Lonjakan penerimaan tersebut sebagian besar berasal dari ekspor konsentrat mineral yang masih memperoleh relaksasi izin ekspor hingga April 2026.

    {{caption}}

    TNI AL dan Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Barang Ilegal di Jayapura

    Operasi ini diawali dari informasi intelijen mengenai aktivitas bongkar muat mencurigakan di kawasan Pelabuhan Peti Kemas Entrop.

    {{caption}}

    Heboh Perempuan Ditahan di Bandara Soekarno-Hatta Gara-Gara Kartu Pokemon Usai Tiba dari China, Ini Penjelasan Bea Cukai

    Kepala Kantor Bea Cukai Soekarno Hatta menyatakan bahwa prosedur pemeriksaan barang bawaan penumpang telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

    {{caption}}

    Lebih dari 1 Juta Batang Rokok Ilegal Gagal Diedarkan

    Dari hasil pemeriksaan, para petugas menemukan 98 karung rokok ilegal berbagai merek tanpa pita cukai di dalamnya.

    {{caption}}

    Bea Cukai Tanjung Priok dan Polda Metro Jaya Gagalkan Penyelundupan Merkuri di Pelabuhan Tanjung Priok

    Adhang Noegroho Adhi menyampaikan bahwa pengungkapan ini merupakan bukti nyata komitmen Bea Cukai dalam menjalankan fungsi pengawasan & perlindungan masyarakat.

    {{caption}}

    New York Terapkan Larangan Masker untuk Staf Bea Cukai, Ini Alasannya

    Sebelum diterapkan di New York, undang-undang yang melarang staf bea cukai menggunakan masker sudah lebih dahulu diberlakukan di California.

    {{caption}}

    Menkeu Purbaya: Defisit APBN Turun Jadi 0,64 Persen Pada April 2026

    Sebagai perbandingan, defisit APBN per 31 Maret mencapai 0,93 persen PDB atau Rp240,1 triliun.

    {{caption}}

    Pemerintah Pangkas Anggaran MBG Jadi Rp268 Triliun

    Menkeu memberikan sinyal akan ada penghematan anggaran program MBG lanjutan, meski ia belum merinci detail rencana ke depan.

    {{caption}}

    Pemerintah Tarik Utang Rp305,5 Triliun per April 2026

    Realisasi pembiayaan utang tercatat sebesar Rp7 triliun atau 4,9 persen dari target APBN senilai Rp143,1 triliun.

    {{caption}}

    Purbaya dan Bahlil Tampung Keluhan 30 Perusahaan China soal Hambatan Dunia Usaha di RI

    Purbaya menyebut beberapa keluhan juga telah disampaikan melalui China Chambers of Commerce in Indonesia (CCCI) atau Kadin China.

    {{caption}}

    Di Tengah Pelemahan Rupiah, Pemerintah Buka-bukaan soal Perbedaan Kekuatan Ekonomi RI 2026 dengan 1998

    Pada 1998, rupiah terpuruk hingga memicu badai ekonomi besar yaitu inflasi melonjak, bank-bank kolaps.

    {{caption}}

    Pelemahan Rupiah Bukan Masalah Fundamental, Menkeu dan BI Optimis Bakal Menguat di Juli 2026

    Penguatan dolar AS terhadap rupiah saat ini sebagian besar dipicu faktor musiman. Karena itu, tekanan terhadap rupiah diperkirakan hanya bersifat sementara.

    Komentar
    Additional JS